Monday, 27 August 2018

Perbanyak Istighfar dan Amal Sholeh untuk Bekal Mati



🍞 NGAKEHI ISTIGHFAR LAN AMAL SHOLEH KANGGO SANGU MATI


Link audio dalam bahasa Jawa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tauladan dalam semangat memohon ampunan kepada Allah Ta’ala. Dalam Sebuah Hadits Rasululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً


“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.”  (HR. Bukhari)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Dari Shohabat Abdulloh bin Umar, beliau mengatakan bahwa kami pernah menghitung dalam satu majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengucapkan,

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ


‘Robbigfirli wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohim’ [Wahai Robbku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang] sebanyak 100 kali.

(HR. Abu Daud. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 556)



ISTIGHFAR ADALAH SEBAB KELAPANGAN REJEKI


Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala yang mengisahkan Nabi Nuh dan Kaumnya.


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Diriwayatkan dari seorang Tabi’in Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan pemahaman beliau bahwa istighfar adalah sebab dibukakannya rejeki.

أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة

“Seorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan berkata, “Beristigfarlah  kepada Allah”, Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinan yang menimpanya. Lalu Al Hasan berkata, “Beristigfarlah kepada Allah”, Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Hasan berkata: “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”. Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”. Kemudian Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Lihat Fathul Bari  (11/98)


Post a Comment