Monday, 7 October 2019

MENJAUHI TEMPAT-TEMPAT KESESATAN ADALAH WAJIB


๐Ÿ”น Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Dan termasuk meng-hajr (memboikot) ahlul bida' adalah tidak mau melihat isi kitab mereka karena khawatir terfitnah (terpengaruh) dengannya, atau tidak mempromosikannya diantara manusia.
Sehingga, menjauhi tempat-tempat kesesatan adalah wajib, berdasarkan sabda beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam- tentang Dajjal:
ู…ู† ุณู…ุน ุจู‡ ูู„ูŠู†ุฃ ุนู†ู‡ ، ููˆุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุงู„ุฑุฌู„ ู„ูŠุฃุชูŠู‡ ูˆู‡ูˆ ูŠุญุณุจ ุฃู†ู‡ ู…ุคู…ู† ููŠุชุจุนู‡ ู…ู…ุง ูŠุจุนุซ ุจู‡ ู…ู† ุงู„ุดุจู‡ุงุช
"Siapa saja yang mendengarnya (Dajjal) maka hendaklah menjauhinya. Maka demi Allah, sungguh ada seorang yang mendatanginya (Dajjal) sementara dia menyangka bahwa dirinya seorang mu'min, kemudian dia mengikutinya (Dajjal) disebabkan karena syubhat-syubhat yang dibawanya." (Hadits ini) diriwayatkan oleh Abu Dawud. Al-Albaniy mengatakan: "Dan sanadnya shahih."
Akan tetapi, jika tujuan melihat isi kitab-kitab mereka itu adalah mengetahui kebid'ahan mereka untuk dibantah, maka tidak mengapa yang demikian itu, (yaitu) bagi orang yang memiliki aqidah yang benar yang dapat membentengi dirinya, serta dia adalah orang yang mampu membantah mereka.
Bahkan bisa jadi itu adalah wajib, karena membantah bid'ah adalah wajib. Dan sebuah kewajiban yang tidak dapat sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itupun wajib."
๐Ÿ“š (Syarh Lum'atil I'tiqod hal. 100)

ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุตุงู„ุญ ุงู„ุนุซูŠู…ูŠู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
"ูˆู…ู† ู‡ุฌุฑ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจุฏุน ุชุฑูƒ ุงู„ู†ุธุฑ ููŠ ูƒุชุจู‡ู… ุฎูˆูุงً ู…ู† ุงู„ูุชู†ุฉ ุจู‡ุง ، ุฃูˆ ุชุฑูˆูŠุฌู‡ุง ุจูŠู† ุงู„ู†ุงุณ ،
ูุงู„ุงุจุชุนุงุฏ ุนู† ู…ูˆุงุทู† ุงู„ุถู„ุงู„ ูˆุงุฌุจ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุงู„ุฏุฌุงู„
"ู…ู† ุณู…ุน ุจู‡ ูู„ูŠู†ุฃ ุนู†ู‡ ، ููˆุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุงู„ุฑุฌู„ ู„ูŠุฃุชูŠู‡ ูˆู‡ูˆ ูŠุญุณุจ ุฃู†ู‡ ู…ุคู…ู† ููŠุชุจุนู‡ ู…ู…ุง ูŠุจุนุซ ุจู‡ ู…ู† ุงู„ุดุจู‡ุงุช". "ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆูˆุฏ . ู‚ุงู„ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ: ูˆุฅุณู†ุงุฏู‡ ุตุญูŠุญ "
ู„ูƒู† ุฅู† ูƒุงู† ุงู„ุบุฑุถ ู…ู† ุงู„ู†ุธุฑ ููŠ ูƒุชุจู‡ู… ู…ุนุฑูุฉ ุจุฏุนุชู‡ู… ู„ู„ุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ุง ูู„ุง ุจุฃุณ ุจุฐู„ูƒ ู„ู…ู† ูƒุงู† ุนู†ุฏู‡ ู…ู† ุงู„ุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ ู…ุง ูŠุชุญุตู† ุจู‡ ูˆูƒุงู† ู‚ุงุฏุฑุงً ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ู… ،
ุจู„ ุฑุจู…ุง ูƒุงู† ูˆุงุฌุจุงً ، ู„ุฃู† ุฑุฏ ุงู„ุจุฏุนุฉ ูˆุงุฌุจ، ูˆู…ุง ู„ุง ูŠุชู… ุงู„ูˆุงุฌุจ ุฅู„ุง ุจู‡ ูู‡ูˆ ูˆุงุฌุจ."
๐Ÿ“š (ุดุฑุญ ู„ู…ุนุฉ ุงู„ุงุนุชู‚ุงุฏ ุตูุญุฉ 100)

๐Ÿ“‘ WA Ashhaabus Sunnah
๐Ÿ“๐Ÿ’ป Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || ▶️ https://t.me/hikmahsalafiyyah

No comments: