Friday, 21 September 2018

KEUTAMAAN PUASA ATAS AMAL-AMAL YANG LAIN


✍๐Ÿผ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏ูˆูƒุงู† ุนู„ู‰ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู…ุธุงู„ู… ู„ู„ุนุจุงุฏ ูุฅู†ู‡ ูŠุคุฎุฐ ู„ู„ุนุจุงุฏ ู…ู† ุญุณู†ุงุชู‡ ุฅู„ุง ุงู„ุตูŠุงู…، ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุคุฎุฐ ู…ู†ู‡ ุดูŠุก، ู„ุฃู†ู‡ ู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ูˆู„ูŠุณ ู„ู„ุฅู†ุณุงู†، ูˆู‡ุฐุง ู…ุนู†ู‰ ุฌูŠุฏ ุฃู† ุงู„ุตูŠุงู… ูŠุชูˆูุฑ ุฃุฌุฑู‡ ู„ุตุงุญุจู‡ ูˆู„ุง ูŠุคุฎุฐ ู…ู†ู‡ ู„ู…ุธุงู„ู… ุงู„ุนุจุงุฏ ุดูŠุฆุงً.

"Jika seseorang memiliki kezhaliman terhadap hamba-hamba Allah maka (pada hari kiamat nanti) akan diambilkan dari kebaikan-kebaikannya untuk diberikan kepada mereka, kecuali dari puasa karena sesungguhnya tidak diambil darinya sedikitpun, karena puasa untuk Allah dan bukan untuk manusia. Ini adalah makna yang bagus yaitu puasa pahalanya utuh untuk orang yang mengerjakannya dan kezhaliman terhadap hamba-hamba Allah tidak diambilkan darinya sedikitpun."

๐Ÿ“š Syarh Riyadhus Shalihin, jilid 3 hlm. 482

๐ŸŒ Sumber || https://twitter.com/HeshamAlhosani/status/1042795770603352064?s=19
http://telegram.me/forumsalafy

No comments: