Saturday, 1 September 2018

Memetik Hikmah dari Sepenggal Kisah Asy Syaikh bin Baz rahimahullah


t.me/rumahbelajar

〰〰〰〰〰〰〰🖊
Suatu hari, asy-Syaikh Muhammad Hamid, ketua perhimpunan Ashabul Yaman di Eritria tiba di Riyadh. Malam itu begitu dingin, padahal dirinya tak memiliki bekal untuk bisa menyewa kamar hotel. Saat itu timbul pikiran untuk bertamu ke rumah asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. Malam itu waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Awalnya, beliau ragu untuk bertamu ke rumah asy-Syaikh Abdul Aziz. Namun, akhirnya diputuskan tetap berkunjung. Kata asy-Syaikh Muhammad Hamid, “Saya tiba di rumah beliau yang sederhana dan bertemu dengan seseorang yang sedang tidur di pintu pagar. Setelah terbangun, ia bukakan pintu untuk saya.

Saya memberi salam kepadanya secara pelan agar tak ada orang lain mendengar lantaran malam yang masih larut. Tak berapa lama, saya melihat asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz berjalan menuruni tangga seraya membawa semangkuk makanan. Beliau ucapkan salam dan memberikan makanan itu kepada saya.” Beliau katakan, “Saya mendengar suara Anda kemudian saya mengambil makanan itu karena saya berpikir Anda belum makan malam ini.” “Demi Allah, saya tidak bisa tidur malam itu. Saya menangis karena telah mendapat perlakuan yang sedemikian baik.” (Mawaqif Madhiyah fi Hayati al- Imam Abdul Aziz bin Baz, hlm. 223, lihat Mereka Adalah Teroris, al-Ustadz Luqman bin" Muhammad Ba’abduh, hlm. 312)

Cermatilah betapa kehidupan beliau yang demikian sederhana. Tak tampak gemerlap kemewahan padanya. Betapa beliau begitu peduli, begitu peka terhadap sesama. Sungguh, contoh akhlak terpuji dan menjadikan hati terasa sejuk karenanya.

https://asysyariah.com/saat-ujian-menerpa/
Post a Comment