Thursday, 29 January 2015

Tahapan Kegiatan Perkebunan Tebu dalam Foto


Langsung saja tanpa basa basi, saya akan mencoba memberikan informasi mengenai tahapan kegiatan perkebunan tebu mulai dari olah tanah (land preparation) hingga panen (harvest).
1.     Land forming (Pembuatan areal)
Kegiatan land forming ini bertujuan untuk membuat suatu areal yang ideal sehingga mudah kegiatan perkebunan menjadi lebih efisien seperti meratakan tanah, membuat aliran air dan membuat jalan.
Land Forming dengan menggunakan Bulldozer

2.     Ploughing (Bajak)
Kegiatan ini bertujuan untuk membalik dan menggemburkan tanah serta memperbaiki airase dan drainase tanah.
Syarat yang harus di penuhi adalah :
- Arah bajak searah row dan memotong row lama dengan deviasi maksimum 30ยบ dengan kedalaman ≥ 35 cm
- Traktor berputar ke arah kanan
- Pada saat bekerja, ketinggian mata bajak sejajar dan traktor tidak boleh berputar di jalan
- Dilakukan bajak pinggir dengan 6-7 ancakan

Ploughing (Bajak) menggunakan bajak discplough

Ploughing (Bajak) menggunakan bajak



3.     Harrow I (Garu I)
Kegiatan ini bertujuan untuk meremahkan dan meratakan tanah hasil bajakan
Cara Kerja kegiatan ini adalah :
-          Arah kerja memotong tegak lurus arah bajak dan roda harrow harus diangkat
-          Operasional harrow harus overlap 2 disc  (40 cm) dan kondisi tanah dalam keadaan kapasitas lapang
-          Untuk harrow Ku Lin, traktor berputar ke arah kanan
-          Untuk harrow Baldan, traktor berputar ke arah kiri
-          Pada saat bekerja traktor tidak boleh berputar di jalan
   
Harrow Ku Lin

4. Harrow II (Garu)
Kegiatan ini betujuan untuk memperemah tanah jika harrow I kurang baik hasilnya
Arah kerja memotong tegak lurus arah kerja harrow I dan ban harrow harus diangkat
- Operasional harrow harus overlap 2 disc (40 cm) dan kondisi tanah dalam keadaan kapasitas lapang
- Untuk harrow Ku Lin, traktor berputar ke arah kanan
- Untuk harrow Baldan, traktor berputar ke arah kiri
- Pada saat bekerja traktor tidak boleh berputar di jalan

Hasil Harrow

5. Track Marking
Kegiatan ini bertujuan membuat jalur lintasan untuk ripping dan furrowing
Cara kerja kegiatan ini adalah :
- Arah track marking harus sesuai dengan kontur/topografi dan kedalamannya >35 cm
- Jika areal datar, arah track marking sesuai dengan arah sinar matahari, yaitu dari timur ke barat
- Operasional track marking harus overlap
- Pembuatan track marking harus dikerjakan pada kondisi tanah kapasitas lapang. Jika musim kering, pembuatan track marking  dimulai dari areal yang dekat dengan sumber air.
- Jika areal miring > 5% maka wajib dibuat kontur bank untuk menahan erosi
- Pembentukan kontur bank menggunakan disc plough
- Letak slope kontur ditentukan oleh team survey (menggunakan teodolit) dan letak slope ini dibuat setelah kegiatan Harrow  terakhir

Track Marking
6. Ripping
Ripping ini bertujuan untuk memecah dan menggemburkan lapisan tanah kedap air serta sebagai reservoir air. Sedangkan cara kerjanya adalah dengan mengikuti alur track marking dan dibuat di dasar track marking. Kedalamannya merata yaitu mencapai sekitar ≥ 40 cm (diukur dari dasar track marking), kecuali untuk areal miring, kedalaman tidak sampai tepi petak, yakni 1 m sebelum tepi petak implement sudah diangkat (mencegah erosi)

Ripper 7 titik







 Nanti saya update lagi saudara...
Post a Comment