Sunday, 26 April 2015

Membaca Qur’an Tanpa Mengetahui Artinya

Membaca Qur’an Tanpa Mengetahui Artinya

Ada seorang “muballigh modern” mengatakan di atas podium, bahwa membaca Qur’an tanpa mengetahui artinya tidak berpahala.
Benarkah pendapat muballigh tersebut?

Jawab :

Tidak benar !
Membaca Qur’an tanpa mengetahui artinya berpahala dan pahalanya itu besar. Membaca Qur’an dengan mengetahui artinya pahalanya lebih besar lagi.
Dalil-dalil atas pendapat ini adalah :

Kesatu :
Tersebut dalam Hadits Tirmidzi :

Artinya : “Dari Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata : Berkata Rasulullah SAW. : Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur’an maka ia dapat 1 pahala dan pahala itu akan di ganda 10 kali lipat. Saya tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf”. (Hadits di rawikan oleh Imam Tirmidzi – Lihat Sahih Tirmidzi Juz XI halaman 34).
Jelas bahwa membaca satu alif saja dapat pahala, sedang alif itu tidak ada artinya atau kita tidak tahu artinya.
Alif yang di katakan Nabi Berpahala membacanya ialah alif yang ada dalam kalimat  

yang termaktub dalam Qur’an suci pada permulaan Surat Al Baqarah.
Kata itu terdiri atas tiga huruf, yaitu alif, lam, mim. Kalau di baca, kata Nabi, maka si pembaca mendapat pahala, dan pahala itu di lipat sepuluh, sehingga menjadi 10 kali.
Si pembaca mendapat pahala, kata Nabi. Beliau tidak mensyaratkan, bahwa bacaan itu mesti dengan tahu maknanya.
Tentang pahala di lipat sepuluh ini di terangkan Tuhan dalam satu ayat di Surat Al An’am, ayat ke-160 yang berbunyi sebagai berikut :

Artinya : “Barangsiapa membuat satu kebaikan maka baginya disediakan pahala 10 kali lipat, tetapi kalau seseorang membuat satu kejahatan maka dosanya hanya satu saja, sama banyak dengan perbuatannya. Tuhan tidak akan menganiaya ummat”. (Al An’am : 160).
Tuhan yang Maha Pemurah itu menyediakan pahala 10 kali lipat untuk satu amal kebaikan, dan untuk amal jahat hanya di sediakan satu hukuman. Hal ini berlaku untuk seluruh amal yang baik, bukan untuk membaca Qur’an saja.

Kedua :
Tersebut dalam Hadits Tirmidzi juga :

Artinya : “Dari Abu Hurairah, beliau berkata : Bersabda Rasulullah SAW. : Barangsiapa membaca

sampai kepada ayat


dan ayat kursi pada waktu Subuh ia akan di pelihara Tuhan sampai sore, dan kalau di baca petang hari ia akan di pelihara Tuhan sampai subuh”. (H.R. Tirmidzi – Sahih Tirmidzi Juz XI halaman 10 dan 11)
Terang membaca Surat “Hamim Almu’mina” bukan saja ada pahalanya, tetapi juga ada fadlilahnya, yaitu di pelihara Tuhan sehari-harinya.
Sebagai di maklumi oleh sekalian orang mukmin, bahwa Surat “Hamim Almu’mina” di mulai dengan perkataan

Menurut pendapat banyak sahabat Nabi, bahwa kata “Hamim” dan lain-lain serupa yang terletak di permulaan 29 surat adalah ayat-ayat yang di rahasiakan artinya oleh Tuhan, sehingga tidak di ketahui oleh manusia.
Tetapi kalau di baca walaupun tidak tahu artinya, berfaedah dan dapat pahala juga, sebagai yang di terangkan dalam Hadits Abu Hurairah ini.

Ketiga :

Artinya : “Dari Siti ‘Aisyah, beliau berkata : Bersabda Rasulullah SAW. : Orang yang mahir membaca Qur’an akan di tempatkan di akhirat bersama-sama dengan malaikat-malaikat, dan orang yang sulit baginya membaca dan tersendat-sendat, maka orang akan dapat dua pahala”. (Hadits Muslim – Sahih Muslim Juz I halaman 319)
Hadits ini di rawikan juga oleh Imam Tirmudzi pada Juz XI di halaman 29 dalam kitab Sahihnya.
Dalam mensyarah hadits ini, Imam Ibnul ‘Arabi al Maliki mengatakan, bahwa yang di maksud dengan ‘mahir’ ialah orang yang alim, yang tahu arti dan maksud ayat Qur’an. Kalau mereka membaca akan di beri pahala dan kedudukan sama dengan malaikat, tetapi orang yang ‘sulit’ baginya membaca Qur’an, karena belum tahu cara membacanya dan artinya, maka ia di beri juga 2 pahala.

Keempat :
Imam Zarkasyi, pengarang kitab “Al Burhan fi Ulumil Qur’an” mengatakan secara qiyas atau secara perbandingan begini :

Artinya : “Dan juga sebagaimana kita boleh beribadat kepada Tuhan dengan ‘perbuatan’ yang kita tidak tahu artinya, maka kenapa tidak boleh beribadah dengan ‘perkataan’ yang kita tidak tahu artinya? Satu kali kita tahu arti kata yang di sebut, dan di kali lain kita tahu artinya: dan sengaja di sini adalah semata-mata memperlihatkan pengikutan kepada Tuhan. (Al Burhan Juz I halaman 173).
Maksud Imam Zarkasyi dengan perkataannya ini ialah, bahwa kita boleh beribadat kepada Tuhan dengan ‘bacaan’ yang kita tidak tahu artinya, sebagaimana kita boleh beribadat dengan ‘perbuatan’ yang kita tidak tahu arti dan maksudnya.
Umpamanya ruku’ dalam sembahyang apa artinya, sujud apa artinya, thawaf keliling Ka’bah apa artinya, sa’i antara Safa dan Marwa apa artinya, wukuf di ‘Arafah apa artinya?
Semuanya kita tidak tahu artinya yang sebenarnya, tetapi karena kita di perintah oleh Tuhan mengerjakan begitu, ya kita kerjakan, habis perkara.
Kesimpulan :
Dari dalil-dalil yang tersebut dapat di ambil kesimpulan :
1.       Membaca Al Qur’an itu berpahala besar, walaupun kita tidak mengetahui artinya. Membaca Al Qur’an dengan mengetahui artinya lebih besar pahalanya.
2.       Di dalam Al Qur’an ada ayat-ayat yang kita tidak mengetahui sama sekali apa arti dan maksudnya, tetapi kalau di baca kita mendapat pahala juga.

Sumber :
Kumpulan Soal Jawab Keagamaan – K.H. Siradjuddin ‘Abbas (halaman 23-27).


Post a Comment