Sunday, 19 October 2014

Indikator Temperatur Suzuki APV

Beberapa waktu yang lalu saya berniat pergi ke Jakarta karena ada kepentingan keluarga. Pada awalnya mobil saya tidak mengalami masalah yang berbahaya, paling hanya bunyi-bunyi bodi, karena memang jalan yang kurang mulus. Ketika sampai di jalan aspal saya mulai menaikkan kecepatan. Hingga pada kecepatan 80 km/jam, saya lihat indikator temperatur mobil saya naik, ke H dan sudah mendekati warna merah. Buru-buru saya turunkan kecepatan. Ternyata indikator tidak mau turun juga. Akhirnya saya matikan mesin, dan saya biarkan kipas radiator nyala.




Setelah kipas radiator mati, saya start mobilnya, dan, alamak, akinya tekor. Saya diamkan sebentar, kira-kira 5 menit. Kemudian saya coba start kembalai. Alhamdlillah, mau hidup.
Buru-buru saya putar arah kembali ke rumah, karena di tempat saya bengkel sangat jauh. Itupun dengan sangat hati-hati, saya turunkan kecepatan hingga kecepatan maksimum 40 km/jam.
Langsung saja saya bawa ke teman saya yang mengerti mobil. Diagnosa awalnya, water pumpnya rusak. Kemudian di coba pada RPM tinggi, ternyata suhu menurun. Berarti memang water pump baru bekerja pada RPM tinggi. Akhirnya di putuskan untuk di tinggal.


Selang 3 hari saya cek, ternyata sudah selesai. Yang bermasalah adalah thermostat dan tutup radiator. Kemudian oleh teman saya, air radiator di ganti dengan coolant khusus radiator.



Saya coba bawa ke jalan raya. Pertama-tama saya coba di bawah 80 km/jam. Oke, tidak ada masalah. Kemudian saya coba naikkan 100 km/jam. Masih tidak masalah. Yang terakhir, saya coba kendarai dengan kecepatan 120 km/jam, indikatornya naik ke H. langsung saja saya turunkan kecepatannya menjadi 80 km/jam. Sampai saat ini saya masih belum membawa mobil tersebut ke teman saya lagi. Semoga nanti ada waktu, saya sampaikan perkembangannya.




Saya menjadi berpikir, mungkin ini cara Tuhan supaya saya tidak ngebut di jalan.



Beberapa hal yang bisa di lakukan untuk perawatan dan pemeriksaan sistem pendingin mesin mobiluntuk mencegah terjadinya temperatur tinggi mesin atau overheating.
1.Memeriksa kondisi radiator dan kebocoran sistem pendingin
Beberapa bagian radiator yang perlu di periksa adalah upper tank dan lower tank ,terutama radiator yang menggunakan plastik untuk upper tank dan lower tank. Karena pada kilometer tempuh tertentu upper tank dan lower tank yang terbuat dari plastik akan rapuh dan retak-retak yang menyebabkan terjadinya kebocoran air radiator. Upper tank atau bagian radiator paling atas akan terlebih dulu mengalami kerusakan karena langsung menerima air panas dari mesin.
Cara cek kebocoran pada cooling sistem dengan radiator tester
Periksa kebocoran cooling sistem dengan radiator tester
Gambar diatas adalah cara untuk periksa kebocoran sistem pendingin mesin mobil dengan menggunakan radiator tester atau radiator cup tester. Dengan cara memberikan tekanan lebih tinggi dari tekanan relief valve tutup radiator,tutup radiator umumnya memiliki tekanan 1,1 bar atau 0,9 bar. Jika di temukan kebocoran atau air menetes bisa di lakukan penanganan pada tempat terjadinya kebocoran.
2.Memeriksa Kondisi Tutup Radiator
Tutup radiator terdapat karet-karet jika karet tersebut rusak atau sudah mengeras bisa mengakibatkan air pendingin mesin keluar radiator tidak melewati tabung reservoir.
Cara Periksa tutup radiator menggunakan alat radiator cup tester
Pemeriksaan tutup radiator bisa juga di lakukan dengan menggunakan radiator cup tester untuk mengetahui tekanan relief valve radiator mulai terbuka, jika tidak sesuai dengan yang tertera pada tutup radiator lebih baik segera ganti tutup radiator.
3.Pergunakan Radiator Coolant
Air jika dipanaskan cenderung bereaksi dengan logam dan membuat larutan logam oleh sebab itu jika radiator yang tidak di beri radiator coolant seringkali memiliki air yang  kekuningan yang biasa nya warna kuning akan menempel di dalam radiator. Air yang tidak murni seringkali didalamnya mengandung logam yang dapat menimbulkan kerak dan akhirnya menyumbat saluran radiator yang pada akhirnya membuat mesin overheating.
Gambar radiator tersumbat
Radiator Mobil Tersumbat menyebabkan air radiator tidak mengalir deras
Air memiliki titik penguapan yang rendah hanya 100 derajad Celsius sedangkan  suhu mesin bisa diatas 100 derajad Celsius jadi jika kita menggunakan air untuk mengisi radiator maka air dalam radiator akan lebih cepat berkurang yang disebabkan penguapan lewat reservoir. Jadi  radiator coolant sangat direkomendasikan untuk radiator mobil anda.

4. Periksa Kondisi Slang Radiator Beserta Klem Slang Radiator
Kondisi dimana slang radiator sudah waktunya di ganti adalah ketika slang sudah mulai mengeras dan ketika di tekan dengan tangan sudah tidak lentur lagi. Biasanya akan terdengar bunyi ketika slang radiator di tekan.
5.Periksa Hembusan atau Kecepatan Angin Kipas Radiator Beserta Kebersihan Permukaan Radiator
Mesin modern dengan menggunakan motor cooling fan, motor cooling fan atau kipas radiator akan berputar ketika temperatur keja tercapai. Kotoran berupa debu, daun-daun atau sirip yang tertekuk akan mengurangi kemampuan membuang panas radiator, selain itu juga menambah beban motor cooling fan dengan di tandai naik nya arus listrik yang mengalir ke motor cooling fan “jika menggunakan motor cooling fan.”
Kondisi Motor Cooling Fan juga mempengaruhi kecepatan angin motor cooling fan atau kipas radiator dalam membuang panas radiator.
6. Periksa Ketinggian Oli mesin Melalui Stik Oli
Fungsi oli mesin selain untuk melumasi bagian-bagian mesin yang bergesekan juga untuk mendinginkan mesin selain cooling sistem, penting untuk menjaga oli mesin pada jumlah yang cukup.
7.Periksa Kondisi V-Belt Yang Memutar Pompa Air atau Water Pump
Pemeriksaan kondisi v-belt ini untuk mencegah v-belt putus karena v-belt yang sudah terlihat retak-retak akan rawan putus dan sebaiknya harus di ganti untuk mencegah putus di tengah jalan.
Di web tersebut banyak tips dan trik untuk mengatasi masalah-masalah mobil, silahkan berkunjung kesana.


Update 26 Oktober 2014.
Saya mencoba lagi membawa mobil tersebut test drive. Kemudian saya coba perlahan mulai dari membawa konstan 80 KPJ, hasilnya bagus, masih stabil temperaturnya. Kemudian saya bawa ke 100 KPJ, masih normal juga temperaturnya. Saya naikkan lagi temperaturnya menjadi 120 KPJ selama kurang lebih 5 menit, masih normal. Ya sudahlah, saya tidak mau menambah kecepatan lagi. Nanti malah berbahaya. Tapi saya tidak sempat mengambil gambar hasil test drive saya. Sekian informasi dari saya. Saya menduga minggu lalu memang coolantnya belum tersebar merata dan masih  ada sirip yang tertutup, sehingga sirkulasinya masih belum lancar. Semoga perjalanan saya awal November 2014 ke Bandar Lampung lancar. Amin.

Update November 2014.
Mobilnya sudah saya jual. Ganti yang kecilan dikit. Hahahaha...

Kalau mau tau pengalaman saya mengendarai APV, bisa baca di sini.
Post a Comment