Sunday, 28 September 2014

Aplikasi Herbisida pada Tanaman Tebu


Diuron


Pada perkebunan tebu, ametrin, diuron, 2.4 D maupun paraquat merupakan herbisia yang umum di gunakan. Tetapi dalam penggunaannya, haruslah tepat waktu dan tepat sasaran. Jika tidak, meke tujuan tidak akan tercapai, yaitu menghilangkan atau menghambat pertumbuhan rumput.
Jika kita sudah mengetahui tahapan dalam pemeliharaaan tebu, tentu akan mengenal istilah pre emergence dan post emergence. 

Pre emergence dilakukan ketika tebu belum tumbuh mata tunasnya. Bahan kimia yang digunakan adalah Diuron dan 2.4 D. Diuron sendiri merupakan herbisida sistemik selektif pra dan awal purna tumbuh berwarna putih, berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan gulma. Harapan aplikasi diuron ini adalah untuk mencegah pecahnya biji gulma yang tersebar di areal, sehingga tidak ada bibit gulma baru yang muncul. Kemudian 2.4 D Dimetil Amina merupakan herbisida sistemik dan selektif purna tumbuh berwarna coklat berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada tanaman tebu yang tepat untuk gulma yang masih kecil-kecil. Sehingga dengan perpaduan dua herbisida ini, di harapkan dapat mencegah tumbuhnya gulma sampai tanaman tebu berumur 2-3 bulan. Aplikasi ini biasanya dilakukan setelah pemupukan.


Post emergence (PE) terdapat 2 macam, yaitu PE 1 dan PE 2. Yang membedakan hanyalah waktu aplikasinya saja. PE 1 menggunakan kombinasi antara Ametrin dan 2.4 Dimetil Amina. Tujuan penggunaan herbisida jenis ini adalah untuk membasmi gulma yang sudah tumbuh. Ametrin sendiri merupakan herbisida sistemik pra & purna tumbuh bersifat selektif, berwarna putih berbentuk pekatan yang dapat dilarutkan dalam air untuk mengendalikan gulma pada tanaman tebu. Cocok di aplikasi dengan 2.4 D yang juga merupakan herbisida sistemik dan selektif purna tumbuh. Aplikasi ini sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur 3 bulan, apabila pemupukan kedua telah selesai dilakukan.

Sedangkan untuk PE 2, hanya menggunakan paraquat saja. Paraquat merupakan herbisida kontak purna tumbuh berwarna hijau tua berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada tanaman tebu. Aplikasi PE 2 ini adalah tebu yang berumur di atas 6-7 bulan, sehingga merupakan aplikasi herbisida terakhir. Hal ini di karenakan tanah sudah tertutup daun tebu sehingga kesempatan untuk hidup bagi rumput sangat kecil sekali.

Jadi, jangan sampai salah aplikasi herbisida, karena akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Untuk kemampuan membasmi gulma sendiri dapat dilihat di brosur, tergantung kepekatan larutan herbisida dan gulma di lapangan. Semoga bermanfaat.




Post a Comment