Monday, 24 November 2014

Pengalaman Mengendarai Mobil Nissan Livina



Hari Minggu yang lalu pergi melayat ke rumah teman saya di Bandar Jaya.  Karena mobil saya sudah di lipat (di jual, hehe), maka saya mencari mobil tumpangan. Awalnya saya mau menyewa mobil saja, namun karena hari sudah siang, sangat sulit mencari orang yang menyewakan mobil.

Setelah sekian lama mencari teman menuju ke Bandar Jaya, akhirnya saya menemukan orang yang akan pergi melayat juga. Kebetulan dia adalah wanita, sehingga saya lah yang menyetir mobil tersebut. Mobil tersebut adalah Nissan Livina buatan tahun 2012 bulan Maret.

Dalam perjalanannya, kami total ber-8 termasuk saya. Berangkat dari site pukul 14.30. Pada awal perjalanan, saya masih takjub dengan kenyamanan mobil ini. Empuk sekali per-nya, terutama per belakang. Bila di bandingkan dengan Toyota Avansa, Suzuki APV, maka Nissan Livina lah yang juara keempukan per-nya.

Ketika sudah masuk ke jalan hitam (jalan aspal), mulailah saya coba tes mesinnya. Dengan muatan penumpang 8 orang, saya coba geber kecepatan hingga mencapai 100 kpj, masih anteng. Hanya saja, untuk di belokkan, setirnya terasa agak berat. Mungkin karena mobil penggerak roda depan, sehingga tumpuan pada roda depan yang mengakibatkan roda depan menjadi berat (pengalaman dengan mobil Daihatsu Ayla). Nyaman sekali rasanya. Saya naikkan lagi menjadi 110 kpj. Di sini mulai agak ada limbung. Sedikit saja saya geser setir, mobil seperti akan terbalik. Wah, saya pikir, bahaya juga kalau ngebut seperti ini. Akhirnya saya kurangi kecepatan, sehingga bertahan di 100 kpj saja.



Masuk ke wilayah GMP, kembali ke jalan tanah yang kurang rata, namun masih lebih baik jika di bandingkan dengan dou kembar Avanza Xenia dan Suzuki APV. Memang saya akui, bantingannya sangat empuk. Tetapi akibatnya, jika kecepatan tinggi dan jalan menikung, rasanya mobil akan terbalik.

Ketika masuk ke wilayah Bandar Jaya, dan masuk ke daerah Adi Jaya dan Sumpang Agung, jalan aspal, namun rusak, banyak lubang. Untuk pertama kalinya saya meyetir mobil sampai bodi belakang kena tanah. Daaag.... Wah, keras juga suaranya. Memang, jarak terendah mobil dengan tanah sangat dekat, apalagi di isi dengan 8 orang dewasa, makin pendek saja mobilnya. Akhirnya, kembali saya berjalan sangat pelan di daerah tersebut, untuk menghindari terbenturnya bodi mobil dengan tanah atau aspal.

Ketika perjalanan pulang, saya masih melewati jalan yang sama. Tetapi hari sudah petang. AC pada Nissan livina ini sangat bagus dan dingin, bagi sopir. Ada pilihan udara untuk kaki sopir. Saya pernah lihat pada mobil Suzuki APV tipe II saja. Untuk Avanza Xenia sepertinya belum ada. Saya tanya penumpang paling belakang, apakah di jok terakhir dingin, mereka jawab tidak. Mungkin setelannya saja yang kurang pas.

Untuk jangkauan spion, cukup lebar, jika di bandingkan dengan Dou Avanza Xenia. Tapi jika di bandingkan dengan Suzuki APV, tentunya menang telak Suzuki APV.



Pada perjalanan pulang, kami mengisi minyak di SPBU terdekat. Niat hati ingin isi full tank, tapi apa daya, hanya muat premium sebanyak 7 liter lebih sedikit. Padahal jarak yang sudah di tempuh lebih dari 95 km. Jika di konversi, maka di dapatkan hitungan 13.57 km per 1 liter. Konsumsi BBM yang hebat untuk ukuran mobil 1500 cc dengan muatan penuh 8 orang dewasa.

Ketika saya menghidupkan lampu utama, kejadian unik terjadi. Arah lampu dekat menjadi tak terarah. Lampu tersebut lebih terlihat menjadi lampu jauh. Dan lampu jauhnya, malah menyorot ke atas tanpa tujuan. Saya kira penyebabnya adalah karena beban belakang terlalu berat, sehingga bodi bagian depat seperti terangkat. Lucu juga si, belum pernah saya mengendarai mobil seperti ini.

Kembali saya coba geber kecepatan mobil ini. Saya akui, tarikan mesinnya memang sangat enak. Untuh gigi 4 saja, sudah cukup kemana-mana, jika hanya membawa keluarga kecil. Tapi ya, RPM menjadi tinggi. Saya coba di jalan tersebut, tembus 130 kpj, dan saya tidak berani lagi lebih tinggi. Karena ya itu tadi, setir di goyang sedikit, serasa akan terbalik.

Dari itu, saya kira mobil Nissan Livina ini sebaiknya di isi dengan 5 orang dewasa saja, dan cukup 2 baris penumpang saja. Baris ke tiga sebaiknya di isi barang, sehingga kendaraan menjadi seimbang. Cocok untuk keluarga baru yang jumlah anggota keluarga sedikit. Kemudian, jarak terendah bodi dengan tanah atau aspal yang pendek, sebaiknya mobil ini di gunakan khusus di kota saja. Jangan coba-coba untuk di kendarai di jalan yang penuh lubang.

Untuk tarikan mesin, sistem peredam kejut dan peredam suara kabin, jangan di ragukan lagi. Saya sangat puas dengan tiga hal tersebut.

Oiya, jok pengemudi juga terasa nyaman dan empuk, jika di bandingkan dengan Kembar Avanza Xenia dan APV.

Bagaimanapun, ini termasuk mobil bagus yang cocok di gunakan di kota dengan muatan keluarga kecil.


Sekian pengalaman saya tentang mengendarai mobil Nissan Livina.

Post a Comment