Wednesday, 3 October 2018

HUKUM MENYIMPAN FOTO MAYIT ATAU BARANG-BARANGNYA



✍🏻 Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

📬 Pertanyaan:

فضيلة الشيخ,ما حكم الاحتفاظ بصور الميت أو شيء من حوائج الميت كثوبه أو ساعته؟

Wahai Syaikh yang mulia, apa hukum menyimpan foto mayit atau sesuatu dari barang-barang miliknya seperti pakaian atau jam tangannya?

🔓 Jawaban:

الاحتفاظ بصورة الميت لا يجوز، ومن عنده شيء منه فليحرقه الآن؛ لأن تذكر الميت يجدد الأحزان.


Menyimpan foto mayit itu tidak boleh, barang siapa yang masih menyimpan sesuatu dari (foto) nya, hendaknya ia membakarnya sekarang!
Karena mengingat-ingat mayit itu akan memperbarui kesedihan.

وكذلك ما يبقى من ثيابه إما أن يستعمل ويلبس حتى يبلى أو يتصدق به.

Demikian juga apa yang masih disimpan berupa pakaiannya, sebaiknya dipergunakan, dipakai hingga usang atau disedekahkan.

أما أن تبقى ذكرى للميت فهذا أيضاً مما يجدد الحزن، وهو نعي فعلي. نعي الميت يكون إما بالقول وإما بالفعل، وهذا نعي له بالفعل.

Adapun kalau dibiarkan sebagai kenang-kenangan mayit, maka ini juga perkara yang akan mengulang kesedihan dan ini termasuk perbuatan meratap. Meratapi mayit itu bisa dalam bentuk ucapan, bisa pula perbuatan. Dan (menyimpan barang mayit) termasuk meratap dengan perbuatan.

ولا يجوز أيضاً إبقاء ثيابه لتذكره.

Maka tidak boleh menyimpan foto mayit, tidak boleh juga menyimpan pakaiannya untuk mengenangnya.

📚 Sumber || http://binothaimeen.net/content/5946

| http://telegram.me/ForumSalafy

Post a Comment