Sunday, 20 July 2014

Cara Menanam Kentang di Dataran Rendah

Kentang merupakan salah satu makanan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi, selain beras dan jagung. Selain mudah di olah, efek membuat kenyang menjadikannya menu favorit yang sering di masak oleh ibu-ibu. Sebut saja sambal kentang, sayur kentang, rendang pun kadangkala memakai kentang.
Setelah sebelumnya saya membahas mengenai berbagai macam varietas kentang, kali ini saya akan membahas bagaimana caranya membudidayakan kentang. Kentang sangat baik di budidayakan di dataran tinggi, seperti setau saya di daerah Temanggung ataupu Wonosobo. Namun kali ini akan di bahas mengenai budidaya kentang di dataran rendah. Selama ini, masyarakat atau petani umumnya hanya mengenal kentang dibudidayakan di dataran tinggi. Soalnya, tanaman yang nama latinnya Solanum tuberosum banyak terlihat ditanam petani daerah pegunungan dengan tinggi tempat sekitar 1.000 - 3000 m dpl (di atas permukaan laut). Oleh karena itu, komoditas hortikultura tersebut merupakan tanaman yang sangat penting bagi petani dataran tinggi atau petani yang tinggal di daerah pegunungan.
Kenapa sangat penting? Soalnya, kentang selain mendatangkan penghasilan yang lebih baik dibanding dengan jenis sayuran lain pada umumnya seperti kubis dan tomat, hasil panen kentang dapat disimpan relatif lebih lama sambil menunggu harga jual yang pantas sehingga dapat mengantongi rupiah yang lumayan banyak.
Meski begitu, bukan berarti kentang tidak dapat dibudidayakan di dataran rendah. Di dataran rendah pun, komoditas hortikultura penghasil umbi itu memungkinkan untuk dibudidayakan dengan hasil yang lumayan, asalkan lahan yang akan ditanami itu memenuhi syarat untuk tumbuhnya varietas kentang yang akan ditanamnya. 

Lahan dataran rendah yang memungkinkan untuk ditanami kentang adalah lahan yang terletak pada ketinggian tempat kurang dari 700 m dpll. Lahan dengan ketinggian tempat seperti ini bisa saja ditanami kentang, asalkan memenuhi persyaratan : (1) Jenis tanahnya Latosol atau Alluvial; (2) Suhu udara malam hari 20 - 27 0 C; (3) Terdapat angin sepoi-sepoi yang menjandikan lingkungan menjadi dingin dan sejuk; (4) Tersedia air pengairan yang cukup dan lahan tidak kebanjiran; dan (5) Lahan yang akan ditanami kentang bukan bekas penanaman tanaman Solanaceae atau tanaman pisang.
Ada pun varietas kentang yang dapat dibudidayakan di dataran rendah antara lain varietas Cipanas, DT)-28, LT-1, Cosima dan DTO-33 karena varietas kentang ini toleran terhadap suhu panas.
Masalah
Tidak bedanya dalam budidaya kentang di dataran tinggi, penanaman kentang di dataran rendah pun mempunyai beberapa masalah, hanya masalahnya saja yang bisa berbeda. Beberapa masalah yang bisa muncul dalam penanaman kentang di dataran rendah antara lain :
1. Suhu Udara
Di daerah tropis seperti di Indonesia, suhu udara yang tinggi pada siang mau pun malam hari mengakibatkan pembentukan umbi terhambat. Untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan cara menutup permukaan tanah penananam kentang tersebut, misalnya dengan mulsa jerami.
Dengan adanya penutupan mulsa jerami tersebut, maka suhu tanah dan suhu udara di sekitar batang tanaman menjadi rendah dan kelembabannya meningkat. Dengan kondisi ini maka pertumbuhan tanaman akan lebih baik yang akhirnya umbi kentang dapat tumbuh lebih baik pula.

2. Jarak Tanam
Jarak tanam kentang di dataran rendah upayakan lebih rapat, misalnya 30 X 50 cm. Dengan jarak tanam yang lebih rapat, maka ruang antar tanaman lebih sempit karena pertumbuhan tunas cabang utama lebih cepat dan relatif banyak dibandingkan dengan jarak tanam yang lebih jarang.
Tanaman kentang yang ditanam dengan jarak yang lebih lebar yang selama ini dilakukan petani, misalnya 30 X 70 cm akan menyebabkan ruang antar tanaman lebih terbuka karena pertumbuhan tunas cabang utama lebih lambat dan sedikit.

3. Serangan Penyakit Layu bakteri
Kentang yang ditanam di dataran rendah, serangan penyakit layu bakteri umumnya lebih parah dibandingkan dengan kentang yang ditanam di dataran tinggi. Untuk mengatasi hal ini antara lain dapat dilakukan dengan membuat selokan draenase yang selalu berfungsi baik sehingga air yang berlebihan mudah terbuang. Selain itu, gunakan pupuk kandang yang benar-benar sudah masak/matang.
4. Mudah Tergenang Air
Tidak diragukan lagi, kentang yang ditanam di dataran rendah, pada musim hujan tanaman mudah tergenang air, apalagi jika hujannya deras dan lahan penanaman kentang draenasenya jelek atau kurang berfungsi baik dalam mengalirkan air yang berlebihan. Oleh karena itu untuk menghindari tanaman kentang tergenang air, buat draenase yang dapat mengalirkan air dengan baik sewaktu hujan sehingga air yang berlebihan mudah terbuang dari areal pertanaman kentang.
Supaya kentang tidak mudah tergenang air, tanamlah kentang pada musim kemarau, tetapi tanaman tetap mendapatkan air dengan cukup atau ditanam pada akhir musim hujan ketika air masih tersedia cukup.
Penanaman
Penanaman kentang di dataran rendah tidak jauh berbeda dengan cara penanaman kentang di dataran tinggi. Pada garis besarnya, lahan diolah dan dibuat bedengan dengan lebar 100 - 110 cm. Setelah itu, beri pupuk kandang yang matang sebanyak 20 - 30 ton/ha yang dicampur secara merata pada bedengan tempat penanaman kentang.
Pada lahan penanaman kentang buat draenase sedalam 30 cm dan lebarnya juga 30 cm. Dengan ukuran draenase ini, maka air tidak mudah menggenangi pertanaman.
Pekerjaan berikutnya, buat lubang tanam ukuran 10 - 15 cm dengan kedalaman 20 cm pada bedengan yang sudah disiapkan itu. Jarak tanam antar lubang, dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 50 cm. Dengan cara penanaman seperti ini, maka tiap bedengan berisi dua baris tanaman kentang dengan populasi 66.000/ha. Setelah itu, benih kentang dimasukkan ke dalam lubang lalu diberi pupuk buatan.

Jenis pupuk buatan yang diberikan itu merupakan campuran antara pupuk N (150 - 200 kg), P2O 5 (20 - 180 kg) dan K2 O (100 kg) setiap hektarnya. Sesudah benih kentang diberi pupuk buatan, lubang tanam itu segera ditutup dengan tanah halus.
Untuk penanaman kentang di dataran rendah, gunakan benih kentang yang sudah bertunas sepanjang ± 2 cm karena lubang tanamnya cukup dalam. Dengan benih seperti ini, maka tunas umbi kentang tersebut akan cepat muncul ke atas permukaan tanah.
Benih kentang yang sudah ditanam itu dirawat dengan baik sebagaimana mestinya supaya pertumbuhan kentang optimal sehingga umbi kentang yang diperolehnya nantinya sesuai harapan. Untuk merawatnya, lakukan pengairan atau penyiraman yang cukup, beri pupuk yang memadai, bersihkan gulma yang ada dan lakukan pengendalian hama dan penyakit yang tepat.
Penulis :Ir.Muchdat Widodo,MM
Penyuluh Pertanian Madya
Pusat Penyuluhan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian
Sumber :
1. Dr.Ir.Muchjidin Rachmat, MS. Buku Tahunan Hortikultura Seri tanaman ± 1 mm Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, jakarta, 2006.
2. Drs. Hendro Sumarjono. Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. Penerbit PT. Agro Media Pustaka, jakarta Selatan 12630, 2007. 

Sumber (dengan perubahan seperlunya) : 
http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/menanam-kentang-di-dataran-rendah


Artikel Kentang yang lain :
Post a Comment