Sunday, 26 October 2014

Berhasil

Keberhasilan. Berhasil adalah kata-kata yang sering kita dengar di sekitar kita, terutama keluar dari mulut orang tua. Hei, anakku berhasil masuk sekolah favorit. Anakku berhasil rangking 1 paralel. Anakku berhasil masuk UGM. Anakku berhasil lulus dengan predikat cum laude. Anakku berhasil di terima di perusahaan migas dengan gaji 2 digit.


Yah, begitulah. Keberhasilan rata-rata hanya bersifat sementara, dan akan ada penggantinya. Misal, saya hari ini berhasil rangking 1 paralel, maka besok akan ada pengganti saya yang menjadi rangking 1 paralel. Lalu, apa istimewanya?

Memang, taraf keberhasilan tiap orang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa bekerja di migas dengan gaji 2 digit merupakan keberhasilan. Ada juga yang berkata bahwa cukup menjadi PNS dengan gaji yang lumayan juga sudah berhasil. Dan ada pula yang mengatakan bahwa pendapatan bukanlah segalanya. Karena ada yang memiliki pendapatan selangit, tapi selalu di rundung duka. Tidak pernah bahagia. Entah orang tuanya sakit, entah belum memiliki jodoh, belum memiliki anak atau bahkan tekanan dari atasan yang sangat berat.

Bagi sebagian orang, berhasil adalah ketika hidup cukup. Memiliki pendapatan cukup, memiliki keluarga yang cukup, memiliki suasana hati dan kenyamanan yang cukup. Jika terlalu berlebih, biasanya manusia akan terlena. Makanya, saya menganggap, hidup cukup adalah hidup yang paling ideal. Hidup yang paling berhasil.

Bagaimana dengan anda?
Post a Comment