Saturday, 3 November 2018

BAGAIMANA SESEORANG MENGOBATI RASA TAKUT MATI



✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

📬 Pertanyaan:

كيف يعالج الإنسان الخوف من الموت, لاسيما إذا كان يخاف ركوب - مثلاً - الطائرة, ويقول: ربما تقلع الطائرة وقد أموت؟

Bagaimana seorang itu bisa mengobati rasa takut mati. Lebih-lebih jika dia takut naik pesawat misalnya. Terkadang dia mengatakan : ”Jangan-jangan pesawat ini jatuh dan sungguh saya akan mati.”

🔓 Jawaban:

عالج هذا بالتوكل على الله ، وسؤاله العافية، والتعوذ بالله من الشيطان من هذه الوسوسة. كل الناس يركبون الطائرات والسيارات ، والإبل والبغال والحمير ، ولا يضرهم

Hal ini diobati dengan tawakal kepada Allah, memohon kepada-Nya keselamatan, berlindung diri dari syaitan dari was-was ini. Semua manusia menaiki pesawat terbang, mobil, onta, bighal dan keledai. Hal ini tidak membahayakan mereka.

والحمد لله. لا يقع عليه إلا ما قدر له، فعليه أن يكون واثقا بالله، وأن يكون حسن الظن بالله، وأن يسأل ربه العافية ، ويحذر هذه الوساوس ، وهذه المخاوف التي لا أساس لها.

Alhamdulillah tidak terjadi pada mereka kecuali apa yang telah ditakdirkan untuknya. Maka wajib baginya untuk percaya kepada Allah, untuk berbaik sangka kepada Allah. Hendaknya dia memohon kepada Rabnya keselamatan. Dan mesti menjauhi perasaan was-was dan kecemasan-kecemasan yang tidak ada dasarnya ini.

📚 Sumber || http://www.binbaz.org.sa/noor/12248

🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/bagaimana-seseorang-bisa-mengobati-rasa-takut-mati/


⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy


KEUTAMAAN HARI JUMAT



✒ Ibnul Qayyim _rahimahullah ta'ala_ berkata :

📅 "Hari Jumat adalah Hari Ibadah. Kedudukannya pada hari-hari lain seperti kedudukan bulan ramadhan pada bulan- bulan lain. Dan sesaat dari waktu pengabulan doa di hari tersebut kedudukannya seperti satu malam Lailatul Qodar di bulan ramadhan."


📕 Zaadul Ma'ad (1/398)

-------------------------------------

✍️ ‏قال ابن القيم رحمه الله تعالى:

"فيوم الجمعة يوم عبادة
وهو في الأيام كشـهر رمضان في الشـهور
وساعة الإجابة فيه كليلة القدر في رمضان".

        📕 [زاد الـمعاد:(١/٣٩٨)]
             
     ‏༄༅‏༄༅‏༄༅❁✿❁ ‏༄༅‏༄༅‏༄

➖➖➖


⏯ Channel Telegram||https://t.me/salafy_cirebon

Tuesday, 23 October 2018

BAHAYA ORANG-ORANG YANG SUKA BERDEBAT


✍🏻 Khalid bin al-Harits al-Hajimy rahimahullah berkata:

 إياكم وأصحاب الجدال والخصومات، فإنهم شرار أهل القبلة.

"Hati-hatilah terhadap orang-orang yang suka berdebat dan berbantah-bantahan, karena sesungguhnya mereka adalah kaum muslimin yang paling buruk."

📚 Dzammul Kalam, no. 1084

🌍 Sumber || https://twitter.com/AlahmadiZahrani/status/832883414726492160

| http://telegram.me/ForumSalafy

HANYA ORANG MUNAFIQ YANG DISUKAI OLEH SEMUA ORANG


✍🏻 Asy-Syaikh Dr. Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:

إذا رأيت عالما يرضى عنه الناس باختلاف طبقاتهم، فاعلم أنه منافق.

"Jika engkau melihat seorang ulama diridhai oleh manusia dengan berbagai macam tingkatan mereka, maka ketahuilah bahwa dia adalah seorang munafiq."

📼 Syarh Qurratu Uyunil Muwahhidin, kaset no. 6

🌍 Sumber || https://twitter.com/amanjami2/status/833423919096987649

 || http://telegram.me/ForumSalafy


Thursday, 11 October 2018

AWAS, JAGA LISAN KETIKA BERBICARA❗


📜 Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda:

”Sesungguhnya seorang hamba akan mengucapkan suatu kalimat yang menyebabkan kemurkaan Allah, yang tidak dia pikirkan akibatnya sehingga membuatnya tergelincir ke dalam neraka Jahannam.”

📚 HR. al-Bukhari

--------------------

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُوْلُ : إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَة مِنْ سَخَطِ اللهِ لاَ يُلْقِيْ لَهَا بَالاً يَهْوِيْ بِهَا فِيْ جَهَنَّمَ.

📚 رَوَاهُ الْبُخَارِي

•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••

https://t.me/KajianIslamTemanggung


DISUKAINYA UCAPAN YANG INDAH DAN WAJAH MURAH SENYUM KETIKA BERTEMU


Nabi ﷺ bersabda :


(( والكلمة الطيبة صدقة )) متفق عليه

"Bertutur kata yang baik adalah sedekah."


Dari Abu dzar -radiyallahu 'anhu- Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku :

(( لا تحقرن من المعروف شيئا، ولو أن تلقى أخاك بوجه طلق )) رواه مسلم


"Jangan sekali kali meremehkan sedikit pun perbuatan baik, walaupun hanya berjumpa dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri."

 (H.R. Muslim)


📚 رياض الصالحين- باب استحاب طيب الكلام وطلاقة الوجه عند اللقا

➖➖➖➖➖

 || https://t.me/salafy_cirebon

JANGAN KAMU RENDAHKAN PARA HAMBA ALLAH!


⁦✍️⁩ Al-Munawi rahimahullah berkata :

✅ "Maka seyogyanya bagi manusia untuk tidak merendahkan siapa pun. Bisa jadi orang yang direndahkannya lebih bersih hatinya, lebih suci amalannya dan lebih ikhlas niatnya.


Sungguh, merendahkan para hamba Allah akan menyebabkan kerugian, kerendahan dan kehinaan."

📚 Faidhul Qadir (5/380)

‏قال المناوي - رحمه الله تعالى :
( فينبغي للإنسان أن لا يحتقر أحدًا ؛ فربما كان المحتقَر أطهرُ قلبًا ، وأزكى عملًا ، وأخلص نية ،
فإنَّ احتقار عباد الله يورث الخسران ، ويورث الذُّل والهوان ) .

📘 فيض القدير (٣٨٠/٥]

https://twitter.com/fzmhm12121/status/1047973432690987008

➖➖➖➖➖

 || https://t.me/salafy_cirebon


Kerjakan empat rakaat shalat Dhuha

🌷Faedah Hadits Ringkas

🍃Silsilah Amalan- Amalan Dengan Pahala Berlimpah : Kerjakan empat rakaat shalat Dhuha dengan begitu Allah Ta'ala akan menjagamu dan Bersedekahlah denganya.


✅Disebutkan dalam riwayat Imam Tirmidzi rahimahullah :

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَوْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ أخرجه الترمذي. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Dari Abu Dardaa’ atau Abu Dzar radhiallahuanhuma dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Allah Ta'ala berfirman: “Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku pada awal hari empat rakaat, niscaya Aku akan menjagamu disisa hari tersebut” (Riwayat Imam Tirmidzi )

✅Dan juga sabda beliau Shalallahu alaihi wassalam :

َ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى.

“Di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbiih adalah sedekah, setiap tahmiid adalah sedekah, setiap tahliil adalah sedekah, setiap takbiir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha" (Riwayat Imam Muslim).


✅Jumlah rakaat dan cara mengerjakanya, Berkata Syeikh Ibnu Utsaimin dan Syeikh Bin Baaz rahimakumullah :

أما عدد ركعاتها فأقلها ركعتان، وأكثرها ما شاء الإنسان

"adapun jumlah rakaatnya yg paling sedikitnya dua rakaat dan paling banyaknya sesuai keinginan seseorang ( bisa 4. 6.8 rakaat atau lebih) "

فالسنة أن يصلي الإنسان اثنتين اثنتين يسلم لكل اثنتين , لقوله عليه الصلاة والسلام: ((صلاة الليل والنهار مثنى مثنى))


" Maka yg sunnah seseorang shalat dengan cara dua rakaat , dua rakaat dan salam setiap dua rakaat tersebut, sebagaimana sabda beliau :

"Shalat malam dan siang adalah dua rakaat dua rakaat"

Wallahu a'lam bishshawab

📚Akhukum Fillah Ustadz abu amina حفظه الله
Fipondok Yatim Non Yatim Annashihah Cepu dikutip dari Majmu' Fatwa Syeikh Utsaimin dan Syeikh Ibnu Baaz serta Shahih Tirmidzi Syeikh Albaniy dan Imam Muslim Rahimakumullah.

 https://t.me/pesantren_salaf_online

WASPADAILAH DIRIMU SENDIRI!!


✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

والنفوس لهِجةٌ بمعرفة محاسنها ومعرفة مساوىء غيرها.

"Jiwa-jiwa itu (tabiat dasarnya) suka mengetahui kebaikan-kebaikan dirinya dan mengetahui keburukan-keburukan orang lain."

📚 Jami'ul Masail, jilid 3 hlm. 87

🌍 Sumber || https://twitter.com/m_alfwaid/status/787720643848572930

 || http://telegram.me/ForumSalafy

DUA SIFAT YANG SALING BERKAITAN


✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:

البخل يلازم الجبن، والكرم يلازم الشجاعة، إذا رأيت كريمًا سخيًّا فاعلم بأنَّه شجاع، وإذا رأيت بخيلًا شحيحًا فاعلم أنَّه جبان.

"Sifat kikir selalu menyertai sifat pengecut, sedangkan sifat dermawan selalu menyertai sifat berani. Jika engkau melihat seseorang yang dermawan dan pemurah maka ketahuilah bahwa dia adalah seorang pemberani, dan jika engkau melihat seseorang yang pelit dan kikir maka ketahuilah bahwa dia seorang penakut."

📚 Syarh Asbab Insyirahish Shadr, hlm. 66

🌍 Sumber || https://twitter.com/MonjedHaddad/status/1050034952648167430?s=19

 || http://telegram.me/forumsalafy

MAKRUHNYA SHOLAT SUNNAH SETELAH IQOMAH, BAIK QOBLIYAH ATAU SHOLAT SUNNAH LAINNYA


Dari Abu Hurairoh radiyallahu 'anhu, dari Nabi shalallahu 'alaihi wa salam, beliau bersabda :

إذا أقيمت الصلاة فلا صلاة إلا المكتوبة. رواه مسلم

"Jika iqomah untuk sholat telah dikumandangkan, maka tidak ada sholat kecuali sholat wajib."

(H.R Muslim)

📚 رياض الصالحين

➖➖➖

 || https://t.me/salafy_cirebon

WAJIBNYA MENUNDUKKAN PANDANGAN



✍️ Asy-Syaikh Ali Yahya Al-Haddadi hafizhahullah berkata :

✅ Ketika seorang perempuan tidak menegakkan kewajibannya untuk menutup aurat dan menjaga kesopanan, kemudian keluar dalam keadaan berhias, maka ini semua tidak menggugurkan kewajiban seorang laki-laki untuk tetap menundukkan pandangannya. Bahkan wajib baginya untuk melawan nafsunya, menundukkan dan memalingkan pandangan darinya.

☀️ Allah ta'ala berfirman :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaknya mereka menahan sebagian pandangannya (yang haram), dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala yang mereka perbuat."

~~~

‏إذا لم تقم المرأة بالواجب عليها من الستر والاحتشام وخرجت متبرجة فذلك لا يسقط عن الرجل الواجب عليه من غض البصر بل يجب عليه أن يجاهد نفسه ويغض بصره ويصرفه عنها.
قال تعالى (قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون).

https://twitter.com/amri3232/status/1044555487960862721

➖➖➖

|| https://t.me/salafy_cirebon

Saturday, 6 October 2018

JANGAN SUKA SIBUK MENCAMPURI URUSAN ORANG LAIN!!


✍🏼 Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:

ومن تغافل عن عيوب الناس وأمسك لسانه عن تتبع أحوالهم التي لا يحبون إظهارها، سلم دينه وعرضه.

"Siapa yang melupakan aib-aib orang lain dan menahan lisannya dari mencari-cari keadaan mereka yang mereka tidak suka untuk ditampakkan, selamatlah agama dan kehormatannya."

📚 Al-Fawakih asy-Syahiyyah, hlm. 112

🌍 Sumber || https://twitter.com/durra_salafiyaa/status/885771085819637760

 || http://telegram.me/ForumSalafy

ORANG YANG MERUGI ADALAH YANG MENYIA-NYIAKAN BANYAKNYA PINTU-PINTU KEBAIKAN


✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Mu’thy bin Jayid ar-Ruhaily hafizhahullah berkata:

‏من فضل الله؛ أن جعل للخير أبواباً عدّة، يلج العبد منها بما يلائم حاله، فقد يتيسر له باب دون آخر، والفائز غدا من اغتنم حياته في نيل الفضائل.

"Termasuk keutamaan dari Allah adalah dengan Dia menjadikan kebaikan memiliki sekian banyak pintu yang seorang hamba bisa masuk dari pintu-pintu tersebut sesuai dengan keadaannya, karena bisa jadi sebuah pintu mudah baginya namun pintu lain tidak, dan orang yang beruntung kelak (di akhirat) adalah siapa yang memanfaatkan hidupnya dengan sebaik-baiknya untuk meraih berbagai keutamaan tersebut."

🌍 Sumber || https://twitter.com/alrohaily1437/status/826382703884906496
|| http://telegram.me/ForumSalafy


Thursday, 4 October 2018

INILAH YANG BISA MEMBUKA DAN MENERANGI HATIMU




💬 Imam Asy Syafi'i - rahimahullah- berkata :

🔓💡 "Siapa yang menyukai agar Allah membukakan hatinya atau menyinari hatinya maka hendaknya ia meninggalkan ucapan yang tidak bermanfaat dan meninggalkan kemaksiatan. Hendaknya ia memiliki amalan tersembunyi antara dia dengan Allah -Ta'ala- saja.

✍🏻 Dalam riwayat lain :

🕋 "Maka hendaknya ia menyendiri, sedikit makan, meninggalkan pergaulan dengan orang-orang jahil dan membenci orang berilmu yang tidak berlaku adil dan tidak beradab."

📕📙 Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab karya An Nawawi 1/31
____________

✍🏻 قال الإمام الشَّافِعِيُّ -رَحِمَهُ اللهُ-


« مَن أحَبَّ أن يَفتَحَ اللهُ قَلبَهُ أو يُنَوِّرَهُ؛ فَعَلَيهِ بِتَركِ الكَلامِ فِيمَا لَا يَعنِيهِ، واجتِنَابِ المَعَاصِي،

ويَكُونُ لَهُ خَبِيئَةٌ فِيمَا بَينَهُ وبَينَ اللهِ تَعَالَى مِن عَمَلٍ.

وفِي رِوَايَةٍ: فَعَلَيهِ بالخَلوَةِ، وقِلَّةِ الأكلِ، وتَركِ مُخَالَطَةِ السُّفَهَاءِ،

وبُغضِ أهلِ العِلمِ الَّذِينَ لَيسَ مَعَهُم إنصَافٌ ولا أدَبٌ ».

📕[ المَجمُوعُ شَرحُ المُهَذَّب لِلنَّوَوِيِّ || ١ / ٣١ ]

➖➖➖

|| https://t.me/salafy_cirebon

BERBAIKSANGKALAH ENGKAU KEPADA ALLAH ﷻ


Dari Jabir bin 'Abdullah -radiyallahu 'anhuma-, ia berkata :

" Tiga hari sebelum Nabi ﷺ wafat, ia mendengar Nabi ﷺ bersabda :

 « لا يموتن أَحَدُكُم إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ باللَّه عزَّ وَجَلَّ » رواه مسلم

📘 رياض الصالحين

🤲🏻 Jangan sekali-kali salah seorang diantara kamu meninggal dunia (wafat), kecuali dalam keadaan ia berbaik sangka kepada Allah ﷻ (mengharapkan rahmat dan ampunan-Nya) [ H.R Muslim ]

📂 Riyadhus Sholihin

➖➖➖

 || https://t.me/salafy_cirebon


APA YANG DIUCAPKAN JIKA SESEORANG MERASA TAKJUB DENGAN HARTANYA


✍🏻 Asy Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah-


💎 "Jika seseorang merasa takjub kepada sebagian hartanya hendaknya mengucapkan:

(ما شاء الله لا قوة إلا بالله)

"Masya Allah Laa Quwata Illa Billah"

👉🏻 "Ini atas kehendak Allah, tidak ada kekuatan kecuali karena Allah."

🤲🏼 Sampai ia serahkan semua urusannya kepada Allah Azza wa Jalla, bukan kepada daya dan upayanya sendiri.

📜📌Telah datang dalam sebuah atsar bahwa barangsiapa yang mengucapan kalimat tersebut pada sebagian harta yang membuatnya takjub maka sungguh ia tidak akan melihat sesuatu yang dibenci di dalamnya.

📕📙 Tafsir Surat Al Kahfi halaman 72
________
📍ماذا يقول الإنسان إذا أعجبه شيء من ماله؟

🔸الشيخ/ ابن عثيمين رحمه الله

وينبغي للإنسان إذا أعجبه شيء من ماله أن يقول: (ما شاء الله لا قوة إلا بالله) حتى يفوض الأمر إلى الله عز وجل لا إلى حوله وقوته، وقد جاء في الأثر أن من قال ذلك في شيء يعجبه من ماله فإنه لن يرى فيه مكروها.

📚 تفسير سورة الكهف صـ ٧٢


📌قناة فوائد العلامة ابن عثيمين
t.me/othaymen

➖➖➖

|| https://t.me/salafy_cirebon

DISUKAI MENYEMBUNYIKAN AMALAN SHALIH DARI SIAPAPUN




✍️ Al-Hafizh Al-Fallas rahimahullah berkata :


"Mereka menyukai agar seseorang memiliki sebagian amalan shalih yang tersembunyi yang tidak diketahui oleh istrinya maupun orang lain."

📚 Tahdzib Tahdzibil Kamal Li Adz-Dzahabi (5/125)

‏قال الحافظ الفلاس: (كانوا يستحبون أن يكون للرجل خبيئة من عمل صالح لا تعلم بها زوجته ولا غيرها)
تذهيب تهذيب الكمال للذهبي(٥/١٢٥)

https://twitter.com/bder_alenezi/status/1045774302635847680?s=09

➖➖➖

 || https://t.me/salafy_cirebon


Wednesday, 3 October 2018

ADZAB DUNIA MENGINGATKAN ADZAB AKHIRAT YANG JAUH LEBIH KERAS DAN PEDIH


Allah Ta'ala berfirman:

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ.

"Dan demikianlah hukuman Rabbmu apabila Dia menghukum penduduk negeri-negeri itu ketika mereka berbuat zhalim, sesungguhnya hukuman-Nya sangat pedih dan keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut terhadap adzab akhirat." (QS. Hud: 102-103)

 || http://telegram.me/forumsalafy

BAGI YANG INGIN SHALATNYA BERMANFAAT


✍🏻 Bakr bin Abdillah al-Muzany rahimahullah berkata:

إذا أردت أن تنغعك صلاتك فقل: لعلي ﻻ أصلي غيرها.

"Jika engkau ingin shalatmu bermanfaat bagimu, maka katakanlah: mungkin aku tidak akan mengerjakan shalat lagi selain ini (mati setelah itu)."

📚 Qashrul Amal, karya Ibnu Abid Dunya, no. 104

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/814377045497180160

| http://telegram.me/ForumSalafy

ORANG YANG BERTAKWA TIDAK BERBICARA JIKA TIDAK PENTING, KARENA UCAPAN YANG MUBAH SERING MENYERET KEPADA YANG HARAM



✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

إن وصيتي لكل مسلم تقوى الله سبحانه وتعالى في جميع الأحوال، وأن يحفظ لسانه عن جميع الكلام إلا كلاما ظهرت فيه المصلحة؛ لأنه قد يجر الكلام المباح إلى حرام أو مكروه، وذلك كثير بين الناس.

"Sesungguhnya wasiat saya untuk setiap muslim adalah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam semua keadaan, dan hendaknya dia menjaga lisannya dari semua ucapan selain ucapan yang jelas maslahatnya, karena ucapan yang mubah sering kali menyeret kepada yang haram atau makruh, dan itu banyak terjadi diantara manusia."

📚 Majmu'ul Fatawa, jilid 3 hlm. 236

🌍 Sumber || https://twitter.com/rayatalislah/status/1046684406373646337?s=19
 || http://telegram.me/forumsalafy


HUKUM MENYIMPAN FOTO MAYIT ATAU BARANG-BARANGNYA



✍🏻 Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

📬 Pertanyaan:

فضيلة الشيخ,ما حكم الاحتفاظ بصور الميت أو شيء من حوائج الميت كثوبه أو ساعته؟

Wahai Syaikh yang mulia, apa hukum menyimpan foto mayit atau sesuatu dari barang-barang miliknya seperti pakaian atau jam tangannya?

🔓 Jawaban:

الاحتفاظ بصورة الميت لا يجوز، ومن عنده شيء منه فليحرقه الآن؛ لأن تذكر الميت يجدد الأحزان.


Menyimpan foto mayit itu tidak boleh, barang siapa yang masih menyimpan sesuatu dari (foto) nya, hendaknya ia membakarnya sekarang!
Karena mengingat-ingat mayit itu akan memperbarui kesedihan.

وكذلك ما يبقى من ثيابه إما أن يستعمل ويلبس حتى يبلى أو يتصدق به.

Demikian juga apa yang masih disimpan berupa pakaiannya, sebaiknya dipergunakan, dipakai hingga usang atau disedekahkan.

أما أن تبقى ذكرى للميت فهذا أيضاً مما يجدد الحزن، وهو نعي فعلي. نعي الميت يكون إما بالقول وإما بالفعل، وهذا نعي له بالفعل.

Adapun kalau dibiarkan sebagai kenang-kenangan mayit, maka ini juga perkara yang akan mengulang kesedihan dan ini termasuk perbuatan meratap. Meratapi mayit itu bisa dalam bentuk ucapan, bisa pula perbuatan. Dan (menyimpan barang mayit) termasuk meratap dengan perbuatan.

ولا يجوز أيضاً إبقاء ثيابه لتذكره.

Maka tidak boleh menyimpan foto mayit, tidak boleh juga menyimpan pakaiannya untuk mengenangnya.

📚 Sumber || http://binothaimeen.net/content/5946

| http://telegram.me/ForumSalafy

Friday, 28 September 2018

JANGAN ENGKAU BIARKAN MAKANAN YANG JATUH


✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"إذا أكل أحدكم طعاماً، فسقطت لقمَتُهُ، فايُمِط ما رابهُ منها، ثم لِيَطعمها، ولا يدعها للشيطان"

"Jika salah seorang diantara kalian makan sesuatu, lalu makanan tersebut jatuh, hendaknya ia bersihkan makanan tersebut dari kotoran yang menempel kemudian memakannya, dan janganlah ia membiarkannya dilahap oleh setan".

(Shahih al-Jami' - 378
al-Irwa' - 1971)

🌏 Sumber || https://telegram.me/imamalalbany

| http://telegram.me/forumsalafy

MERAIH PAHALA HAJI DAN UMRAH TANPA PENGORBANAN HARTA



☝💬 Rasulullah ﷺ pernah bersabda :

🕌 Barangsiapa mengerjakan shalat subuh secara berjama'ah lalu dia duduk untuk berdzikir kepada ALLAH sampai terbitnya matahari kemudian dia shalat dua raka'at, maka dia akan mendapatkan pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna dan sempurna.

✍ Sumber :
HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Bani rahiimahullaah


قال النَّبِيِّ ﷺ :
مَـنْ صَلَّى الْغَدَاةَ -الفجر- فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ ".
رواه الترمذي وصححه الألباني

_____________


https://t.me/KajianIslamTemanggung


3 ORANG SAUDARA KANDUNG SALING BERMUSUHAN KARENA KEYAKINAN YANG BERBEDA

🔊 Berkata Imam Ibnu Hazm rahimahullah:

☝🏻 mereka adalah :

1⃣. Harun bin Ri'ab
2⃣. Ali bin Ri'ab
3⃣. Al-Yaman bin Ri'ab.

1⃣. Harun bin Ri'ab merupakan seorang Ahlussunnah

2⃣. Sementara Ali bin Ri'ab merupakan salah satu pemimpin kaum Syi'ah Rafidhah

3⃣. Adapun Al-Yaman bin Ri'ab termasuk tokoh kaum Khawarij ( teroris )

🗡 Dan mereka semua saling bermusuhan

📚 Sumber : Maghanil-Akhyar karya al-'Ainy 3/169

--------------------------

|[ من عجائب التراجم ]|

- هارون بن رئاب .
- وعلي بن رئاب .
- واليمان بن رئاب .

ثلاثة إخوة في النسب :

✍🏻 قال ابن حزم رحمه الله تعالى :

فهارون من أهل السنة.
وعلي من أئمة الروافض !
واليمان من أئمة الخوارج !

 وكانوا مُتَعَادين كلهم ! .


|[ انظر : "مغاني الأخيار" للعيني (٣/ ١٦٩) ]|

•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••


https://t.me/KajianIslamTemanggung

HATI-HATI MENGGANGGU TETANGGA

════════════════════

 


☝💬 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

Demi ALLAH tidak beriman, demi ALLAH tidak beriman, demi ALLAH tidak beriman.

💬 Ada yang bertanya kepada beliau :

Siapa dia wahai Rasulullah❓

💬 Beliau menjawab :

Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari kejahatan-kejahatannya.

✍ Sumber :
HR. Bukhari & Muslim

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. رواه البخاري و مسلم

_________________


https://t.me/KajianIslamTemanggung

Wednesday, 26 September 2018

Sholatnya akhwat di masjid nisaa mengikuti imam dimasjid banin. Apakah sah? Atau apakah dibenarkan?



🖋 Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sampai kepada kami tentang sholatnya akhwat di masjid nisaa mengikuti imam dimasjid banin. Apakah sah? Atau apakah dibenarkan?


Maka kita jawab:

 Pertama, Masjid Nisaa bukan masjid "lain". Itu sama-sama masjid Abu Bakar As Shiddiq. Hanya saja --dengan izin Allah dan inayahnya--kita bangunkan tempat khusus dibelakangnya untuk para ibu ibu dan para wanita.

Kedua, sudah biasa kita saksikan di masjid-masjid para ulama yg tempat akhwatnya terpisah secara total. Namun mereka tetap bermakmum kepada imam di masjid rijal dengan mendengar suaranya. Seperti yang saya (ust Muhammad) saksikan ditempat syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah.

Ketiga, telah banyak fatwa-fatwa para ulama terdahulu yang membolehkan demikian. Diantaranya:

وقد رواه البخاري (729) تحت باب :
إذا كانَ بينَ الإِمَامِ وَبَيْنَ القَوْمِ حَائِطٌ ، أَوْ سُتْرَةٌ

 Telah diriwayatkan oleh Imam Bukharidalam bab: "Jika antara imam dan makmum ada tembok atau pemisah" :

 وقال الحسنُ : لا بأس أن تصلِّي وبينكَ وبينهُ نهر. وقال أبو مجلزٍ: يأتمُّ بالإمامِ - وإنْ كانَ بينهما طَريقٌ أو جدارٌ - إذا سمعَ تكبيرَ الإمامِ )

Berkata Al Hasan rahimahullah:

"tidak mengapa engkau sholat dalam keadaan antara kamu dengan imam ada sungai"

Berkata Abu Mijliz__rahimahullah__ : "tidak mengapa engkau sholat mengikuti imam walaupun antara kamu dgn imam ada jalan atau tembok, jika kamu mendengar takbir imam"

قال ابن رجب رحمه الله تعالى :
" مراد البخاري بهذا الباب : أنه يجوز اقتداء المأموم بالإمام ، وإن كان بينهما طريق أو نهر ، أو كان بينهما جدار يمنع المأموم من رؤية إمامه ؛ إذا سمع تكبيره "
"فتح الباري " (6 / 297)

Berkata Ibnu Rajab
 rahimahullah :

Yang dimaksud oleh al Bukhari dengan bab ini adalah, tidak mengapa makmum mengikuti imam walaupun antara keduanya terpisah jalan, sungai atau tembok yang menghalangi makmum dari melihat imam. Jika dia mendengar takbirnya imam.
( fathul bari 6\297)

قال النووي رحمه الله تعالى :
" يشترط لصحة الاقتداء : علم المأموم بانتقالات الإمام ؛ سواء صليا في المسجد أو في غيره ، أو أحدهما فيه والآخر في غيره . وهذا مجمع عليه .
قال أصحابنا : ويحصل له العلم بذلك : بسماع الإمام ، أو من خلفه ، أو مشاهدة فعله ، أو فعل من خلفه .
ونقلوا الإجماع في جواز اعتماد كل واحد من هذه الأمور" انتهى من " المجموع " (4 / 309)

Berkata an Nawawi rahimahullah :

✍🏻 Disyaratkan untuk sahnya mengikuti imam adalah pengetahuan makmum tentang gerakan-gerakan perpindahan imam.

Sama saja apakah keduanya sholat dimasjid ataupun ditempat lain. Atau yg satu dimasjid yg lain di tempat lain. Dan ini adalah perkara yg sudah disepakati secara ijma'.

Berkata sahabat-sahabat kami: pengetahuan tentang gerakan-gerakan imam dapat dihasilkan dengan mendengar suara imam, atau mengikuti dibelakangnya, atau menyaksikan gerakannya, atau melihat gerakan makmum yg dihadapannya.

Mereka menukil Ijma' tentang bolehnya bermakmum dengan mengandalkan perkara tersebut (yakni dengan mendengar, melihat atau mengikuti yg dihadapannya. Pent.)

Asatidzah pondok Dhiya' us Sunnah Cirebon.

Penasihat,
Al Ustadz Muhammad bin Umar Assewed حفظه الله


https://t.me/Salafy_cirebon

Saturday, 22 September 2018

Puasa Tasu'a dan 'Asyura, yaitu tanggal 9 & 10 Muharram



Diantara Fadhilahnya;
Mengikuti Sunnah dan menghapus dosa setahun yang lalu.

Semoga Allah memudahkan dan mengabulkan..

Keutamaan Puasa Bulan Muharram, Hari 'Asyura dan Tasu'a

Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Muharram;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ . " رواه مسلم 1982

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram.”
[HR. Muslim]

Terutama puasa tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 ('Asyura) Muharram, minimal tanggal 10 saja;

قال النبي صلى الله عليه وسلم : " صيام يوم عاشوراء ، إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله . "
رواه مسلم 1976

“Puasa hari ‘Asyura (10 Muharram), aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”
[HR. Muslim]

Disunnahkan juga puasa Tasu’a (9 Muharram).

Hadis-Hadis Seputar Puasa ‘Asyura:

1. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa ‘Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam , berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadhan.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)

3. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?.
Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini.
Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam-pun bersabda :
“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian“
Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa.
(H.R. Bukhari dan Muslim)

4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda :
“Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“
(H.R. Bukhari dan Muslim)

5. Imam Ahmad dalam Musnadnya membawakan tambahan:
“Hari ‘Asyura adalah hari ketika perahu Nabi Nuh berlabuh di bukit Judiy, lalu Nabi Nuh berpuasa sebagai bentuk syukur.”

Bagaimana Berpuasa ‘Asyura ?

Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :

- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (tanggal 9, 10 & 11).

- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits.

- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.

Puasa sebanyak tiga hari (9, 10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan beberapa alasan sebagai berikut :

1. Untuk menyelisihi Ahli Kitab.

2. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat.

3. Dimasukkan dalam puasa tiga hari setiap bulan.

Semoga Bermanfaat.

Sebarkan info ini supaya mendapat ridha dan pahala dari Allah serta amal jariyah..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

MENONTON PERTANDINGAN OLAHRAGA BISA MENGERASKAN HATI!!


✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

مما يقسي القلب متابعة الألعاب الرياضية، وتشجيعها ومشاهدتها، والانشغال بها في غالب الوقت.

"Termasuk hal-hal yang mengeraskan hati adalah mengikuti permainan olahraga, mendukungnya, menyaksikannya, dan menyibukkan diri dengannya di kebanyakan waktu."

📚 Al-Khuthabul Mimbariyyah, jilid 2 hlm. 78

🌍 Sumber || https://twitter.com/DrSFawzan/status/863114765526327299

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

JANGAN REMEHKAN KEBAIKAN ATAU KEBURUKAN SEKECIL APAPUN



☝💬 Telah datang di dalam as-Shahihain dari Nabi shallallaahu'alaihiwa sallam bahwasannya beliau bersabda :

🌴 Sungguh aku melihat seseorang yang berlalu-lalang di surga dengan sebab sebuah pohon yang ia tebang karena menghalangi jalannya manusia.

✒ Berkata Ibnu Hajar rahimahullaah ketika memberikan catatan kaki terhadap hadits di atas :

✅ Semestinya seseorang tidak meninggalkan suatu kebaikan meskipun itu kecil (sedikit). Demikian pula sepantasnya dia meninggalkan suatu kejelekan meskipun itu kecil (sedikit).

Karena ia tidak tahu kebaikan mana yang ALLAH memberikan rahmat kepadanya dengan sebab itu. Dia tidak tahu pula kejelekan apa yang menjadikan ALLAH murka kepadanya dengan sebab itu.

✍ Sumber :
Fathul Baari 11/321

👈لا تُحَقّرنَّ من المعروف شيئاً :

📔جاء في الصحيحين عن النبي ﷺ أنه قال :

(( لقد رأيت رجلا يتقلّب في الجنة فِي شجرة قطعها من ظهر الطريق، كانت تؤذي الناس ..)) .

📔قال ابن حجر رحمه الله مُعلّقا ً:

"ينبغي للمرء أن لا يزهد في قليل من الخير أن يأتيه ، و لا في قليل من الشر أن يجتنبه ،

👈 فإنه لا يعلم الحسنة التي يرحمه الله بها ، و لا السيئة التي يسخط عليه بها ".

📔[فتح الباري ١١/ ٣٢١] .

_________________

https://t.me/KajianIslamTemanggung

Menuntut Ilmu dengan Cara Mendengarkan Radio atau Semisalnya

Sarimin, Gedong Panjang, Tanah Pasir RT 001 RW 011, Kelurahan Penjaringan – Jakarta
Pertanyaan 122 :
Bagaimanakah hukumnya orang yang mendapatkan ceramah-ceramah Agama Islam, baik kuliah Shubuh maupun pengajian yang tertentu, misalnya yang diadakan di amatir-amatir. Sedang saya sendiri selalu mengikuti cukup di rumah saya sendiri, pakai radio saya yang ada. Apakah bagi pendengar di rumah masing-masing sudah termasuk golongan orang yang mencari ilmu? Adakah hanya pahala saja?
Jawaban 122 :
Tiap-tiap kebajikan yang dilakukan dengan keikhlasan hati, tentu ada pahalanya. Karena Allah swt tidak akan menyia-nyiakan pahala terhadap orang-orang yang berbuat baik.
 Saudara mendengar ceramah-ceramah, kuliah-kuliah agama, melalui pesawat radio saudarapun merupakan kebaikan, dan ada pahalanya Insya Allah. Akan tetapi untuk menamakan hal itu dengan “mencari ilmu” adalah tidak tepat. Karena jika saudara belajar di atas sofa, sambil menikmati rokok Dji Sam Soe, dengan memutar knop pesawat radio saudara pada gelombang yang tengah mengadakan ceramah atau tanya jawab keagamaan, yang terkadang saudara terus kepulasan dengan tak tahu lagi ujung dan pangkal ceramah itu, lalu dinamakan “mencari ilmu”, rasanya kurang tepat. Tetapi bila cara demikian, masih juga saudara mendapat tambahan ilmu, dan memahaminya apa yang diuraikan dalam tabligh atau taqrir ilmu, yang lebih tepat namanya saudara “ketiban ilmu” kata orang Jakarta. Ketiban ilmu artinya tertimpa ilmu. Ini suatu keuntungan besar. Jadi saudara belum mencari atau menuntut ilmu. Menuntut ilmu atau mengaji, wajiblah saudara berusaha mencari guru.
Kalau tidak ada guru di tempat saudara, wajib saudara melakukan perjalanan, ataupun mengarungi lautan. Di dalam mencari ilmu itu capek, penat dan letih. Tidak ada mencari ilmu dengan enak-enakan. Di dalam Al Qur’an Allah swt. menghikayatkan perkataan Nabiyallah Musa as. dalam perjalannya mencari Nabiyallah Khidlir untuk berguru kepadanya :

Artinya : Berikanlah kepada kami makanan siang kami. Demi sesungguhnya telah kami jumpai dari perjalanan kami ini akan keletihan.
 Perjalanan ini adalah perjalanan mencari ilmu. Menurut Syekh Ibnu Ruslan di dalam zubadnya :

Artinya : Barangsiapa yang tidak mengetahui akan sesuatu masalah hendaklah ia bertanya. Barangsiapa yang tidak mendapatkan guru, hendaklah ia berlayar.
 Demikianlah para pendengar sekalian khususnya saudara penanya yaitu yang terhormat saudara Sarimin, jawaban kami atas pertanyaan anda, semoga anda dapat memakluminya.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 2. Menara Kudus. Kudus


Di jaman sekarang dapat disamakan dengan mendengarkan kajian ilmu melalui streaming youtube, mp3 ataupun video mp4 menggunakan handphone. Lebih baiklah menghadiri kajian ilmu secara langsung jika memiliki kemampuan dan kesempatan.

Friday, 21 September 2018

HUKUM MENGGUNAKAN BEJANA DARI EMAS DAN PERAK UNTUK HIASAN


✍ Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :

Ada perselisihan di antara ulama dalam masalah ini. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa menggunakan bejana dari emas dan perak adalah haram, sama saja apakah digunakan atau tidak (sekedar untuk disimpan), apakah digunakan untuk makan dan minum atau selainnya. Akan tetapi yang benar adalah diharamkan penggunaannya untuk makan dan minum saja.

✅ Hal ini karena Nabi ﷺ hanya melarang makan dan minum dengannya. Larangan ini mengkhususkan keumuman firman Allah ta'ala :

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعاً

Dialah yang menciptakan untuk kalian semua yang ada di bumi seluruhnya. (Al-Baqarah:29)

Jika setiap sesuatu yang ada di bumi ini untuk kita, maka kita boleh memanfaatkannya selama tidak dilarang, termasuk menggunakannya untuk hiasan atau -sebagai contoh- untuk selain makan dan minum. Sebagaimana dibolehkan untuk menyimpan obat-obatan, dirham dan yang semisalnya.


✅ Inilah yang benar. Ketika Rasul ﷺ hanya melarang untuk makan dan minum, maka diamnya beliau dari penggunaan yang lain menunjukkan pembolehannya. Inilah yang kuat menurutku. Pada permasalahan ini ada perbedaan pendapat di antara para ulama.


📚 Liqa Babil Maftuh (150)

حكم اتخاذ آنية الذهب والفضة للزينة
هذه فيها خلاف بين العلماء: من العلماء من يقول: إن اتخاذ آنية الذهب والفضة حرام سواء استعملت أو لم تستعمل، سواء استعملت في الأكل أو الشرب أم في غيرهما. ولكن الصحيح: إنما يحرم استعمالها في الأكل والشرب فقط؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم إنما نهى عن الأكل والشرب، والنهي تخصيص؛ لعموم قوله تعالى: ﴿ هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعاً﴾ [البقرة:29] فإذا كان كل ما في الأرض فهو لنا ننتفع به حيث لا نهي فيه فإنه يدخل في ذلك اتخاذه للزينة أو استعمالها مثلاً في غير الأكل والشرب. كما أذن استعمالها في حفظ بعض الأدوية وحفظ الدراهم وما أشبه ذلك، هذا هو الصحيح، وإذا كان الرسول إنما نهى عن الأكل والشرب فسكوته عن بقية الانتفاع يدل على الجواز. هذا هو الذي يترجح عندي والمسألة فيها خلاف بين العلماء.

📘 لقاء الباب المفتوح [150]
➖➖➖

⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

SYARAT-SYARAT DIAMPUNINYA DOSA DARI SATU JUMAT KE JUMAT YANG LAIN


✅ Dari Salman al-Farisi radliyallahu 'anhu dia berkata: Nabi ﷺ bersabda:
"Tidaklah seseorang mandi di hari Jum'at, bersuci semampu dia, memakai minyak wangi, atau menyentuh wewangian rumahnya, kemudian dia keluar (menuju masjid) dan tidak memisahkan (duduk) antara dua orang. Lalu dia shalat semampunya, kemudian dia diam ketika imam berkhutbah, kecuali diampuni dosa-dosanya antara Jum'at itu dengan Jum'at yang lain."
H.R. Al-Bukhari no 883

📝 Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah:

"Diampuninya dosa dari satu Jum'at ke Jum'at (yang lain) dipersyaratkan dengan terwujudnya semua yang telah disebutkan berupa:

1⃣. Mandi

2⃣. Bersuci

3⃣. Memakai wewangian atau minyak wangi

4⃣. Memakai pakaian terbaik

5⃣. Berjalan dengan tenang

6⃣. Tidak melangkahi (pundak-pundak manusia) dan tidak memisahkan (duduk) antara dua orang

7⃣. Tidak menggangu

8⃣. Melakukan shalat nafilah (sunnah)

9⃣. Diam (ketika imam berkhutbah)

🔟. Meninggalkan perbuatan sia-sia (bermain-main)."

📚 Fathul Bari (2/372)

🍋 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)

🖊 Abu Abdillah Rahmat

🔎 Muraja'ah: al-Ustadz Kharisman _hafizhahullah_

🗓 4 Muharram 1440 H
      14 September 2018

🇸🇦 Arabic

❍ شروط تكفير الذنوب من الجمعة إلى الجمعة

عن سلمان الفارسي قال: قال النبي ﷺ:

«لا يغتسل رجل يوم الجمعة، ويتطهر ما استطاع من طهر، ويدهن من دهنه، أو يمس من طيب بيته، ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين، ثم يصلي ما كتب له، ثم ينصت إذا تكلم الإمام، إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى».

❒📚 رواه البخاري برقم ❪٨٨٣❫.

❍ قال ابن حجر -رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى -:

تكفير الذنوب من الجمعة إلى الجمعة مشروط بوجود جميع ما تقدم من
✵غسل
✵وتنظف
✵وتطيب أو دهن
✵ولبس أحسن الثياب
✵والمشي بالسكينة
✵وترك التخطي والتفرقة بين الاثنين
✵وترك الأذى
✵والتنفل
✵والإنصات
✵وترك اللغو.

❒📚 ❪فتح الباري❫ ❪٣٧٢/٢❫

       ‏༅‏༄༅‏༄༅❁✿❁ ‏༄༅‏༄༅‏༄

📲 قَنـاةُ【السُنّه السَلَفِية】مِـنْ هُنـ↶ـا:
👉 http://cutt.us/WRFgL
           https://t.me/lbnAlarbi

♻️ سَاهِمُوا بِنَشْرِهَا فَالدّالُّ علَى الخَيرِ كَفَاعِلِه.

‎➖➖➖
📌 TURUT PUBLIKASI:

⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

CARA MUDAH MENGHADAPI MUSIBAH


Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa hal yang akan mengobati panasnya musibah dan kesedihan. Di antara yang beliau sebutkan:

1. Sabar dan mengucapkan, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”

2. Menelaah musibah yang menimpanya, bahwa Allah mempersiapkan baginya sesuatu yang lebih baik dari itu.

3. Memadamkan api musibah dengan ber-uswah (meneladani) orang-orang saleh dahulu yang terkena musibah.

4. Mengetahui bahwa berkeluh kesah tidak akan menghilangkan musibah tetapi justru menambah musibah.

5. Hilangnya hikmah yang akan didapat dengan sebab tidak bersabar dalam musibah, yakni mendapatkan shalawat Allah, rahmat, dan hidayah yang lebih besar dibandingkan musibah itu sendiri.

6. Dia hendaknya mengetahui bahwa berkeluh kesah akan membuat senang musuhnya, menyebabkan murka Rabbnya, membuat senang setan, menggugurkan pahalanya, dan melemahkan dirinya. Adapun jika dia bersabar dan ber-ihtisab (mengharap dan mencari pahala dengan musibah tersebut), dia akan mengalahkan dan mengusir setannya, menyebabkan keridhaan Rabbnya, membuat senang temannya, dan membuat jengkel musuhnya.

7. Sebesar apa pun keluh kesah dan kekesalannya, akhirnya dia tetap harus bersabar.

8. Obat yang paling bermanfaat adalah mencocoki apa yang dicintai dan diridhai Rabbnya.

9. Hendaknya meyakini bahwa yang menimpakan musibah kepadanya adalah Ahkamul Hakimin dan Arhamur Rahimin. Dia tidak hendak membinasakanmu atau menyiksamu tetapi hendak menguji kesabaran dan keimananmu.

10. Seandainya tidak ada musibah niscaya manusia akan ditimpa oleh kesombongan, keangkuhan, dan menjadi keras hati mereka.

(Disadur dari Zadul Ma’ad)

Join channel kami di

 http://t.me/programpedulilombok

HUKUM SHALAT DI MASJID YANG ADA KUBURANNYA


✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah


Tidak boleh meletakkan kuburan di masjid, sama saja apakah di kiblatnya, di belakang orang-orang yang shalat, di samping kanan, atau di samping kiri mereka.

Jika seseorang dimakamkan di dalam masjid walaupun dia yang membangunnya, maka wajib membongkar kuburan tersebut dan memakamkannya bersama kaum muslimin yang lain.

Namun jika kuburan ada lebih dahulu dan masjid dibangun di atasnya, maka wajib menghancurkan masjid dan membangun kembali yang jauh dari kuburan tersebut.

Hal itu karena keburukan akibat membuat kuburan di masjid sangat besar. Sering kali hal itu menyeret kepada penyembahan terhadap orang yang dikuburkan walaupun sekian lama setelahnya. Sering kali menyeret kepada sikap berlebihan (ghuluw) dalam memuliakannya dan ngalap berkah dengannya. Ini merupakan bahaya besar terhadap kaum muslimin.

Tetapi jika kuburan ada terlebih dahulu maka wajib menghancurkan masjid dan membangun di tempat yang lain.

Sedangkan jika masjid ada lebih dahulu maka wajib mengeluarkan mayit dari kuburannya tersebut dan memakamkannya bersama kaum muslimin yang lain.

Shalat menghadap kuburan diharamkan dan tidak sah, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alahi wasallam:

لَا تُصَلُّوْا إِلَى الْقُبُوْرِ!

"Janganlah kalian shalat menghadap ke kuburan!." (HR. Muslim)

📚 Majmu'ul Fatawa, jilid 12 hlm. 374-375

| http://telegram.me/forumsalafy


TIDAK MEMUDARATIMU, SELAMA ENGKAU TIDAK PEDULIKAN



Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah mengatakan,

ومن الأمور النافعة أن تعرف أن أذية الناس لك وخصوصاً في الأقوال السيئة، لا تضرك بل تضرهم، إلا إن أشغلت نفسك في الاهتمام بها، وسوغت لها أن تملك مشاعرك، فعند ذلك تضرك كما ضرتهم، فإن أنت لم تضع لها بالاً لم تضرك شيئاً.

🍂 "Di antara perkara bermanfaat yang perlu engkau ketahui, bahwa gangguan orang-orang kepadamu, khususnya berupa ucapan jelek, tidak memudaratimu, namun justru memudarati mereka.

🚫 Kecuali, jika engkau sibukkan dirimu dengan memerhatikannya dan engkau biarkan ucapan itu mengendalikan kemarahanmu. Saat itulah, ucapan itu akan memudaratimu sebagaimana memudarati pelakunya. Jika engkau tidak memedulikannya, ucapan jelek itu tidak akan memudaratimu sama sekali."

📚 Al Wasailul Mufidah lil Hayatis Sa'idah hlm. 30

•┈┈•┈┈•⊰✿📖✿⊱•┈┈•┈┈•

📘 Channel Majalah Tashfiyah t.me/majalahtashfiyah

KALAU BUKAN KARENA SHALAT JUM'AT & SHALAT BERJAMA'AH



🔊 Berkata Utsman bin abil Ash radhiyallahu 'anhu

🕋 Kalau seandainya bukan karena shalat jum'at dan juga bukan shalat jama'ah, sungguh akan aku bangun sebuah rumah di bagian tertinggi rumahku ini. Kemudian aku akan masuk dan tidak akan keluar sampai aku dikeluarkan menuju kuburku

📖 Atsar yang hasan ada di dalam kitab az-Zuhd karya Imam Ahmad dengan nomor 824

---------------------

قال عثمان بن أبي العاص رضي الله عنه:

"لولا الجمعة وصلاة الجماعة لبنيت في أعلى داري هذه بيتًا، ثم دخلته فلم أخرج منه حتى أخرج إلى قبري"

حسن/الزهد لأحمد برقم (٨٢٤).

•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••

https://t.me/KajianIslamTemanggung

APA YANG TELAH ENGKAU PERSIAPKAN UNTUK MENGHADAPI HARI KIAMAT?


☝💬 Asy Syaikh Shalih Fauzan حفظه الله berkata :

⛔ Bukan termasuk sikap hikmah (bijak), engkau menanyakan tentang kapan terjadinya hari kiamat.

✅ Namun sikap yang hikmah adalah engkau bertanya tentang apa yang akan engkau amalkan dan bagaimana engkau mempersiapkan diri untuk menghadapi terjadinya hari kiamat ini.

✍ Sumber :
Al Minhatur Robbaaniyah 89

ليس من الحكمة ان تسأل عن قيام الساعة بل الحكمة ان تسأل عما تعمل وكيف تستعد لهذا اليوم*

المنحة الربانية -ص89

_________________

https://t.me/KajianIslamTemanggung

KEUTAMAAN PUASA ATAS AMAL-AMAL YANG LAIN


✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏وكان على الإنسان مظالم للعباد فإنه يؤخذ للعباد من حسناته إلا الصيام، فإنه لا يؤخذ منه شيء، لأنه لله عز وجل وليس للإنسان، وهذا معنى جيد أن الصيام يتوفر أجره لصاحبه ولا يؤخذ منه لمظالم العباد شيئاً.

"Jika seseorang memiliki kezhaliman terhadap hamba-hamba Allah maka (pada hari kiamat nanti) akan diambilkan dari kebaikan-kebaikannya untuk diberikan kepada mereka, kecuali dari puasa karena sesungguhnya tidak diambil darinya sedikitpun, karena puasa untuk Allah dan bukan untuk manusia. Ini adalah makna yang bagus yaitu puasa pahalanya utuh untuk orang yang mengerjakannya dan kezhaliman terhadap hamba-hamba Allah tidak diambilkan darinya sedikitpun."

📚 Syarh Riyadhus Shalihin, jilid 3 hlm. 482

🌍 Sumber || https://twitter.com/HeshamAlhosani/status/1042795770603352064?s=19
http://telegram.me/forumsalafy

Kapankah Hari Terbaik untuk Puasa 'Asyura?

📅 tanggal 10 Muharram saja, atau
📆📅 9 dan 10 Muharram, atau
📆📅📆 9,10,11 Muharram??
➖➖➖➖➖➖➖➖

💺Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata :
“Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam mensyari’atkan kepada kita untuk bershaum sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.
✅ bershaum pada hari ke-9 dan ke-10, ini yang PALING UTAMA.
📌 kalau bershaum pada hari ke-10 dan 11 maka itu sudah MENCUKUPI, karena (dengan cara itu sudah) menyelisihi Yahudi.
🔘 kalau bershaum semuanya bersama hari ke-10 (yaitu 9, 10, dan 11) maka TIDAK MENGAPA. Berdasarkan sebagian riwayat : “Bershaumlah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.”
⚠️ Adapun bershaum pada hari ke-10 saja maka MAKRUH.”
📚 [Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah XV/403, fatwa no. 158]

🌏🍒 Jadi, yang paling utama adalah shaum hari ke-9 dan ke-10.
----------------------------------

Namun, para ‘ulama lainnya ada yang berpendapat bahwa yang paling utama adalah bershaum tiga hari, yaitu 9, 10, dan 11 Muharram. Ini merupakan pendapat :
▶️ Ibnul Qayyim (dalam Zadul Ma’ad II/76), dan
▶️ Al-Hafizh (dalam Fathul Bari).

☑ Pendapat ini dikuatkan pula oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata :
“Shaum ‘Asyura memiliki empat tingkatan :
1⃣ Tingkat Pertama : bershaum pada tanggal 9, 10, dan 11. Ini merupakan tingkatan tertinggi. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad : Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Selisihilah kaum Yahudi.” Dan karena seorang jika ia bershaum (pada) 3 hari (tersebut), maka ia sekaligus memperoleh keutamaan shaum 3 hari setiap bulan.
2⃣ Tingkat Kedua : bershaum pada tanggal 9 dan 10. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Kalau saya hidup sampai tahun depan, niscaya aku bershaum pada hari ke-9.” Ini beliau ucapkan ketika disampaikan kepada beliau bahwa kaum Yahudi juga bershaum pada hari ke-10, dan beliau suka untuk berbeda dengan kaum Yahudi, bahkan dengan semua orang kafir.
3⃣ Tingkat Ketiga : bershaum pada tanggal 10 dan 11.
4⃣ Tingkat Keempat : bershaum pada tanggal 10 saja. Di antara ‘ulama ada yang berpendapat hukumnya mubah, namun ada juga yang berpendapat hukumnya makruh.

▪ Yang berpendapat hukumnya MUBAH berdalil dengan keumuman sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika beliau ditanya tentang shaum ‘Asyura, maka beliau menjawab “Saya berharap kepada Allah bahwa shaum tersebut menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” Beliau tidak menyebutkan hari ke-9.
▪ Sementara yang berpendapat hukumnya MAKRUH berdalil dengan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Selisihilah kaum Yahudi. Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” Dalam lafazh lain,“Bershaumlah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.” Sabda beliau ini berkonsekuensi wajibnya menambahkan satu hari dalam rangka menyelisihi (kaum Yahudi), atau minimalnya menunjukkan makruh menyendirikan shaum pada hari itu (hari ke-10) saja. Pendapat yang menyatakan makruh menyendirikan shaum pada hari itu saja merupakan pendapat yang kuat.”
📩 [Liqaat Babil Maftuh]
----------------------------------

🏢 Sementara itu, ketika Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Iftaditanya apakah boleh melaksanakan shaum ‘Asyura satu hari saja? Maka lembaga tersebut menjawab :
“BOLEH melaksanakan shaum hari ‘Asyura satu hari saja.
👍🏻 Namun yang AFDHAL (lebih utama) adalah bershaum sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Ini merupakan sunnah yang pasti dari Nabi shalallahu’alaihi wa sallam berdasarkan sabda beliau “Kalau saya masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan bershaum pada hari ke-9.” Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata : “Yakni bersama hari ke-10.”
Wabillahit Taufiq. Washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa Shahbihi wa Sallam.

Ketua : ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz

[dari Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil 'Ilmiyyah wal Ifta` X/401, fatwa no. 13.700]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

Hukum Menggabungkan Lebih dari Satu Niat dalam Satu Amalan Puasa


➖➖➖➖➖➖➖➖
*Soal*:
Pada akhir pertanyaan, seorang wanita mengajukan pertanyaan,

"Yang Mulia asy-Syaikh (Ibnu Baaz), semoga Allah menjaga Anda, apabila hari Senin bertepatan dengan salah satu _ayyamul bidh_ atau puasa kafarat sumpah, apakah boleh untuk saya meniatkan puasa sunah hari Senin dan puasa _ayyamul bidh_ atau kafarat sumpah secara bersamaan, atau ketiga niat ini digabung menjadi satu secara bersamaan?

*Jawab:*

📝Apabila puasanya adalah puasa wajib,

👉🏻harus diniatkan puasa wajib yang harus kamu tunaikan.

📝Adapun jika puasanya adalah puasa _tathawwu'_,
👉🏻maka segala puji bagi Allah, jika hari Senin bertepatan dengan _ayyamul bidh_, maka ini adalah kebaikan yang bergabung dengan kebaikan yang lain.

 Segala puji bagi Allah.

📝Adapun jika puasa qadha,
👉🏻wajib meniatkan puasa wajib.

👉🏻Sama saja di hari Senin atau bukan hari Senin.

👉🏻Memulai dengan niat puasa wajib sebelum puasa nafilah/sunah.

 Sebelum puasa _ayyamul bidh_ dan selain _ayyamul bidh_.

📝Apabila seorang wanita atau laki-laki memiliki tanggungan puasa wajib,

👉🏻dia memulai niat untuk puasa wajib sebelum puasa _nafilah_.

📚 Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/15441/حكم-جمع-اكثر-من-نية-في-الصوم-الواحد

🌐 http://t.me/salafypalembang
🖥 www.salafypalembang.com
~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~

*حكم جمع أكثر من نية في الصوم الواحد*

السؤال:
في آخر أسئلة السائلة تقول: سماحة الشيخ! حفظكم الله إذا وافق يوم الإثنين يومًا من أيام البيض أو كفارة يمين، هل يجوز لي النية بصيام سنة الإثنين وأيام البيض أو كفارة اليمين معًا أو الثلاثة معًا؟

الجواب:
إذا كان الصوم واجبًا لابد من نية الصوم الواجب اللي عليك، أما إذا كان تطوعا فالحمد لله، إذا وافق يوم الإثنين وافق أيام البيض خير إلى خير والحمد لله، أما إذا كان قضاء واجب لابد من نية الواجب، سواء يوم الإثنين أو غير يوم الإثنين، يبدأ بذلك قبل النافلة قبل البيض وقبل غير البيض، إذا كان على المرأة أو الرجل صوم واجب فإنه يبدأ به قبل النافلة.

📧📨🔍

Faidah Asyura : Sayang Sekali Jika Terlewatkan



📜 Dahulu Al Imam Az Zuhri rahimahullah berpuasa Asyura tatkala safar, maka ada yang bertanya kepadanya:

"Mengapa engkau berpuasa (Asyura, pen) sedangkan engkau berbuka ketika safar di bulan ramdhan?!"

Beliau menjawab:
 "Bahwa dalam (puasa, pen) bulan ramadhan mempunyai (kewajiban berpuasa, pen) pada hari-hari yang ditinggalkan. Adapun Asyura (jika meninggalkannya, pen) dia terlewatkan!."

📚(Siyar A'lamun Nubala' juz 5 hal.342)

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang

🌐 http://t.me/salafypalembang
🖥 www.salafypalembang.com


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
كان الزهري في سفر فصام عاشوراء، فقيل له :
‏لِمَ تصوم وأنت تفطر في رمضان في السفر؟!
‏فقال :
‏إنّ رمضان له عدةٌ من أيام أخر
‏وإنّ عاشوراء يفوت!.

سير أعلام النبلاء
ج٥ ص٣٤٢

Thursday, 20 September 2018

PENAWAR RASA SEDIH, SEMPIT DADA DAN MUSIBAH


🔹 Dari Sa'd radhiyallahu anhu beliau berkata :

"Kami pernah duduk bersama Nabi ﷺ maka beliau bersabda :

"Maukah kalian aku kabarkan sesuatu yang jika seseorang di antara kalian tertimpa kesulitan (rasa sedih, sempit dada, dan lainnya) atau suatu musibah dari musibah dunia ia berdoa dengan doa ini maka Allah akan melepaskan semua kesulitan-kesulitan darinya?

Maka dijawab : "Tentu !

Nabi ﷺ bersabda :

"Doanya Dzunnun (Nabi Yunus)

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Tiada ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim." [QS. Al-Anbiya : 89].

📚 [As-Silsilah ash-Shahihah no. 1744] Berkata al-Albani : "Sanadnya Shahih".


• عن سعد ، قال :

كنا جلوساً عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال :

(( ألا أُخبِرُكم بشيءٍ إذا نزل برجلٍ منكم كربٌ أو بلاءٌ من بلايا الدُّنيا دعا به يُفرَّجُ عنه ؟

فقيل له : بلَى ،

فقال :

دعاءُ ذي النُّونِ :

{ لا إلهَ إلَّا أنت سبحانَك إنِّي كنتُ من الظَّالمين } الأنبياء : ٧٨ ] )) . 

[📚 السلسلة الصحيحة ( ١٧٤٤ ) ] .
قال الالباني : " إسناده صحيح " .


https://t.me/hikmahsalafiyyah

DIANTARA BENTUK MUSIBAH = TIDAK MENGAMALKAN ILMU


🔸 Asy Syaikh Rabi' Al Madkhali hafizhahullah berkata :

"Diantara bentuk MUSIBAH :

Tidak mengamalkan ilmu, dia belajar ilmu, tetapi tidak mengamalkannya. Allah berfirman :

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟِﻢَ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻻ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ * ﻛَﺒُﺮَ ﻣَﻘْﺘًﺎ ﻋِﻨﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻣَﺎ ﻻ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ }

"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (Ash Shof : 2-3)

Jadi, apabila engkau adalah seorang yang berilmu dan menyampaikan ilmu, maka jadilah orang pertama yang bersegara menerapkan (ilmu tersebut) sebelum manusia seluruhnya, dan beramal dengannya ikhlash karena Allah tabaraka wata'ala, dan terus mengamalkannya baik amalan yang nampak maupun yang tersembunyi. Namun mestinya, amalan yang tersembunyi lebih banyak dilakukan daripada yang nampak. Hendaknya seorang mukmin menyembunyikan sebagian amalannya, dan menjadikan amalannya yang tersembunyi lebih baik daripada amalannya yang nampak.

Tidak mengamalkan ilmu wal 'iyadzu billah akan berdampak buruk terhadap ilmu, dan pemiliknya akan lupa banyak hal, dan kalau saja dia mau mengaplikasikannya dan mengamalkannya, tentu dia tidak akan pernah lupa."


ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ :

ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻼﺀ :

ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ، ﻳﺘﻌﻠﻢ ﻟﻜﻦ ﻻ ﻳﻌﻤﻞ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﻘﻮﻝ :

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟِﻢَ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻻ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ * ﻛَﺒُﺮَ ﻣَﻘْﺘًﺎ ﻋِﻨﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻣَﺎ ﻻ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ } ‏[ﺍﻟﺼﻒ : 2 – 3]

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﻋﺎﻟﻤﺎً ﻭﺗﺒﻠﻎ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻠﺘﻜﻦ ﺃﻭﻝ ﻣﻦ ﻳﺒﺎﺩﺭ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺟﻤﻴﻌﺎً ﺇﻟﻰ ﺗﻄﺒﻴﻖ ، ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﺧﺎﻟﺼﺎً ﻟﻠﻪ  ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻇﺎﻫﺮﺍً ﻭﺑﺎﻃﻨﺎً ، ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ، ﻭﻗﺪ ﻳﺘﺨﻔﻰ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﺒﻌﺾ ﺃﻋﻤﺎﻟﻪ ، ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺑﺎﻃﻨﻪ ﺃﺻﻠﺢ ﻣﻦ ﻇﺎﻫﺮﻩ .

… ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ  ﻳﺆﺛﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳﻨﺴﻰ ﺻﺎﺣﺒﻪ ﻛﺜﻴﺮﺍً ﻣﻦ ﺍﻷﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻮ ﻃﺒﻘﻬﺎ ﻭﻋﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﻧﺴﻴﻬﺎ، 


🌐 https://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=48222
Https://t.me/hikmahsalafiyyah

AMALAN YANG BISA DILAKUKAN SETELAH ORANGTUA MENINGGAL



✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

📪 Pertanyaan:

ما الأعمال التي أبر بها والدي بعد وفاته غير الدعاء؟

Amalan apa saja yang bisa saya jadikan untuk berbakti kepada orang tua saya sesudah wafatnya selain berdoa?

🔐 Jawaban:

الصدقة، الاستغفار، صلة الرحم، إكرام الصديق، كل هذه مما يبر به بعد موته

Bersedekah, memohonkan ampunan untuknya, silaturahim dan memuliakan teman-teman orang tua. Itu semua termasuk cara berbakti kepada orangtua setelah wafatnya.

لكن الدعاء والاستغفار لهما أفضل شيء، فعليك أخي المسلم بالدعاء لأمواتك، واجعل الأعمال الصالحة لنفسك، فأنت محتاجٌ للأعمال الصالحة، وسيأتيك اليوم الذي تتمنى أن في صفحة حسناتك حسنة واحدة. نعم.

Akan tetapi doa dan istighfar untuk keduanya adalah perkara yang paling afdhal. Maka hendaknya engkau wahai saudaraku muslim mesti mendoakan orang yang sudah mati, dan menjadikan amalan shalih untuk dirimu sendiri, karena engkau lebih butuh kepada amalan shalih. Nanti akan datang kepadamu suatu hari yang engkau berangan-angan kalau pada lembaran amal kebaikanmu itu ada satu kebaikan. Na'am

📚 Sumber || http://binothaimeen.net/content/13468


⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

Apa itu Hakekat Ilmu yang Sebenarnya?



✍🏼 Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'iy rahimahullah berkata:

ليس العلم ما حُفِظَ، العلم ما نفع.

"Bukanlah ilmu sekedar yang dihafal, tetapi ilmu yang sebenarnya adalah yang bermanfaat (bagi pemiliknya dan orang lain)."

📚 Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim, hlm. 48

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/884373525464842240


⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

HATI-HATILAH, BERBICARA TENTANG AGAMA AKAN DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN DI AKHIRAT


✍🏼 Sahl bin Abdillah at-Tustury rahimahullah berkata:

ما أحدث أحدٌ في العلم شيئاً إلا سُئل عنه يوم القيامة، فإن وافق السُنة سَلِم، وإلا فلا.

"Tidaklah seseorang memunculkan sesuatu yang baru dalam masalah ilmu agama, kecuali dia akan ditanya tentangnya pada hari kiamat nanti, jika sesuai dengan as-Sunnah maka dia akan selamat, jika tidak maka dia juga tidak akan selamat."

📚 Fathul Bary, jilid 13 hlm. 290

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/884271617127350273


⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

CERMIN TAWADHU' DAN KEHATI-HATIAN DALAM BERFATWA

Abu Bakr al-Iyadhy rahimahullah pernah ditanya tentang sebuah permasalahan ketika beliau sedang berada di atas mimbar, lalu beliau menjawab, "Saya tidak tahu."

Maka dikatakan kepada beliau, "Mimbar bukan tempat orang-orang bodoh."

Maka beliau menjawab, "Sesungguhnya saya hanyalah naik sesuai dengan kadar ilmu saya, seandainya saya naik sesuai kadar kebodohan saya, niscaya saya akan naik sampai ke langit."

📚 Hadaiqur Ruh war Raihan

🌍 Sumber || https://twitter.com/MAKKAH_2030_N/status/1042244621974286336?s=19

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

DUA HAL YANG PALING BERHARGA BAGI SEORANG MU'MIN


✍🏻 Al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata:

أعز الأشياء درهم حلال، وأخ في الله، إن شاورته في دنياك وجدته متين الرأي، وإن شاورته في دينك وجدته بصيراً به.

"Sesuatu yang paling berharga adalah dirham yang halal, dan saudara di jalan Allah, jika engkau bermusyawarah dengannya dalam urusan duniamu engkau menjumpainya kuat pendapatnya, dan jika engkau bermusyawarah dengannya dalam urusan agamamu engkau menjumpainya mengerti tentang agama."

📚 Adabul Hasan al-Bashry, hlm. 51

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/831788445467017217

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

MENGAPA PUASA ASYURA MENGHAPUS DOSA SETAHUN SAJA SEDANGKAN PUASA ARAFAH MENGHAPUS DOSA DUA TAHUN?



✍🏻 Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

● Yang pertama:

"الأوّل: أنّ يَـوم عَـرفة في شهر حرام ، وَقبله شَهر حَـرام ، وبعْـده شهر حرام ،بـِخِـلاف عَـاشُـورَاء .

Sesungguhnya hari Arafah itu terletak di bulan haram, sebelumnya adalah bulan haram dan sesudahnya juga bulan haram, berbeda dengan hari 'Asyura.

● Yang kedua:

الثّـانـي: أن صوم يوم عرفة من خصائص شرعنا ، بخلاف عاشوراء ، فضوعف ببركات المصطفى."

Sesungguhnya puasa hari Arafah itu termasuk kekhususan syariat kita, berbeda dengan puasa Asyura, sehingga mereka dilipat gandakan (pahalanya) dengan barakah al-Musthafa.

[Badaa'i al-Fawaid 4-211]

🌏 Sumber || http://cutt.us/WRFgL

Sumber :
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

Kapankah Puasa 'Asyura?

📅 tanggal 10 Muharram saja, atau
📆📅 9 dan 10 Muharram, atau
📆📅📆 9,10,11 Muharram??
➖➖➖➖➖➖➖➖

💺Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata :
“Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam mensyari’atkan kepada kita untuk bershaum sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.
✅ bershaum pada hari ke-9 dan ke-10, ini yang PALING UTAMA.
📌 kalau bershaum pada hari ke-10 dan 11 maka itu sudah MENCUKUPI, karena (dengan cara itu sudah) menyelisihi Yahudi.
🔘 kalau bershaum semuanya bersama hari ke-10 (yaitu 9, 10, dan 11) maka TIDAK MENGAPA. Berdasarkan sebagian riwayat : “Bershaumlah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.”
⚠️ Adapun bershaum pada hari ke-10 saja maka MAKRUH.”
📚 [Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah XV/403, fatwa no. 158]

🌏🍒 Jadi, yang paling utama adalah shaum hari ke-9 dan ke-10.
----------------------------------

Namun, para ‘ulama lainnya ada yang berpendapat bahwa yang paling utama adalah bershaum tiga hari, yaitu 9, 10, dan 11 Muharram. Ini merupakan pendapat :
▶️ Ibnul Qayyim (dalam Zadul Ma’ad II/76), dan
▶️ Al-Hafizh (dalam Fathul Bari).

☑ Pendapat ini dikuatkan pula oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata :
“Shaum ‘Asyura memiliki empat tingkatan :
1⃣ Tingkat Pertama : bershaum pada tanggal 9, 10, dan 11. Ini merupakan tingkatan tertinggi. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad : Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Selisihilah kaum Yahudi.” Dan karena seorang jika ia bershaum (pada) 3 hari (tersebut), maka ia sekaligus memperoleh keutamaan shaum 3 hari setiap bulan.
2⃣ Tingkat Kedua : bershaum pada tanggal 9 dan 10. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Kalau saya hidup sampai tahun depan, niscaya aku bershaum pada hari ke-9.” Ini beliau ucapkan ketika disampaikan kepada beliau bahwa kaum Yahudi juga bershaum pada hari ke-10, dan beliau suka untuk berbeda dengan kaum Yahudi, bahkan dengan semua orang kafir.
3⃣ Tingkat Ketiga : bershaum pada tanggal 10 dan 11.
4⃣ Tingkat Keempat : bershaum pada tanggal 10 saja. Di antara ‘ulama ada yang berpendapat hukumnya mubah, namun ada juga yang berpendapat hukumnya makruh.

▪ Yang berpendapat hukumnya MUBAH berdalil dengan keumuman sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika beliau ditanya tentang shaum ‘Asyura, maka beliau menjawab “Saya berharap kepada Allah bahwa shaum tersebut menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” Beliau tidak menyebutkan hari ke-9.
▪ Sementara yang berpendapat hukumnya MAKRUH berdalil dengan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Selisihilah kaum Yahudi. Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” Dalam lafazh lain,“Bershaumlah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.” Sabda beliau ini berkonsekuensi wajibnya menambahkan satu hari dalam rangka menyelisihi (kaum Yahudi), atau minimalnya menunjukkan makruh menyendirikan shaum pada hari itu (hari ke-10) saja. Pendapat yang menyatakan makruh menyendirikan shaum pada hari itu saja merupakan pendapat yang kuat.”
📩 [Liqaat Babil Maftuh]
----------------------------------

🏢 Sementara itu, ketika Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Iftaditanya apakah boleh melaksanakan shaum ‘Asyura satu hari saja? Maka lembaga tersebut menjawab :
“BOLEH melaksanakan shaum hari ‘Asyura satu hari saja.
👍🏻 Namun yang AFDHAL (lebih utama) adalah bershaum sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Ini merupakan sunnah yang pasti dari Nabi shalallahu’alaihi wa sallam berdasarkan sabda beliau “Kalau saya masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan bershaum pada hari ke-9.” Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata : “Yakni bersama hari ke-10.”
Wabillahit Taufiq. Washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa Shahbihi wa Sallam.

Ketua : ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz

[dari Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil 'Ilmiyyah wal Ifta` X/401, fatwa no. 13.700]

•••••••••••••••••••••
Sumber :
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

JANGAN LUPA PUASA TASU'A DAN PUASA 'ASYURA

(Puasa Tasu'a = Puasa pada tanggal 9 Muharram)
(Puasa 'Asyura = Puasa pada tanggal 10 Muharram)

وَسُئِلَ ﷺ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

💐 Rasulullah ﷺ ditanya mengenai puasa Asyura, maka beliau menjawab, "Menggugurkan dosa setahun yang telah lewat."

📚 HR. Muslim
___________

 قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

❓ Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, ini (hari 'Asyura) adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani."

💐 Rasulullah ﷺ menjawab, "Pada tahun depan, insya Allah kita akan puasa hari yang kesembilan (Tasu'a)."

🌻 Belum datang tahun depan yang dimaksud Rasulullah ﷺ, beliau telah diwafatkan.

📚 HR. Muslim

Sumber :
 Channel Majalah Tashfiyah t.me/majalahtashfiyah

 https://t.me/ahlussunah_gubug

Wednesday, 19 September 2018

JANGAN MENDATANGI SALAT DENGAN BERLARI

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ وَأْتُوهَا تَمْشُونَ عَلَيْكُمْ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

"Jika salat sudah ditegakkan,
🚫 janganlah kalian datang dengan berlari.
👍🏻 Datanglah kalian dengan berjalan dan tetaplah tenang.

🕋 Apa yang kalian dapatkan maka salatlah (bersama imam).
🕋 Dan apa yang terlewatkan, maka sempurnakanlah."

HR. Al Bukhari dan Muslim
dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu


Sumber :

t.me/majalahtashfiyah

https://t.me/ahlussunah_gubug

BOLEHKAH BERPUASA SATU HARI HANYA PADA HARI 'ASYURA??



🔓 Jawaban:

يجوز صيام يوم عاشوراء يوماً واحداً فقط، لكن الأفضل صيام يوم قبله أو يوم بعده

Boleh berpuasa satu hari hanya pada hari 'Asyura saja. Akan tetapi yang lebih utama adalah dengan berpuasa juga sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.

Dan ini adalah sunnah yang telah ditetapkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan sabda beliau:

لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع

"Sekiranya aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh niscaya aku akan puasa juga pada tanggal 9 (Muharram)-nya."

✍🏻 Berkata Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma:

يعني مع العاشر

Yakni berpuasa bersama dengan puasa tanggal 10 Muharram-nya.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Dan petunjuk hanyalah dari Allah. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada nabi kita Muhammad, keluarganya, serta para shahabatnya.

[Al-Lajnah Ad-Daimah li Al-Buhuts Al-'Ilmiyyah wa Al-Ifta; pertanyaan nomor 13700]

📚 Sumber || http://bit.ly/2wPOIXF

🌏 Kunjungi || http://bit.ly/2gUWt8c

http://telegram.me/forumsalafy


https://t.me/ahlussunah_gubug

Hukum Puasa 'Asyura Ketika Safar


Dari Nafi' :
"Tidak pernah Ibnu Umar berpuasa 'Asyura ketika Safar. Apabila beliau dalam keadaan Mukim maka beliau baru berpuasa."

(Shahih/Abdurrazzaq 7847)


: [صوم عاشوراء في السفر]

قال نافع:
لم يكن ابن عمر يصوم يوم عاشوراء إذا كان مسافرًا، فإذا كان مقيمًا صامه.

صحيح/عبدالرزاق ٧٨٤٧

https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/1041781528492158976?s=17

══════ ❁⤵✿⤵❁ ══════🔏
https://telegram.me/minhajussunnah_m

Hukum Wanita Menyembelih Hewan

M. Tamam, Ketua RT 008/07, Jemb. II, Gang Masjid II, Jakarta Barat
Pertanyaan 75 :
Bagaimana hukumnya jika wanita memotong ayam, sedangkan kebanyakan bangsa pria saja. Bagaimana hukumnya apabila memotong ayam ditusuk lehernya? Apakah halal dimakan atau tidak? Sedangkan urat keduanya itu tidak putus. Dan bagaimana hukumnya yang menusuk itu, berdosa atau tidak?
Jawaban 75 :
Wanita muslimat, atau Kitabiyyah shah pemotongannya, seperti shahnya pemotongan laki-laki muslim dan laki-laki daripada kafir kitabi. Akan tetapi pemotongan wanita, dikala ada laki-laki muslim, adalah khilaful aula, sebagaimana tersebut dalam kitab I’anatutthalibin juz ke II, halaman 345, sebagai berikut :

Artinya : Walhasil yang lebih utama untuk memotong adalah laki-laki yang berakal lagi Islam, kemudian wanita yang berakal lagi Islam, kemudian kanak-kanak yang muslim lagi sudah mumayyiz, kemudian kafir kitabi laki-laki, kemudian kafirah kitabiyyah perempuan kemudian orang gila dan orang mabok dan semakna kedua-duanya kanak-kanak yang belum mumayyiz, dan halallah penyembelihan mereka itu karena bagi mereka ada tujuan dan kehendak pada jumlahnya, akan tetapi serta kemakruhan sebagaimana dinashkan atasnya dalam Al Umm, karena khawatir berpaling mereka itu daripada tempat potongan. Dan dimakruhkan penyembelihan orang buta, dalam hal binatang yang dapat dikuasai karena alasan tersebut.
Para pendengar yang budiman, khususnya saudara penanya yth. saudara M. Tamam. Adapun menyembelih ayam dengan menusuk lehernya, dan tidak memutuskan Hulqum, yaitu tempat nafas dan Mari’, yaitu tempat berlalunya makanan dan minuman, tidaklah shah pemotongan itu, dan haram melakukannya, karena menyiksa dan menyia-nyiakan harta. Karena syarat shahnya suatu pemotongan adalah memutuskan seluruhnya hulqum dan mari’ dengan sesuatu yang tajam, selain kuku dan tulang. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ruslan dalam zubadnya :

Artinya : Dan syarat pada apa yang mereka Ulama halalkan, jika hewan itu dapat di kuasai, adalah memotong hulqum dan mari’. Sekiranya kehidupan hewan itu masih dihukumkan berketetapan. Dengan sesuatu yang melukai, yang bukan kuku dan tulang.
Demikianlah para pendengar yang budiman, jawaban kami atas pertanyaan saudara M. Tamam, selaku penanya masalah ini, semoga anda dapatlah memahaminya dengan baik. Wallahu waliyyuttaufiq wal hidayah.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Sah kah Sholat Subuh Al Fatihah nya di Sir kan?

Sumarna, Gg. Langgar RT 006/08, Kel. Tanah Sereal, Jakarta
Pertanyaan 66 :
Kalau sembahyang di rumah sendirian (sembahyang maghrib, Isya’ dan Subuh) membaca fatihah dan surohnya pada rakaat kesatu dan kedua, tidak kedengaran oleh orang lain, shah atau tidak sembahyangnya itu?
Jawaban 66 :
Menyaringkan fatihah dan suroh bagi Imam dan Munfarid, pada dua rakaat Maghrib, Isya dan Subuh, bukanlah syarath atau rukun sembahyang. Oleh karenanya shah lah sembahyang tanpa menyaringkannya. Hanya makruh sembahyang disirkan pada tempat yang sunnat dijaharkan.
Tersebut dalam Hasyiatul Bajuri juz I, halaman 167 sebagai berikut :

Artinya : Jika ia membaca sir pada tempat jahar atau ia baca jahar tempat sir, dimakruhkanlah, terkecuali karena udzur.
Demikianlah para pendengar yang budiman, khususnya saudara penanya, yaitu yang terhormat saudara Sumarna, jawaban kami atas pertanyaan anda, semoga anda dapat memahaminya. Wabillahittaufiq wal hidayah. Amien.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Apakah Setelah Mandi Masih Perlu Berwudhu?

Selamat bin Haji Taudin, Kp. Bandan, Jl. Lodan RT 008 RW 02, Kelurahan Mangga Dua, Jakarta Kota
Pertanyaan 34 :
Bagaimana seorang yang punya hadats besar kemudian sunnat ia mengambil air sembahyang dahulu sebelum ia mandi kemudian sesudah mandi hendak bersembahyang apakah harus ia mengambil air sembahyang lagi. Apakah cukup dengan sekali saja yang ia sudah mengambil air sembahyang di permulaan mandi tadi?
Jawaban 34 :
Berwudhu atau mengambil air sembahyang, sebelum mengangkat hadats besar termasuk dari sunnat-sunnat mandi, yang sunnat dilakukan sebelum mandi. Apakah sesudah mandi nanti, masih di tuntut mengulanngi wudlu lagi atau tidak? Kalau dalam melaksanakan mandinya sesudah terangkat janabat anggauta-anggauta wudlu itu, tak terdapat sesuatu yang membatalkan wudlu, seperti tidak menyentuh qubul atau duburnya sendiri dengan tapak tangan atau perut jarinya, maka tidaklah ia di tuntut untuk melakukan wudlunya lagi sesudah mandi, karena ia telah melakukan mandi dengan sempurna beserta sunnatnya ialah wudlu sebelum mandi. Akan tetapi bila dalam mandinya itu sesudah terangkat janabat anggauta-anggauta wudlunya ada berlaku hal-hal yang membatalkan wudhlu, maka wajiblah ia mengulangi wudlunya sesudah mandi nanti. Sebagaimana tersebut dalam kitab Fathul Mu’in pada Hamisi, I’anatutthalibin juz I, halaman 78, sebagai berikut :

Artinya : Dan jika berhadats kecil ia sesudah terangkat janabat anggauta wudlunya melazimkan dia oleh wudlu yang di tartibkan dengan niat.
Para pendengar yang budiman khususnya saudara Selamat bin Haji Taudin, demikianlah jawaban kami atas masalah anda, semoga anda dapat memahaminya. Wallahul Muwaffiq.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Hukum Berwudhu dengan Dikobok dalam Air yang Kurang dari Dua Qullah

Jamhari, Jl. K. H. Hasyim Ashari, Gg. Makmur III RT 08 RW 05, Jakarta
Pertanyaan 33 :
Shah atau tidakkah bersembahyang, bila berwudhu secara di kobok yang airnya kurang dari dua qullah, seumpamanya satu ember.
Jawaban 33 :
Shah wudhu dengan air suci menyucikan dengan cara di kobok dalam satu ember, kalau sudah mengenai tata cara atau kaitannya. Untuk hal-hal yang seperti ini mengenai caranya dapatlah kiranya anda tanyakan pada guru-guru setempat. Dan untuk masalah ini, sudah pernah kami jawab melalui siaran Radio Cendrawasih ini. Kami persilahkan anda membaca satu kitab figh, yang mudah bahasanya, murah harganya, banyak manfaatnya, yang kami sendiri pernah membaca kitab tersebut dengan pimpinan seorang guru yaitu kitab : Irsyadul Anam fi tarjamati Arkanil Islam, karangan yang mulia Al Marhum Al Habib Ustman ra. Amien.
Semoga anda dapat barakah dari bagi muallidnya, yang sudah begitu berjasa dalam menunjuki ummat Indonesia ini dengan cara mendetail sehingga tata cara mengobok air yang sedikit di dalam berwudlu.
Demikianlah para pendengar, khususnya yang terhormat saudara Jamhari, jawaban kami atas pertanyaan anda semoga anda dapat memakluminya. Wallahi walliyyutaufiq wal hidayah.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Tuesday, 18 September 2018

PERMISALAN ULAMA DAN ORANG YANG SOK PINTAR



🔹 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Pohon pinus akan berbuah dalam (waktu) tiga puluh tahun.

Dan pohon labu akan meninggi (naik) dalam dua minggu.

Maka pohon labu berkata kepada pohon pinus :
Sesungguhnya jalan yang engkau tempuh selama tiga puluh tahun bisa aku tempuh hanya selama dua minggu, dan saya pun disebut pohon sebagaimana kamu juga disebut pohon.

Maka pohon pinus berkata kepadanya :
Pelan-pelanlah hingga angin musim gugur bertiup, maka jika engkau (tetap) KOKOH di musim itu, sempurnalah kebanggaanmu !!

📚 Badai'ul Fawaid 3/236


العلماء و المتعالمون

قال الإمام ابن القيم رحمه الله :

شجرةُ الصنوبرِ تثمرُ في ثلاثين سنة ،

وشجرةُ الدُبَّاء تصعدُ في أسبوعين ،

فتقولُ للصنوبرةِ :
إنَّ الطريقَ التي قطعتِها في ثلاثين سنة قطعتُها في أسبوعين ويُقالُ لي شجرة ولك شجرة .

فقالتْ لها الصنوبرةُ :
مهلاً حتى تهبَّ رياحُ الخريف ، فإنْ ثَبَتِّ لها تمَّ فخرُك!!ِ .

📚 [ بدائع الفوائد : ( ٣ / ٢٣٦ ) ]


اصحاب الســنة
📝💻 Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || ▶ https://t.me/hikmahsalafiyyah

Hukum Berjual Beli dengan Orang Kafir / Non Muslim

Anwar, Jalan Sentul No. 33A, Pasar Baru, Jakarta
Pertanyaan 88 :
Apakah hukumnya orang yang berdagang di depan, di samping, di belakang, di dekat maupun di halaman gereja/sekolah-sekolah Kristen, kuil, sekolah India, sekolah Cina dan yang semacamnya? Sedangkan barang/makanan/minuman yang didagangkannya adalah halal. Dan umumnya atau boleh dikatakan 100% yang diharapkannya pembeli dagangan tersebut adalah orang-orang seperti di atas, jelasnya bukan orang yang beragama Islam. Halalkan uang yang diperoleh dari hasil penjualan tersebut? Dan bolehkan ia berdagang di situ?
Jawaban 88 :
Berjual beli tidaklah disyaratkan keadaan pembelinya atau penjualnya itu Islam. Jadi boleh bermu’amalah, termasuk berjual beli kepada orang kafir. Terkecuali mengenai menjual Al Mushhaf atau Al Qur’an maka disyaratkan pembelinya itu adalah Muslim. Demikian pula menjual alat-alat senjata, maka disyaratkan janganlah pembelinya itu kafir harbi, artinya orang kafir yang memusuhi kaum muslimin.
Keterangannya tersebut dalam Fathul Mu’in pada Hamisi I’anatutthalibin Juz III, halaman 7-8 sebagai berikut :

Artinya : Dan disyaratkan Islam untuk memiliki sesuatu daripada Mushhaf, yakni yang dituliskan padanya Al Qur’an, walaupun seayat dan walaupun ditetapkan tidak untuk mempelajari sebagaimana dikatakan Guru kami (Ibnu Hajar). Dan disyaratkan pula ketiadaan memeranginya orang yang membeli alat perang, seperti pedang tombak, anak panah, perisai baju rantai, kuda, lain halnya bukan alat perang, walaupun yang bisa menjadi bahan untuknya, seperti besi, karena tidak tertentu menjadikannya untuk persiapan perang. Dan shah menjualnya bagi kafir dzimmi artinya di negeri kita.
Para pendengar yang budiman, khususnya saudara penanya, yaitu tth. sdr. Anwar. Dengan keterangan tersebut dapatlah diketahui bahwa berjual beli dengan khuffar itu diperkenankan dan shah dan halal makan harga dari penjualan tersebut, hanya mengenai “ma’qud alaihi”nya, janganlah sesuatu yang dapat membahayakan kaum muslimin seperti menjual senjata kepada kafir harbi atau yang dapat membawa kepada dihinakan, seperti menjual Mushhaf kepada orang yang bukan Islam atau menjual alat-alat makshiyat walaupun bukan kepada kuffar, seperti menjual senjata untuk dipakai oleh laki-laki, menjual misik untuk mengharumkan berhala, menjual ayam kepada kuffar yang diketahui akan memakannya tanpa penyembelihan syar’I, menjual tebu, kelapa gading, srikaya muda untuk keperluan meja kayu bagi persembahyangan majusi dan lainnya daripada hal-hal yang membawa kemakshiatan. Penjualan-penjualan ini adalah haram hukum melakukannya, walaupun shah jual belinya. Sebagaimana tersebut dalam Fathul Mu’in. tersebut dalam Fathul Mu’in, pada Hamisi I’anatutthalibin, juz ke III, halaman 23-24, sebagai berikut :

Artinya : Dan haram pula menjual seumpama anggur kepada orang yang diketahui atau diduga keras akan membuat sesuatu yang memaboki untuk diminum dan menjual budak muda-belia kepada orang yang terkenal dengan homo secuilnya, dan menjual ayam jago untuk di adu, dan menjual kambing untuk di adu, menjual sutera kepada laki-laki untuk dipakainya sendiri dan seperti demikian juga menjual kesturi kepada kafir guna keperluan mengharumkan berhala (Ji Lai Huda tau Toa Pe Kong), dan menjual hewan kepada kafir yang diketahui bahwa akan dimakannya tanpa penyembelihan, karena yang paling shahih, bahwa orang-orang kafir itu di khittab mereka itu dengan furu’ syari’at seperti juga halnya bagi orang-orang muslimin pada madzab kita, lain halnya bagi Abi Hanifah ra. Maka tidak boleh atas kita menolongnya.
Perlu perhatikan di sini, kepada penjual-penjual ayam dari kaum muslimin, bahwa menjual ayam tersebut kepada orang kafir yang diduga keras akan makan ayam tersebut dengan cara menusuk atau memelintir leher ayam itu dalam membunuhnya, untuk lebih dahulu memotongkan ayam tersebut dengan potongan syar’i. sebab kalau kita jual hidup-hidup, kemungkinan besar ayam itu mati dengan dipulir lehernya. Haram menolong atas kemaksiatan ini.
Para pendengar yang budiman, marilah kita ikuti hadits yang berkenaan dengan hal ini. Diriwayatkan dari Jabi bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : Sesungguhnya Allah telah haramkan menjual arak, bangkai, babi, dan berhala-berhala. Maka ditanya orang : ya Rasulullah, bagaimana pendapat Tuan tentang gajih-gajih bangkai, karena sesungguhnya dapat dicap dengan perahu-perahu dan dapat diminyaki dengannya kulit-kulit, dapat pula orang menyalakan lampu dengannya, maka sabda Beliau : Tidak. Dia itu haram. Kemudian bersabda Rasulullah saw. ketika itu : Mengutuk Allah akan orang-orang yahudi, bersungguh tatkala Allah mengharamkan gajih-gajih onta, mereka itu mencairkannya kemudian menjualnya, maka mereka makan harganya. (HR. Aljama’ah).
Demikian para pendengar yang budiman, bersama saudara Anwar, selaku penanya masalah ini, jawaban kami untuk pertanyaan anda, semoga anda dapat memahaminya. Wallahu waliyyuttaufiq wl hidayah.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Memotong Hewan Ketika Istri Sedang Hamil

Slamet, Jalan Pembangunan 2 No. 1, Jakarta
Pertanyaan 76 :
Apakah diperbolehkan memotong binatang seperti ayam, kambing dan sebagainya kalau isteri sedang mengandung, mohon penjelasan. Sebab tidak lepas dari pendapat-pendapat orang Islam yang berkeyakinan, kalau isteri sedang mengandung dimintain tolong memotong ayam tidak mau.
Jawaban 76 :
Isteri sedang mengandung bukanlah terbilang daripada Mawani’uddzabhi, larangan-larangan untuk memotong hewan. Tidak ada larangan dari Al Qur’an, dari Al Hadits, dan dari Ijma’. Dan tidak ada hubungan antara bayi yang dikandung, dengan hewan yang dipotong sama sekali. Barangkali orang yang isterinya sedang mengandung itu, segan saja, atau malas saja, buat potong-memotong hewan atau kebetulan saja, orang yang sedang mengandung, tidak bersedia untuk dimintai tolong menyembelih hewan. Jadi tidak ada dalil yang mengharamkan, ataupun memakruhkan orang yang isterinya tengah mengandung, untuk menyembelih hewan. Jadi pikiran atau kepercayaan yang tidak-tidak mengenai hal ini, mesti dihilangkan, jangan sampai menjadi suatu I’tiqad atau kepercayaan berdasar takhayul dan khufarat. Jadi cukup, waktu menyembelih dengan membaca Bismillah saja, dengan tidak usah ditambah : Jangan seturut-turutnya si Jabang Bayi.
Perlu diketahui, bahwa si jabang bayi, tidak menuruti hewan yang disembelih. Dia akan menuruti watak ayah atau ibunya, menuruti sunnatullah yang berlaku. Bentuk, sifat dan kejadian bayi itu tidak dapat dipengaruhi oleh apa-apa, kecuali apa yang dikehendaki Allah swt. Tersebut dalam hadits :
Artinya : Telah selesai Allah swt. dari empat perkara. Daripada menentukan bentuk, ajal, rezqi dan perangai.
Demikianlah pada pendengar yang budiman, khususnya saudara penanya, yaitu saudara Slamet, jawaban kami atas pertanyaan anda, semoga anda dapat memahaminya. Wallahu waliyyuttaufiq wal hidayah.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Hukum Makan Daging Mentah

Hamzah, Jalan Kartini 16, Bogor
Pertanyaan 23 :
Menurut agama Islam yang saya tahu bahwa memakan makanan seperti daging dan ikan mentah, maksud saya yang belum dimasak itu haram hukumnya. Dan bagaimanakah kalau memakan telur mentah, saya mohon penjelasan dari bapak.
Jawaban 23 :
Sesuatu yang dilarang memakannya menurut Islam adalah tersebut salah satu dari tiga perkara :
1. Karena najisnya
2. Karena memadlarratkannya
3. Karena dihormatinya.
Dan segala sesuatu yang diperbolehkan memakannya karena tak ada salah satu dari tiga sebab tersebut adalah boleh dimakan. Dan kebolehan memakannya tidak disyaratkan mesti dimasak. Jadi boleh saja, makan daging mentah, ikan mentah, telur mentah, sekiranya tidak memadlarratkan badan ataupun akal, karena tidak ada larangan dari Allah dan Rasul-Nya.
Demikianlah para pendengar yang budiman, khususnya sdr. Penanya, yth. Sdr. Hamzah, jawaban kami atas pertanyaan anda, semoga anda dapat memahaminya. Wallahu yahdi ila sawaissabil.
Sumber :
K.H.M. Sjafi’I Hadzami. 1982. 100 Masalah Agama Jilid 3. Menara Kudus. Kudus

Monday, 17 September 2018

BULAN MUHARRAM BUKAN BULAN SIAL



🔥 Sebagian orang meyakini bulan Muharram sebagai bulan keramat yang tidak boleh dibuat acara dan bersenang-senang, sehingga banyak aktivitas tertentu yang ditunda atau bahkan dibatalkan. Lebih dari itu, mereka meyakini siapa yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan ditimpa musibah dan malapetaka. Sebagai contoh adalah pernikahan, mereka enggan menikahkan putra putrinya di bulan ini karena khawatir ditimpa petaka dan kesengsaraan bagi kedua mempelai.

👉🏻❌ Ketika ditanya mengenai alasan mereka menilai bulan Muharram sebagai bulan keramat nan penuh pantangan, tidak ada jawaban berarti dari mereka, selain ’Beginilah tradisi kami’ atau ’Beginilah yang diajarkan bapak-bapak kami’.

Sikap mengikuti tradisi atau leluhur tanpa bimbingan Islam adalah terlarang, bahkan sikap seperti ini termasuk sifat orang-orang jahiliyah dan penyembah berhala pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan nabi-nabi sebelumnya. Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan di dalam Al-Qur’an tentang jawaban orang-orang Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meninggalkan kesyirikan, kata mereka (yang artinya),

“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa –pent), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)

Demikian pula Fir’aun, ketika diajak oleh Nabi Musa ‘alaihis salam agar beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ia malah berkata (yang artinya,

“Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya.” (QS. Yunus: 78)

👉🏻❌ Kemudian, anggapan sial untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti hajatan dan semisalnya di bulan Muharram yang diyakini oleh keumuman masyarakat Jawa, dalam ajaran Islam disebut Tathoyyur atau Thiyaroh, yaitu meyakini suatu keburuntungan atau kesialan didasarkan pada kejadian, tempat, atau waktu tertentu.

🔞 Anggapan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman jahiliyah. Setelah Islam datang, maka ia dikategorikan ke dalam perbuatan syirik yang harus ditinggalkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman (Artinya): ”Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)

📛 Dalil yang menunjukkan bahwa Tathoyyur atau Thiyaroh termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Thiyaroh adalah kesyirikan”, beliau mengulangnya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad danAbu Daud, dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu)

✅ Apabila kita telah mengetahui bahwa anggapan sial atau keberuntungan seperti itu termasuk kesyirikan, maka kewajiban kita selanjutnya adalah menjauhinya dan menjauhkannya dari anak dan istri kita dari keyakinan tersebut. Sehingga kita beserta keluarga kita tidak terjerembab kedalam kubangan dosa besar yang paling besar, yaitu dosa syirik.

📥sumber : http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SAMPAIKANLAH NASIHAT SECARA RAHASIA



🎙 Berkata Ibnu Rajab rahimahullah:

“Dahulu para salaf jika hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka merekapun menasehatinya secara rahasia.”

📢 Sampai-sampai sebagian mereka mengatakan;

“Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di hadapan orang banyak, maka tiada lain dia telah mempermalukannya.”

📚 Sumber :
Jamiul 'Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab 77

----------------------------------

 قال ابن رجب ـ رحمه الله ـ: «وكان السلف إذا أرادوا نصيحة أحدٍ وعظوه سرًّا، حتى قال بعضهم: «من وعظ أخاه فيما بينه وبينه فهي نصيحة، ومن وعظه على رؤوس الناس فإنما وبَّخه».

[«جامع العلوم والحكم» لابن رجب (٧٧)]

•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••

https://t.me/KajianIslamTemanggung

TANDA LELAKI YANG BAIK

🎙 Berkata Al Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah :

⚗ Sesungguhnya seorang lelaki yang baik akan tercium darinya bau yg wangi. Walaupun ia tidak memakai wewangian. Karena bau wangi ruhnya akan muncul di badan dan pakaiannya".

📙 Sumber : Al Wabilus Shoyyib 30

_________________

🎙 ‏قال العلامة ابن القيم رحمه الله :

"إن الرجل الطيب البر لتشم منه رائحة طيبة، وإن لم يمس طيبا
فيظهر طيب رائحة روحه على بدنه وثيابه ".

📙 الوابل الصيب(ص30)

_________________

https://t.me/KajianIslamTemanggung

Friday, 14 September 2018

HUKUM HEWAN AIR



✍️ Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :

💦 Sesungguhnya seluruh ikan yang kecil ataupun yang besar (seperti ikan paus) halal berdasarkan keumuman sabda Nabi : "halal bangkainya"(1). Lafaz "bangkai" di sini bentuknya tunggal dan disandarkan kepada lafaz lain, maka ia mencakup seluruh hewan air secara umum.

💦 Oleh karena itu, setiap bangkai hewan laut seperti ikan yang kecil ataupun yang besarnya adalah halal. Apakah ia suci atau tidak suci? Ia suci. Dari mana kita bisa mengetahui kesuciannya? Dari sisi kehalalannya. Kita memiliki kaidah yang bermanfaat yaitu :

✅ Sesungguhnya setiap sesuatu yang halal itu suci, tetapi tidaklah setiap sesuatu yang suci itu halal.

✅ Setiap sesuatu yang najis itu haram, tetapi tidak setiap sesuatu yang haram itu najis.

📚 Fathu Dzil Jalali wal Ikram (1/60)

➖➖➖
(1) Diambil dari hadits Nabi ﷺ (-pent) :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله ﷺ في البحر : هو الطهور ماؤه الحل ميتته. أخرجه الأربعة وابن أبي شيبة واللفظ له.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah ﷺ bersabda tentang air laut : "Air laut suci dan menyucikan, bangkainya pun halal."
Dikeluarkan oleh Al-Arba'ah dan Ibnu Abi Syaibah dan lafaz ini miliknya.

قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
أن جميع الأسماك والحيتان حلال لعموم قوله: "ميتته"، وميتة هنا مفرد مضاف فيعم، فكل ميتة البحر من أسماك وحيتان فإنه حلال، وطاهر أو غير طاهر؟ طاهر، من أين علمنا أنه طاهر، من أنه حلال، لأن لدينا قاعدة مفيدة وهي: "أن كل حلال فهو طاهر وليس كل طاهر حلالا، وكل نجس فهو حرام وليس كل حرام نجسا".
📚 فتح ذي الجلال والإكرام (١/٦٠)
➖➖➖

⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon