Saturday, 7 April 2018

Peristiwa Peletakan Hajar Aswad

Materi 12: Peristiwa Peletakan Hajar Aswad

Sirah Nabawiyah dari kitab “al-Khullaashoh al-Bahiyyah fiy Tartiibi Ahdaats as-Sirah an-Nabawiyyah”

Peristiwa Peletakan Hajar Aswad

١٢ – ولما بلغ – صلى الله عليه وسلم – الخامسة والثلاثين اختلفت قريش فيمن يضع الحجر الأسود مكانه فحكم بينهم.

12. Ketika Rasulullah ﷺ berumur 35 tahun, orang-orang Quraisy berselisih paham tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad di tempatnya, maka Rasulullah ﷺ menjadi penengah di antara mereka.

Pelajaran:

1- Ketika Rasulullah ﷺ berusia 35 tahun, datang banjir besar yang menyebabkan dinding2 Ka’bah rusak beserta pondasinya, saat itu orang Quraisy bermaksud merobohkannya dan membangunnya dari awal. Namun tidak ada yg berani memulai, mereka khawatir terjadi apa-apa. Hingga muncullah al-Walid bin al-Mughirah yang memulai dan diikuti oleh yang lainnya. Hingga dinding Ka’bah roboh dan sampai pada pondasi yg dibangun oleh nabi Ibrahim alaihissalam. Mereka mbiarkan pondasi sebgaimana awalnya, dan mulai kembali membangun dinding-dinding Ka’bah dari infak bersama dengan syarat harta tersebut bukan hasil prostitusi, transaksi riba, maupun dari hasil kezholiman. Semua harta yg digunakan harus bersumber dari uang halal. (Lihat siroh Ibnu Hisyam 1/209)

2- Rasulullah ﷺ juga terlibat dalam pembangunan Ka’bah tersebut. Dari Jabir bin Abdillah berkata: ” Tatkala Ka’bah dibangun Nabi ﷺ pergi bersama al-Abbas, mereka berdua mengangkat batu…” (HR.Bukhari)

3- Saat tiba peletakan Hajar Aswad, mereka berselisih tentang siapa yg berhak meletakkannya karena ingin mndapatkan kemuliaan dri tugas tersebut. Bani abdud Dar dan Bani Adi Ka’ab bersumpah untuk siap mati demi medapatkan kemuliaan itu, peristiwa menegangkan ini terjadi beberapa hari. Hingga muncul orang sepuh di antara mereka yg bernama Abu Umayyah bin al-Mughirah memberikan usulan bahwa orang yg pertama masuk masjid, maka ia lah yang diangkat menjadi penengah. Mereka menerima usulan tsb, dan ternyata yg masuk adalah Muhammad ﷺ . Mereka berkata: “Ini (Muhammad ﷺ ) adalah orang yg terpercaya, kami setuju.” (Lihat Fiqh as-Siroh Lisysyaikh Zaid az-Zaid)

4- Rasulullah ﷺ menyelesaikan konflik ini dengan membentangkan kain lalu mengambil hajar aswad dan meletakkannya di atas kain tsb, dan meminta setiap pemimpin Kabilah memegang setiap ujung kain dan mengangkat hajar aswad ke tempatnya, setelah itu Nabi meletakkannya sendiri. Karena solusi dari Rasulullah ﷺ ini, orang2 Quraisy terhindar dari pertumpaham darah di antara mereka.

5- Pelajaran yg bisa kita ambil adalah orang Quraisy tidak menginfakkan harta yg haram untuk pembangunan Ka’bah. Mereka memahami tentang kejinya riba sehingga tidak memasukkannya dalam pembagunan Ka’bah. Padahal ini terjadi sebelum datangnya Islam, lalu bgaimana dgn sekarang yg setelah datangnya Islam ternyata riba malah semakin marak dalam masyarakat? Tentu hal ini sangat menyedihkan.

6- Penyebab utama dalam mempengaruhi orang lain adalah akhlak dan moral. Muhammad ﷺ masuk ke dalam permasalahan besar, namun karena akhlaknya beliau ﷺ diterima, bahkan mereka bergembira dengan keputusan Rasulullah karena “ia orang yang terpercaya.”

7- Rasulullah bahkan sebelum kenabian mencegah terjadinya pertumpahan darah. Dan setelah munculnya Islam, Beliau ﷺ mampu mempersatukan manusia yang berpecah belah di bawah satu bendera, bendera keislaman.
WaLlohu Ta’ala A’lam.

Ustad Marzuki Umar, Lc. حفظه الله
——————————
Post a Comment