Monday, 2 April 2018

Hari Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ



Materi 2: Hari Kelahiran Rasulullah ﷺ

Sirah Nabawiyah dari kitab “al-Khullaashoh al-Bahiyyah fiy Tartiibi Ahdaats as-Sirah an-Nabawiyyah”

Hari Kelahiran Rasulullah ﷺ

٢ – ولد – صلى الله عليه وسلم – يتيما يوم الاثنين لاثنتي عشرة ليلة خلت من شهر ربيع الأول من عام الفيل.

“2.Nabi ﷺ dilahirkan dalam keadaan yatim di hari senin pada malam hari tanggal 12 rabi’ul awal pada tahun gajah.”

  Pelajaran :

1- Nabi ﷺ dilahirkan dlam keadaan yatim, ayahnya meninggal tatkala ia masih dalam kandungan, ini pendapat yang lebih kuat.
Ibnul Qoyyim berkata: ” Terjadi perbedaan pendapat tentang kapan meninggalnya ayah Nabi ﷺ yang bernama Abdullah. Apakah ia meninggal saat Rasulullah ﷺ masih dalam kandungan, ataukah meninggal tatkala Rasulullah ﷺ telah dilahirkan? Dari kedua pendapat ini, yg paling benar adalah ayah Nabi meninggal saat Nabi ﷺ masih dalam kandungan.” (Zaadul Ma’aad I/75)

2- Kesabaran Nabi ﷺ mghadapi kesulitan hidup yg sejak lahir dalam keadaan yatim membuat Beliau ﷺ lebih sensitif dgn nilai-nilai kemanusiaan, sangat simpati kpda anak yatim, org miskin, dan yg dizholimi.

3- Nabi ﷺ dilahirkan pada hari senin. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Qotadah bahwa nabi ditanya tentang puasa hari senin, dan Rasulullah ﷺ pun bersabda: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan wahyu (pertama) kepadaku.” (HR. Muslim no.1162)

4- Adapun tanggal kelahiran Rasulullah ﷺ, ada yang mengatakan: 2 Rabi’ul awal, 8 rabi’ul awal, 10 rabi’ul awal, 12 rabi’ul awal, 17 rabi’ul awal, 22 rabi’ul awal. Keenam pendapat ini disebutkan oleh Ibnu Katsir namun tak ditopang oleh hadits yg shohih, ada hadits Jabir dan Ibnu Abbas yg mnyatakan tgl 12, namun hadits ini lemah. (Al-Bidayah wan Nihayah III/109).
Namun pndapat yg masyhur dan dipilih oleh Ibnu Ishaq adlah tgl 12.

5- Nabi ﷺ dilahirkan pada tahun gajah. Al-Hakim meriwayatkan dlam mustadraknya dari Ibnu Abbas bhwa beliau berkata: “Nabi dilahirkan pada tahun gajah.”
Disebut dgn tahun gajah, krna pristiwa pnyrangan Ka’bah oleh pasukan bergajah yg dipimpin Abrahah. Allah ﷻ mengabadikan peristiwa ini di Surah al-Fiil.

WaLlohu Ta’ala A’lam.

Ustad Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar, Lc. حفظه الله (Alumni Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah dan saat ini menempuh S2 di jurusan Sejarah Islam di kampus yang sama)
Post a Comment