Sunday, 8 March 2015

Perjalanan Tegal – Lampung dengan Angkutan Umum

Pulang dari mengantar si buah hati ke kampung halaman, saya mencoba menggunakan moda transportasi darat dan laut. Ya, kalau tidak menggunakan laut, gimana cara nyebrangnya?
Sebenarnya saya senang menggunakan kereta api, karena harganya murah, pelayanan memuaskan dan cepat sampainya. Namun, saya ternyata telat memesan tiket. Saya berencana pulang hari Sabtu, 07 Maret 2015, dan saya memesan tiket hari Rabu di Indomaret. Dan apa yang terjadi? Semua tiket murah yang tujuannya ke Jakarta, habis. Ada kereta Tegal Arum tujuan Jakarta Kota (25.000), Tegal Ekspress tujuan Pasar Senen (65.000) dan Tegal Bahari tujuan Gambir (mulai dari 120.000). Saya hanya memiliki kesempatan membeli tiket tujuan Gambir kelas Bisnis dengan harga 175.000. Mahal sekali bukan. Tapi apa boleh buat, waktu adalah uang.

Struk Kereta Api dari Indomaret


Tiket Kereta Api Tegal Bahari


Semua pilihan memiliki jam keberangkatan yang hampir sama, yaitu di bawah pukul 07.00. Kebetulan kereta Tegal Bahari yang saya pilih berangkat pukul 06.00, jadi saya berangkat dari rumah pukul 05.00. Jadwal sampai Gambir - Jakarta adalah pukul 11.15. Selama di perjalanan lancar jaya tanpa ada halangan.

Pool Damri di Stasiun Gambir
Sesampainya di Jakarta, saya langsung turun dan menuju ke pool bus Damri di sebelah selatan stasiun Gambir. Bus Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng juga berangkat dari tempat yang sama. Saya langsung pesan tiket tujuan Lampung (Unit 2) seharga 240.000. Bus Damri yang sampai ke Unit 2 hanya ada kelas Executive, sehingga agak mahal. Bus tersebut berangkat pukul 19.00 malam, sehingga saya masih punya banyak waktu untuk jalan-jalan. Akhirnya saya naik bus Trans Jakarta menuju ke Slipi.

Tiket Damri
Pembayaran Bus Trans Jakarta sekarang sudah menggunakan sistem e-ticketing yang tiketnya dapat di peroleh di merchant yang di tunjuk. Saya menggunakan kartu keluaran Indomaret (Indomaret Card). Ongkosnya 3.500. Tapi ya itu, saya harus menyambung bis sampai 2 kali, yaitu halte Gambir – Harmoni, Harmoni – Grogol, Grogol – Slipi. Pulangnya pun saya mengikuti dengan halte yang sama.
Sebelum pukul 19.00 saya tiba di Stasiun Gambir lagi, dan langsung menuju ke pool Damri. Saya langsung laporan ke petugas Damri dan di berikan no kode Bus Damri yang harus saya naiki. Bus tersebut baru berangkat pukul 19.30 karena menunggu satu penumpang yang kahirnya di tinggal karena tidak datang-datang.

Bus Damri Sebelum Berangkat
Pukul 21.30 Bus tersebut sudah sampai di pelabuhan Merak dan langsung masuk ke kapal. Luar biasa cepat saya kira. Begitu bus selesai parkir, saya langsng naik ke lantai atas dan sholat Isya. Setelah sholat Isya, saya langsung saja masuk ke kelas lesehan yang di sediakan.

Tiket Kapal Naik Kelas

Bagian Depan Kapal

Pukul 00.30, kapal sudah menyandar di pelabuhan Bakauheni. Langsung keluar kapal, dan langsung iring-iringan dengan bus Lorena.  Beberapa saat kemudian, bus masuk ke rumah makan Siang Malam untuk makan malam dan cek jumlah penumpang. Saya kira kurang cocok kalau makan malam jam segitu. Mungkin waktunya sahur. Tidak lama, hanya 20 menitan. Kemudian bus berangkat lagi menuju Bandar Lampung. Suasana jalanan cukup lengang, sehingga bus dapat melaju kencang. Saya tidak tau pukul berapa sampai Bandar Lapung, tau-tau sudah sampai Metro. Ternyata memang bus tersebut melaju cukup kencang.

Rumah Makan Siang Malam


Sekitar pukul 06.00 bus Damri tersebut sudah sampai di gerbang GPM, dan sampailah saya di rumah.
Post a Comment