Saturday, 27 September 2014

Sistem Irigasi di Perkebunan Tebu



Saya melihat  di blog saya tentang 'telusuri kata kunci', ada yang mencari mengenai irigasi tanaman tebu. Membuat saya bergerak untuk menjelaskan sistem irigasi tebu yang biasa saya lakukan.

Irigasi tebu merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman tebu, terutama di wilayah kering seperti Lampung. Pada musim tanam, sekitar bulan April hingga Oktober, merupakan bulan yang kering (walaupun terkadang masih ada hujan). Sehingga setiap tanaman baru, baik itu Plant Cane ataupun Ratoon Cane, wajib di irigasi.
Irigasi pada tanaman plant cane dilakukan sebelum dan sesudah tanam. Namun, untuk menghemat budget, biasanya dilakukan setelah tanam saja. Begitu pula untuk ratoon cane, dilakukan setelah pelaksanaan stubble shaver.

Berikut chart mengenai sistem tanam yang lengkap :
  


Irigasi ini dilakukan selama 2 hingga 3 jam, tergantung pada kondisi tanah. Semakin kering tanah, tentunya akan semakin lama. Jenis tanah juga mempengaruhi durasi penyiraman. Semakin tinggi kandungan pasir, tentunya akan membutuhkan suplai air yang lebih banyak.



Irigasi tanaman tebu yang umum diginakan menggunakan sprikler seperti di atas. Orang-orang lapangan menyebutnya dengan gun (mereknye Comet Gun). Beratnya kurang lebih 40 kg, Jika orang yang biasa mengurusi irigasi, hanya di perlukan 1 orang. Namun, jika belum terbiasa, butuh 3 orang untuk mengangkatnya.
Jauhnya tembakan air di atur dengan bukaan kran dan kekuatan mesin irigasi. Hal ini dapat di atur dengan mudah.
Dalam menyetting lokasi gun, perlu diperhatikan arah anginnya, karena air yang keluar sangat di pengaruhi oleh arah angin.
Semoga artikel sederhana ini membantu bagi yang membutuhkan. Jika ada waktu, artikel ini akan saya update dengan yang lebih jelas dan mendetil. Jika ada pertanyaan, silahkan menulis di kolom komentar.
Post a Comment