Wednesday, 19 September 2018

Apakah Setelah Mandi Masih Perlu Berwudhu?

Selamat bin Haji Taudin, Kp. Bandan, Jl. Lodan RT 008 RW 02, Kelurahan Mangga Dua, Jakarta Kota
Pertanyaan 34 :
Bagaimana seorang yang punya hadats besar kemudian sunnat ia mengambil air sembahyang dahulu sebelum ia mandi kemudian sesudah mandi hendak bersembahyang apakah harus ia mengambil air sembahyang lagi. Apakah cukup dengan sekali saja yang ia sudah mengambil air sembahyang di permulaan mandi tadi?
Jawaban 34 :
Berwudhu atau mengambil air sembahyang, sebelum mengangkat hadats besar termasuk dari sunnat-sunnat mandi, yang sunnat dilakukan sebelum mandi. Apakah sesudah mandi nanti, masih di tuntut mengulanngi wudlu lagi atau tidak? Kalau dalam melaksanakan mandinya sesudah terangkat janabat anggauta-anggauta wudlu itu, tak terdapat sesuatu yang membatalkan wudlu, seperti tidak menyentuh qubul atau duburnya sendiri dengan tapak tangan atau perut jarinya, maka tidaklah ia di tuntut untuk melakukan wudlunya lagi sesudah mandi, karena ia telah melakukan mandi dengan sempurna beserta sunnatnya ialah wudlu sebelum mandi. Akan tetapi bila dalam mandinya itu sesudah terangkat janabat anggauta-anggauta wudlunya ada berlaku hal-hal yang membatalkan wudhlu, maka wajiblah ia mengulangi wudlunya sesudah mandi nanti. Sebagaimana tersebut dalam kitab Fathul Mu’in pada Hamisi, I’anatutthalibin juz I, halaman 78, sebagai berikut :

Artinya : Dan jika berhadats kecil ia sesudah terangkat janabat anggauta wudlunya melazimkan dia oleh wudlu yang di tartibkan dengan niat.
Para pendengar yang budiman khususnya saudara Selamat bin Haji Taudin, demikianlah jawaban kami atas masalah anda, semoga anda dapat memahaminya. Wallahul Muwaffiq.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Post a Comment