Saturday, 25 October 2014

PENGENALAN DAN PENGGUNAAN HERBISIDA




Pendahuluan.
Penggunaan herbisida telah terbukti banyak jasanya bagi kepentingan perkebunan dan pertanian terutama dalam hal pengendalian tanaman pengganggu (gulma). Herbisida adalah bahan yang beracun dan berbahaya terhadap kesehatan manusia sebagai pengelola kebun yang bila tidak digunakan dan dikelola dengan bijaksana akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia seperti keracunan baik melalui kulit, mata dan mulut serta melalui hidung, maupun terhadap lingkungan seperti : matinya parasit-parasit sebagai agensia musuh alami ataupun timbulnya resistansi pada tanaman pengganggu (gulma).
Bermacam-macam bahan aktif herbisida yang telah digunakan di masyarakat ini secara luas meliputi :
1.      Diuron
2.      Ametryne
3.      2.4 D Amine
4.      Parakuat
5.      Glyposate
Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkannya baik pada manusia maupun lingkungannya oleh pengguna herbisida secara terus-menerus pada sekala luas sangat perlu sekali pemberian bimbingan tekhnis kepada pengawas-pengawas lapang dalam rangka pengendalian gulma (weed control).

Formulasi Herbisida.
Herbisida yang beredar dipasaran adalah campuran antara bahan aktif (bahan yang benar-benar beracun) dengan satu atau lebih bahan lain yang tidak bereaksi dengan bahan beracun. Bahan pencapur yang tidak beracun ini disebut sebagai pembawa, sedangkan fungsi bahan pencampur anatara lain sebagai : pengencer, pengemulsi, dispersant, perata atau perekat.
Tujuan pencampuran bahan yang tidak beracun tersebut adalah agar lebih mudah penggunaannya. Ada beberapa formulasi herbisida yang umum dijumpai di pasaran antara lain : 
  1. Wettable Powder (WP)
  2.  Emulsifiable Concentrates (EC)
  3.  Dusts (D)
  4.  Ultralow Volume (ULV)

1.      Wattable Powder (WP).
Bentuknya adalah tepung halus seperti formulasi dust, tapi dalam pemakaiannya perlu dicampur dengan air dan disemprotkan. Biasanya dalam formulasi terdapat Disparsing Agent (zat yang menyebabkan tidak mudah mengendap setelah dicampur air) dan Weeting Agent (zat pembasah). Konsentrasi bahan aktif biasanya masih tinggi yaitu sekitar 25-85%.

2.      Emulsifiable Concentrates (EC).
Formulasi ini sangat umum, banyak digunakan didalamnya banyak terdapat bahan aktif pelarut dan Emulsifyeng Agent (zat pengemulsi), dan keseluruhan berbentuk cair. Kandungan bahan aktifnya masih tinggi sehingga dalam penggunaannya perlu dicampur dengan air. Didalam campuran formulasi herbisida dan air ini mulsifier bekerja supaya kandungannya dapat tercampur rata dan tidak mudah memisah.

3.      Dust ( D )
Dust adalah herbisida yang digunakan secara kering dengan cara pendebuan langsung  tanpa dicampur dengan bahan lainnya, karena kandungan bahan aktifnya sudah rendah. Bahan pencampuran yang digunakan adalah bahan organic seperti : Talk, Pyrophyllite, Bentomite.  Kandungan bahan aktifnya antara 0,1 – 25 %, besar butiran (partikel) 1 – 40 micron, daya racunnya semakin tinggi bila partikelnya semakin halus.


4.      Ultralow Volume ( ULV )
Formulasi herbisida yang digunakan tanpa pengenceran, aplikasinya dengan menggunakan Micron Ulva  Sprayer. Kandungan bahan aktifnya masih tinggi, dengan Micron Ulva Sprayer butiran semprotnya sangat halus seperti kabut.


A.  TINGKAT BAHAYA HERBISIDA
Orang bekerja dengan herbisida harus tahu sampai sejauh mana taksisitas bahan yang sedang ditanganinya, meskipun herbisida ditujukan untuk meracun gulma tetapi juga berbahaya untuk mahluk hidup lainnya. Untuk mengevaluasi keracunan yang disebabkan  oleh herbisida terhadap binatang menyusui  (termasuk manusia)  digunakan dua cara  :
1.Keracunan akut :
Efeknya jangka pendek, setelah menggunakan herbisida masuk melalui mulut , kulit dan hidung (pernapasan), serta mata.
2.Keracunan kronis :
Efeknya jangka panjang, setelah masuknya herbisida melalui mulut, kulit dan hidung (pernapasan) dan mata.

Ukuran atau tingkat keracunan yang digunakan diberikan dengan symbol LD 50 (Lethal Dosis 50%) yaitu jumlah herbisida yang diperlukan untuk membunuh 50% binatang percobaan. Biasanya binatang yang dijadikan percobaan adalah kelinci atau tikus putih.          
Makin kecil nilai LD50 semakin berbahaya bagi kesehatan manusia. Berikut ini adalah daftar taksisitas akut menurut Federasi Inseksida, Fengisida dan Herbisida serta Rodentisida Amerika Serikat.

No.
TAKSISITAS
LD 50 (MG/KG)
LEWAT MULUT
LEWAT KULIT
1
Sangat Beracun
1 – 50
1 – 200
2
Beracun
50 – 500
201 – 2000
3
Beracun Sedang
501 – 5000
2000 – 20000
4
Beracun Rendah
5000 Lebih
20000 Lebih


Disamping taksisitas pestisida secara keseluruhan, kondisi kesehatan orang juga berpengaruh, misalnya : orang yang kurang gizi, tidak makan pagi sebelum beraktifitas dan sebagainya akan menjadi lebih peka terhadap keracunan Pestisida.

B.  APLIKASI HERBISIDA

Aplikasi atau penggunaan herbisida bukanlah suatu pekerjaan yang sulit, tetapi tidak dapat dilakukan sembarangan , terdapat pertimbangan - pertimbangan tehnis yang harus dipikirkan.
Didalam tulisan ini hanya akan dibahas beberapa jenis alat semprot herbisida dan pertimbangan - pertimbangan tehnis yang erat kaitannya dengan tugas kita sehari -  hari.
Pada prinsipnya aplikasi herbisida adalah penyebaran bahan aktif dalam jumlah tertentu secara merata pada bidang sasaran. Herbisida dalam perdagangan diformulasikan dalam berbagai bentuk dan yang paling banyak adalah dalam bentuk tepung semprot dan cairan semprot (WP dan EC). Bahan dan pencampuran yang umum digunakan adalah air, karena mudah didapat. Air ataupun bahan pengencer lainnya berfungsi untuk memudahkan perataan bahan aktif. Pada umumnya kebanyakan alat semprot tidak mampu menyebarkan bahan aktif herbisida secara merata tanpa ditambah larutan pengencer.
Menurut banyaknya cairan semprot yang diperlukan untuk meliputi lahan seluas satu hektar, metode penyemprotan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok :
1.        High Volume (Volume Tinggi), apabila diperlukan cairan selebih dari 400 liter per hektar.
2.        Low Volume, apabila dalam penyemprotan diperlukan cairan antara 10 sampai 150 liter perhektar
3.        Ultra Low Volume, apabila dalam penyemprotan diperlukan cairan kurang dari 5 liter per hektar.
Hasil aplikasi herbisida sangat berpengaruh terhadap efektifitas bahan aktif yang disebarkan, oleh karena itu tehnik aplikasi herbisida memang perlu dipahami dengan baik. Pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung aplikasi herbisida adalah : Pengetahuan tentang jenis alat, kualitas semprot dan type Nozel dan cara kalibrasi.


C.  JENIS ALAT SEMPROT :

1.      Pneumatic Knapsack Sprayer
Pneumatic knapsack sprayer atau lever operated knapsack sprayer adalah alat semprot punggung tidak bermotor yang menggunakan pompa piston , tengki ini berkapasitas 15 liter dapat diisi penuh karena tidak memerlukan ruang udara, tuas pompa dioperasikan secara teratur sambil berjalan.
Disamping tangki besar yang berisi cairan semprot terdapat tabung pompa dan tabung penampungan tekanan udara. Tabung penampungan udara ini bersama – sama denagn sistim katup berfungsi menstabilkan tekanan cairan semprot pada waktu piston ditarik keatas.


 Sesungguhnya Knapsack Sprayer ini lebih cocok digunakan untuk penyemprotan herbisida, tekanan tebaran yang dihasilkannya rendah (3 bar), tetapi dengan pemompaan yang lebih insentif dapat juga dipergunakan untuk penyemprotan Insektisida,  sehingga tekanan yang dihasilkan tidak pernah kurang dari 3 bar.
Kapasitan cairan yang dipancarkan kira – kira 1,5 liter permenit, dengan lebar gawang semprotan 0,8 – 1,25 meter, tergantung pada tingginya laras semprot. Untuk meliputi 1 hektar diperlukan cairan 350 – 400 liter. Out put yang kecil hanya mungkin dengan cara menggunakan nozel yang lebih halus. Tetapi untuk jenis yang baru tekanan dapat mencapai 7 bar, sehingga butiran yang dihasilkan menjadi lebih haus. Kemampuan liputannya antara 0,8- 1,5 hektar perhari. Pada medan yang sulit, misalnya tanah miring atau licin seperti persawahan gerakan tangan yang memompa terasa mengurangi stabilitas tenaga kerja.        
2.      Boom Sprayers ( Tractor sprayer)

Alat ini biasanya dipasang dibelakang tractor, terdiri atas tengki besar dengan kapasitas 600 liter, dan boom panjang dengan banyak nozel yang dipasang melintang. Sumber tekanan berasal dari pompa rotary yang dihubungkan dengan P.T.O tractor. Digunakan untuk menyemprot tanam yang rendah atau hamparan yang luas dan rata, besarnya partikel semprot yang dihasilkan dipengaruhi oleh kecepatan tractor dan diameter nozel, pada umumnya alat ini digunakan untuk penyemprotan herbisida pre emergence pada tanaman tebu.   


D.  TYPE NOZEL / JENIS NOZEL


Seringkali untuk menyatakan perihal nozel digunakan istilah yang berbeda untuk hal yang sama, sangat tergantung pada istilah yang digunakan oleh produsen. Pada pokoknya terdapat empat macam tipe nozel yang sering kita jumpai :          
                       
1.      Flaat Spray Nozzele : Bentuk pancaran seperti kipas, bentuk bidang semprotnya seperti elip. Sifat drapletnya medium (sedang), biasanya dipasang pada boom tractor untuk penyemprotan herbisida pra tumbuh, ujung bidang semprotnya yang satu dengan yang lainnya overlap, sehingga memberikan sebaran yang relatif rata.
2.      Flooding Nozzle : Bentuk pancaran seperti kipas , bentuk bidang semprotnya pipih memanjang rata, tidak membentuk elip. Partikel semprotnya kasar tetapi mempunyai sebaran partikel yang cukup rata. Biasanya dipasang pada knapsack sprayer untuk aplikasi herbisida.
3.      Full Cone Nozzle : Bentuk pancaran seperti kerucut, bentuk idang semprotnya seperti lingkaran penuh, besarnya partikelnya medium (sedang) dan kurang seragam, dapat digunakan untuk aplikasi insektisida pada tanaman yang kerapatan tajuknya tidak terlalu padat.
4.      Hallow Cone Nozzle : Bentuk pancarannya seperti kerucut , bentuk bidang semprot seperti lingkaran dan berlubang ditengah, sifat partikel yang dihasilkan halus dan seragam, penetrasi bagus untuk tanaman dengan kerapat tajuk yang padat, biasanya dipergunkan untuk penyemprotan insektisida atau fumigasi (pegendalian hama).
  

E.  DOSIS DAN KONSENTRASI


Telah diketahui bahwa tujuan aplikasi herbisida adalah menyebaran bahan aktif dalam jumlah tertentu secara merata pada bidang sasaran, bahan aktif dapat dipastikan telah tercampur rata dalam formulasinya (air), formulasi herbisida dengan handling yang baik dianggap tercampur rata dalam pengencernya, oleh karena itu dosis dapat dinyatakan dalam satuan bahan aktif persatuan luas, atau jumlah formulasi persatuan luas, tetapi yang umum digunakan adalah jumlah formulasi (liter, Kg) persatuan luas.
Apabila penggunaan herbisida herbisida yang direkomendasikan dalam dosis liter/ha, maka secara inplist yang dimaksud adalah penyemprotan bidang sasaran secara menyeluruh pada lahan seluas 1 Ha. Sedangkan banyaknya cairan semprot atau air sebagai pelarut yang digunakan untuk mencampur formulasi herbisida tersebut tergantung dari kemampuan alat semprot untuk meliput bidang sasaran pada lahan seluas satu Haktar. 

F.  PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN


Golongan Racun :
-          Organofosfat
-          Karbamat
-          Organoklorin
-          Antikoagulan
-          Zengfosfid

1. Organofosfat
            Cara masuk     : Diserap dengan baik oleh kulit , pencernaan dan paru - paru.
            Cara Kerja       :  Bekerja pada system syarap, dengan cara mengganggu penerusan
   Rangsangan.
Gejala             : Muntah - muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, sesak nafas,
                           hipersekresi.
Pertolongan     :  Bila racun tertelan muntahkan atau berikan larutan garam dapur.
                           Bersihkan kulit yang terkena racun dengan air sabun.
Bila mata terpercik cuci dengan air mengalir sekurang -  kerangnya 10 menit
2. Karbamat
Cara masuk     :  Diserap lewat pencernaan dan pernafasan.
                           Umumnya tidak diserap baik lewat kulit.
Cara Kerja       :  Sama dengan organofosfat, tetapi reversible.
Gejala              :  Sama dengan Organofosfat tetapi sementara.
Pertolongan     :  Sama dengan organofosfat.
3. Organoklorin
Cara masuk     :  Diserap dengan baik lewat kulit, pernafasan dan pencernaan.
                           Dengan adanya minyak dan susu akan menambah lajunya
   penyerapan.
Cara kerja        :  Merusak permiabilitas dinding syaraf.
Gejala              : Kronis - pusing,  ngantuk bingung, akut - pusing, muntah,                                 kejang, koma.
Pertolongan     : Muntahkan bila racun tertelan atau  berikan minum larutan                garam dapur. Jangan berikan susu atau minyak, Cuci kulit yang terkena, jangan olesi minyak, Cuci mata yang terpercik dengan air mengalir.
4. Rodentisida antikoagulan

Cara masuk
:
Racun ini hanya bekerja bila tertelan.

Cara kerja
:
Mengganggu pembentukan zat pembeku darah didalam hati.

Gejala
:
Rasa sakit dan ingin muntah atau tidak merasakan apa – apa. Gejala yang sesungguhnya adanya pendarahan didalam tubuh (gusi, kandungan kemih, hidung, telinga, ginjal, hati dsb). Waktu timbulnya gejala antara beberapa jam sampai beberapa hari setelah masuknya racun. Tergantung jumlah yang terserap.

Pertolongan
:
Muntahkan atau berikan larutan garam dapur.
5. Sengfosfid

Cara masuk
:
Racun ini akan bekerja  bila tertelan.

Cara kerja
:
Racun ini akan mengeluarkan gas beracun (gas fodfin) apabila tertelan asam kuat. Asam kuat diproduksi oleh lambung, dan akan terjadi gas fosfin yang dapat mengurangi zat pembeku darah serta pecahnya pembuluh darah.

Gejala
:
Muntah dan pendarahan  bila racun tertelan. Bila gas fosfin terhisap timbul rasa nyeri diuluhati , kejang.

Pertolongan
:
Minumkan setengah liter air soda (3-5 %) untuk menetralisir asam lambung. Selanjutnya muntahkan penderita dan atau minumkan larutan garam dapur. Bila keracunan  karena menghisap gas fosfin maka jauhkan dari sumber petaka.
Catatan :
  1. Secara umum pertolongan pada keracunan hampir sama yaitu :
-          Bila racun tertelan muntahkan penderita atau beri minum segelas larutan garam  dapur ( 1 sendok makan ).
-          Bila kulit dan mata terkena cuci dengan air.


  1. Sedangkan bila penderita tidak sadar tidak boleh memuntahkan / memberi minum sesuatu.
  2. Apabila pernafasan penderita terhenti; bagi yang terlatih dapat memberikan pertolongan dengan pernafasan buatan.
  3. Semua pertolongan pertama pertama tadi hanya sementara, maka sesudahnya harus segera dibawa ke dokter atau puskesmas.
Post a Comment