Thursday, 5 April 2018

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah

Materi 11: Pernikahan Rasulullah ﷺ dengan Khadijah

Sirah Nabawiyah dari kitab “al-Khullaashoh al-Bahiyyah fiy Tartiibi Ahdaats as-Sirah an-Nabawiyyah”



Pernikahan Rasulullah ﷺ dengan Khadijah

١١ – ولما بلغ – صلى الله عليه وسلم – الخامسة والعشرين تزوج خديجة – رضي الله عنها -.

11. Ketika Rasulullah ﷺ berumur 25 tahun, beliau ﷺ menikahi Khadijah -rodhiyaLlohu ‘anha-.

Pelajaran :

1- Khadijah bintu Khuwailid -rhodhiyaLlohu anha- merupakan wanita yg terhormat dan terpandang di kalangan Quraisy, brasal dri garis kturunan yg mulia. Merupakan wanita kaya Quraisy. Ketika Khadijah mndengar kabar ttg kepribadian Muhammad ﷺ yg mulia, Khadijah meminta beliau untuk mbawa harta dagangannya k Syam dgn didampingi budak laki-lakinya yg bernama Maisarah dan akan mndapatkan gaji lebih bnyak dri yg biasa dtrma org lain, Rasulullah pun menerima tawaran Khadijah tsb. (Lihat Sirah Ibnu Hisyam 1/187-188)

2- Rasulullah ﷺ di usia 25 tahun menikah dengan Khadijah yang saat itu berumur 40 tahun. (Thabaqat Ibnu Sa’ad 8:17)
     Sedangkan Ibnu Ishaq berpendapat bahwa usia khadijah saat itu baru mencapai 28 tahun. (Mustadrak al-Hakim 3:182)

3- Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah ﷺ , Beliau tdak menikah dgn wanita lain semasa hidup Khadijah. Dari hasil pernikahan dgn Khadijah, Rasulullah dikaruniai 2 org putera dan 4 orang puteri. Yang pertama adalah al-Qosim, kemudian berturut-turut Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Abdullah. Semua anak Rasulullah ﷺ dilahirkan oleh Khadijah kecuali Ibrahim.

4- Banyak riwayat yang mnceritakan tentang pelamaran dan siapa yg melangsungkan akad nikahnya, sebagian besar riwayat mngatakan yg melangsungkan akad nikahnya adalah paman Khadijah yg bernama ‘Amr bin Asad karena ayahnya Khuwailid sudah meninggal dunia sebelum terjadinya perang Fijar. (Lihat Thabaqat Ibnu Sa’ad 1:132-133)

5- Sebelum menikah dgn Rasulullah ﷺ , Khadijah telah menikah dua kali, suaminya yg pertama adalah ‘Atiq bin ‘Aidz al-Makhzumi dan yang kedua bernama Abu Halah bin an-Nabbasy at-Tamimi. (Mustadrak al-Hakim 3/182)

6- Keutamaan Khadijah -rodhiyaLlohu anha- :

     1. Khadijah merupakan sebaik-baik wanita pada ummat ini (lihat HR.al-Bukhari dan Muslim 2430)

     2. Aisyah berkata: “Kalau Nabi ﷺ menymbelih kambing, beliau selalu berkata,”Berikan sbagian kpda teman-teman khadijah”, suatu saat saya membuat Rasulullah marah karena sy berkata,”Khadijah?” Maka Beliau ﷺ bersabda: “Saya telah dikaruniai kecintaan kepadanya”.” (HR.Muslim 2435)

     3. Dari Abu Hurairah beliau berkata, “Jibril mndtangi Nabi ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah, inilah Khadijah datang menemui kamu dgn mbawa bejana yg berisi hidangan makanan dan minuman. Jika dia telah datang maka sampaikan salam Allah ﷻ dan salam saya, dan britakan kabar gembira kepadanya dgn surga dari permadani yg luas seperti istana, yg didalamnya tdak trdapat susah dan letih.” (HR. Muslim 2432)
Ibnu Hajar brkata: “Yg mnjadikan Khadijah mulia adalah krna ia wanita pertama yg beriman, dgn demikian ia membuat teladan yg baik yg pahalanya mengalir kepadanya sbagai amal jariyah, dan Abu Bakr menjadi teladan dalam hal ini di pihak laki-laki.” (Fathul Baari 7/137)

Asy-Syaikh Prof. DR. Zaid bin Abdilkarim Az-Zaid -hafizhahuLloh- dalam buku beliau ‘Fiqh as-Sirah’ menyebutkan hikmah dari pernikahan Rasulullah ﷺ dengan Khadijah -rodhiyaLlohu anha- di antaranya:

1. Menunjukkan kecerdasan Khadijah dalam memilih rekan bisnis. Yang setelah mendengar kemuliaan budi pekerti Rasulullah ﷺ melihat peluang untuk bekerjasama, apalagi stlah Maisarah melihat langsung bagaimana akhlak Rasulullah. Sbgaimana kata Umar bhwa watak seseorang belum bisa diketahui betul sampai kita pernah “safar dengannya atau bermuamalah uang bersamanya”. Dan hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Maisarah. Menunjukkan ketelitian dan kehati-hatian Khadijah.

2. Dalam beberapa buku sirah dijelaskan bhwa pernikahan tsb diawali dengan penawaran diri Khadijah kepada Rasulullah ﷺ lewat teman Khadijah. Menunjukkan betapa pentingnya wali menikahkan keluarga perempuannya dengan lelaki yg sholih walaupun dengan cara menawarkan diri. Ini bukan merupakan sesuatu yg rendah karna dari cara seperti ini Khadijah mnjadi wanita termulia umat ini dgn mendapatkan seorg suami yg paling mulia dari semua makhluk. Kita menemukan dalil ttg hal ini, diantaranya:

Kisah Syu’aib menemui Musa dan menawarkan salah satu anak gadisnya untuk dinikahinya. (Lihat QS al-Qashas:27)

Dalam sirah kita dapatkan bagaimana Umar menawarkan anaknya kepada Utsman, kemudian kepada Abu Bakar, dan akhirnya dinikahi oleh Rasulullah ﷺ .

3. Pada pernikahan tsb ada pelajaran tentang pentingnya seorg laki-laki mencari istri yg sholihah atau sebaliknya, sbgaimana Rasulullah memilih wanita sholihah meskipun lebih tua 15 tahun darinya dan telah menikah dua kali sebelumnya. Walaupun demikian, dia telah memilihnya sebagai istri karena kesucian dan kebersihan dirinya.
Khadijah telah dilamar oleh banyak tokoh dan bangsawan Quraisy tetapi ia menolaknya, stelah menemukan sosok lelaki sholih berbudi pekerti maka ia sendiri yg menjatuhkan pilihannya.

5. Mampu memilih istri dgn baik membawa pengaruh yg besar. Khadijah adalah tempat kembali Rasulullah ﷺ setelah mendapatkan rintangan dakwah. Nabi disakiti tatkala menunaikan dakwah, tpi setelah kembali ke rumah, ia mendapati istri yg menghiburnya dan membangkitkan semangatnya lgi. Bukan wanita yg malah ikut mengeluh dan lemah menghadapi tantangan dakwah.
Dan hal ini menjadikan cinta Rasulullah ﷺ mengabadi, Beliau ﷺ selalu mengingatnya hingga stelah wafatnya beliau berbuat baik kepada kerabat dekatnya, hingga Aisyah -rodhiyaLlohu anha- cumburu.


WaLlohu Ta’ala A’lam.

Ustad Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar, Lc. حفظه الله

Post a Comment