Saturday, 5 October 2019

ASURANSI DALAM TIMBANGAN SYARI’AT ISLAM (Bag. 2)


ΞΞ Asuransi Ta’awun (Gotong Royong) ΞΞ
■ Asuransi ini dibangun dengan tujuan membantu dan meringankan pihak-pihak yang membutuhkan atau yang terkena musibah.
※ Gambarannya,
/•/ sejumlah muhsinin menyerahkan saham dalam bentuk uang
/•/ yang disetorkan setiap pekan atau bulan
/•/ dengan nominal tertentu atau semampunya,
/•/ kepada yayasan/lembaga yang menangani musibah, bencana dan orang yang membutuhkan.
/•/ Biasanya, saham akan dihentikan untuk sementara bila jumlah uang dirasa sudah cukup dan tidak terjadi bencana atau musibah yang menyebabkan kas menipis atau membutuhkan suntikan dana.
/•/ Saham-saham dalam bentuk uang itu sendiri tidak dikembangkan dalam bentuk investasi.
/•/ Dan asuransi ini murni dibangun di atas dasar kemanusiaan bukan paksaan.
※ Contoh di lapangan adalah asuransi gotong royong pada perkumpulan angkutan kota atau bis (di mana kendaraan-kendaraan itu milik pribadi, bukan milik sebuah perusahaan).
/•/ Caranya, masing-masing anggota menyetorkan sejumlah nominal tak tertentu, setiap pekan/bulan, kepada salah seorang yang mereka tunjuk untuk membantu anggota mereka yang kecelakaan atau terkena musibah.
/•/ Setoran tersebut bersifat sukarela dan tidak mengikat, dengan nominal beragam
/•/ dan dihentikan bila dirasa sudah cukup dan tidak ada musibah.
Mengenai asuransi jenis ini, para ulama anggota Al-Lajnah Ad-Da'imah dan anggota Kibarul Ulama Kerajaan Saudi Arabia telah melakukan pertemuan ke-10 di kota Riyadh pada bulan Rabi’ul Awwal 1397H.
|✔️| Hasilnya, mereka sepakat bahwa ta’awun ini diperbolehkan dan bisa menjadi ganti dari asuransi tijarah (bisnis) yang diharamkan, dengan beberapa alasan berikut:
▷ [1] Asuransi ta’awun termasuk akad tolong-menolong
(•) untuk membantu pihak yang terkena musibah,
(•) tidak bertujuan bisnis
(•) atau mengeruk keuntungan dari harta orang lain.
… Tujuannya hanyalah membagi beban musibah tersebut di antara mereka dan bergotong royong meringankannya.
▷ [2] Asuransi ta’awun ini terlepas dari dua jenis riba:
(•) fadhl dan
(•) nasi'ah.
… Akad para pemberi saham tidak termasuk akad riba serta tidak memanfaatkan kas yang ada untuk muamalah-muamalah riba.
▷ [3] Tidak mengapa bila pihak yang memberi saham tidak mengetahui secara pasti jumlah nominal yang akan diberikan kepadanya bila dia terkena musibah. Sebab, mereka semua adalah donatur (muhsinin), tidak ada pertaruhan, penipuan, atau perjudian.
Kemudian mereka memberikan usulan-usulan kepada pemerintah Kerajaan Saudi Arabia seputar masalah sosialisasi asuransi ta’awun ini. [Lihat uraian panjang tentang masalah ini dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah, 15/287-292]
Sementara dua hal yang disayangkan pada yayasan atau lembaga yang menangani asuransi ini, yaitu:
▷ [1] Menaruh uang-uang tersebut di bank-bank riba tanpa ada keadaan yang darurat.
▷ [2] Memaksa para muhsinin untuk menyetorkan saham mereka.
… Wallahu a’lam. [Syarhul Buyu’, hal. 39]
… bersambung insyaAllah.
Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/asuransi-dalam-timbangan-syariat-islam.html
💽http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
@ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari situs Majalah Asy Syariah, Edisi 029 - Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin hafizhahullah

No comments: