Thursday, 25 December 2014

Pembibitan Tebu (Sacharum Officinarum) Metode Budchip

Wanita India sedang memegang tray budchip


Beberapa tahun belakangan ini saya sering mendengar ada perkembangan teknologi tentang bagaimana cara membibitkan tanaman tebu. Pada pembibitan konvensional, bibit tebu di tebang pada umur 6-9 bulan, dan di tanam secara lonjoran saja. Perbandingan antara bibit dan areal yang akan di tanami biasanya 1:4 hingga 1:6, tergantung jumlah populasi dan tingkat germinasi tebu tersebut.
Tapi kali ini, ada metode yang di sebut budchip, dimana tebu di tanam terlebih dahulu di dalam tray atau media tanam khusus kemudian setelah berumur 2-3 bulan, baru di tanam di areal dengan jarak tanam tertentu.

Kumpulan budchips untuk bibit

Saya kira sistem ini merupakan adopsi sistem yang digunakan di pembibitan kelapa sawit. Tapi tidak ada salahnya jika memang memberikan efisiensi dan kemudahan dalam bercocok tanam.

Langkah-langkah pembuatan budchip

Mengapa harus menggunakan ini? Karena jika anda sedang membutuhkan bibit dalam jumlah banyak, sedangkan anda hanya memiliki kebun bibit yang sedikit, maka inilah pemecahannya. Menurut litbang pertanian, penggunaan benih unggul tebu bud chips dalam 1 hektar kebun Bibit Datar ( KBD) menghasilkan benih 50-60 ton setara 350.000- 420.000 mata tunas budchips. Kebutuhan bibit budchips dalam satu hektar pertanaman baru plant cane diperlukan 12000-18000 batang bibit setara 2-2,5 ton bagal. Sehingga dalam 1 ha luasan kebun bibit datar (KBD) mampu memenuhi kebutuhan areal tanam baru ( plant cane) mencapai 29 – 35 ha. Pembuatan kebun bibit datar memerlukan biaya besar dengan penggunaan bibit tebu bud chips ini lebih efisien dan mampu menekan luas areal Kebun Bibit Datar ( KBD) mencapai 75-80%.


Jadi intinya, cara ini adalah untuk menghemat kebutuhan kebun bibit.



Yang perlu di perhatikan ketika melakukan penanaman bibit ini ke areal adalah kebutuhan air. Karena posisi tanaman merupakan bibit berumur 2-3 bulan, maka di perlukan pengairan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama seminggu pertama. Sehingga metode ini sangat cocok di lakukan pada tanaman tebu reynoso atau sawah. Cocok pula di laksanakan ketika musim hujan tiba, sehingga tidak di khawatirkan tanaman akan kekurangan air. Walaupun bisa dilakukan irigasi dengan menggunakan sprinkler, namun perlu di ulangi 2-3 kali untuk memastikan kebutuhan air tercukupi.

Post a Comment