Thursday, 17 January 2019

HUKUM CURANG DALAM UJIAN


๐Ÿ”ธ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullah- :

๐Ÿ”บ Pertanyaan :
Pertanyaannya dalam paragraf yang lain ia mengatakan: Saya ingin mengetahui hukum syar'i -menurut pandangan anda- tentang curang dalam ujian?

๐Ÿ”บ Jawab :
Asy Syaikh :
"Nampaknya pertanyaan ini tidak butuh jawaban. Karena selama dia mengaku telah melakukan kecurangan, maka bagaimana dia bertanya tentang hukumnya.

Telah dikenal di kebanyakan manusia (kaum muslimin) bahwa Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda :

«ู…ู† ุบุด ูู„ูŠุณ ู…ู†ุง»

《Barangsiapa yang berbuat curang (menipu) maka dia bukan dari golongan kami.》

Sehingga berbuat curang dalam ujian itu diharamkan, bahkan termasuk dosa besar. Karena apabila Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- berlepas diri dari sebuah perbuatan, maka maknanya perbuatan itu termasuk dosa besar.

Terlebih lagi kecurangan itu akan mengakibatkan beberapa perkara (buruk) di masa yang akan datang. Berakibat kepada gajinya, kedudukannya dan hal lainnya yang terkait dengan kesuksesan."

๐Ÿ“š Sumber : Silsilah Fatawa Nur 'Ala Ad Darb no. 365

๐Ÿ—’ Catatan (*)
Curang dalam ujian : Menyontek, meminta bantuan orang lain agar membantunya dalam menyelesaikan soal ujian, ataupun membantu memberi jawaban kepada orang lain.


┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉


ุญูƒู… ุงู„ุบุด ููŠ ุงู„ุงู…ุชุญุงู†ุงุช

ุงู„ุณุคุงู„:
ูŠุณุฃู„ ููŠ ูู‚ุฑุฉ ุฃุฎุฑู‰ ูŠู‚ูˆู„: ุฃุฑูŠุฏ ุงู„ุญูƒู… ุงู„ุดุฑุนูŠ ููŠ ู†ุธุฑูƒู… ุนู† ุญูƒู… ุงู„ุบุด ููŠ ุงู„ุงู…ุชุญุงู†ุงุช؟

ุงู„ุฌูˆุงุจ:
ุงู„ุดูŠุฎ: ุงู„ุธุงู‡ุฑ ุฃู† ู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ุฌูˆุงุจ؛ lู„ุฃู†ู‡ ู…ุง ุฏุงู… ุฃู‚ุฑ ุจุฃู†ู‡ ุบุด ููƒูŠู ูŠุณุฃู„ ุนู† ุญูƒู…ู‡،

ูˆุงุดุชู‡ุฑ ุนู†ุฏ ุฃูƒุซุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„:

«ู…ู† ุบุด ูู„ูŠุณ ู…ู†ุง»،

ูˆุญูŠู†ุฆุฐٍ ูŠูƒูˆู† ุงู„ุบุด ููŠ ุงู„ุงู…ุชุญุงู†ุงุช ู…ุญุฑู…ุงً ุจู„ ู…ู† ูƒุจุงุฆุฑ ุงู„ุฐู†ูˆุจ؛ ู„ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุชุจุฑุฃ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ูุนู„، ููŠุนู†ูŠ ู‡ุฐุง ุฃู†ู‡ ู…ู† ูƒุจุงุฆุฑ ุงู„ุฐู†ูˆุจ،

ู„ุง ุณูŠู…ุง ูˆุฃู† ู‡ุฐุง ุงู„ุบุด ูŠุชุฑุชุจ ุนู„ูŠู‡ ุฃุดูŠุงุก ููŠ ุงู„ู…ุณุชู‚ุจู„، ูŠุชุฑุชุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฑุงุชุจ ูˆุงู„ู…ุฑุชุจุฉ ูˆุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู…ู…ุง ู‡ูˆ ู…ู‚ุฑูˆู†ٌ ุจุงู„ู†ุฌุงุญ. ู†ุนู….

๐Ÿ“š ุงู„ู…ุตุฏุฑ: ุณู„ุณู„ุฉ ูุชุงูˆู‰ ู†ูˆุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฏุฑุจ > ุงู„ุดุฑูŠุท ุฑู‚ู… [365]


๐Ÿ“๐Ÿ’ป Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || ▶️ https://t.me/hikmahsalafiyyah

No comments: