Tuesday, 8 July 2014

005. Abu Bakar Ash-Shiddiq - Seri Sahabat Nabi


Mumpung masih di bulan Ramadhan, tak ada salahnya jika kita membahas sejarah sahabat-sahabat Rasul. Sahabat rasul yang terdekat dan mula-mula masuk islam tentu adalah Abu Bakar yang iberi gelar ash-Shiddiq yang artinya pembenar. Nanti akan ada cerita kenapa beliau mendapatkan gelar seperti itu.

Okelah, kita mulai dari masa awal beliau hidup. Abu Bakar (bahasa Arab: أبو بكر الصديق, Abu Bakr ash-Shiddiq) (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H). Nama lengkap beliau adalah 'Abd Allah bin 'Utsman bin Amir bi Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy. Bertemu nasabnya dengan nabi pada kakeknya Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai, dan ibu dari abu Bakar adalah Ummu al-Khair salma binti Shakhr bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim yang berarti ayah dan ibunya sama-sama dari kabilah Bani Taim.

Abu Bakar adalah ayah dari Aisyah, istri Nabi Muhammad. Nama yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Muhammad menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah'). Muhammad memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya 'yang berkata benar') setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mi'raj yang diceritakan oleh Muhammad kepada para pengikutnya, sehingga ia lebih dikenal dengan nama "Abu Bakar ash-Shiddiq".
Gelar ash-Shiddiq di berikan setelah peristiwa Isra' Mi'raj, dimana semua orang meragukan kebenarannya, sedangkan beliau meyakini bahwa kejadian itu adalah nyata. Oleh karena itu, beliau mendapat gelas ash-Shiddiq, yang artinya amat membenarkan atau pembenar.

Dalam riwayat lain, dari Abu Sa`id radhiyallahu` anhu menceritakan, bahwa Rasulullah duduk di mimbar, lalu bersabda :”Sesungguhnya ada seorang hamba yang diberi pilihan oleh Allah, antara diberi kemewahan dunia dengan apa yang di sisi-Nya. Maka hamba itu memilih apa yang di sisi-Nya” lalu Abu bakar menangis dan menangis, lalu berkata :”ayah dan ibu kami sebagai tebusanmu” Abu Sa`id berkata : “yang dimaksud hamba tersebut adalah Rasulullah, dan Abu Bakar adalah orang yang paling tahu diantara kami” Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan perlindungan kepadaku dengan harta dan persahabatannya adalah Abu Bakar. Andaikan aku boleh mengambil seorang kekasih (dalam riwayat lain ada tambahan : “selain rabb-ku”), niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku. Tetapi ini adalah persaudaraan dalam Islam. Tidak ada di dalam masjid sebuah pintu kecuali telah ditutup, melainkan hanya pintu Abu Bakar saja (yang masih terbuka).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ia seorang khalifah yg adil tdk bergaya hidup mewah dan rendah hati. tdk lama setelah diangkat jadi khalifah ia berkata bahwa ia bukanlah orang yg terbaik memerintah rakyat mengikuti syariat dan tdk mengadakan bid’ah. Bila ia baik minta diikuti dan bila menyimpang ia minta diluruskan.


Sedangkan dari sisi keilmuan Abu Bakar radiallahuanhu melebihi shahabat lainnya. Banyak fatwa yg ia keluarkan di hadapan Rasulullah dan beliau menyetujuinya. Diangkat Abu Bakar menjadi imam shalat pengganti Rasulullah  ditambah ada hadits yg memerintahkan kaum muslimin utk kembali kepada “dua bulan” bila mengalami suatu perselisihan menjadi saksi atas ketinggian ilmunya. Karena sewaktu Rasulullah wafat orang2 Muhajirin dan Anshar sepakat membaiat menjadi khalifah.

Peran Abu Bakar yang utama adalah dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah al-kadzab dalam perang Riddah, banyak para penghafal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Umar lantas meminta Abu Bakar untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. oleh sebuah tim yang diketuai oleh sahabat Zaid bin Tsabit, mulailah dikumpulkan lembaran-lembaran al-Qur'an dari para penghafal al-Qur'an dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya,setelah lengkap penulisan ini maka kemudian disimpan oleh Abu Bakar. setelah Abu Bakar meninggal maka disimpan oleh Umar bin Khaththab dan kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad. Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al-Qur'an yang dikenal saat ini.

Menurut para `ulama ahli sejarah Abu Bakar meninggal dunia pada malam selasa, tepatnya antara waktu maghrib dan isya pada tanggal 8 Jumadil awal 13 H. Usia beliau ketika meninggal dunia adalah 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma` binti Umais, istri beliau. Kemudian beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah. Umar mensholati jenazahnya diantara makam Nabi dan mimbar (ar-Raudhah) . Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman (bin Abi Bakar), Umar, Utsman, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Sumber (dengan pengubahan seperlunya) :
http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar_ash-Shiddiq
http://fepoi.com/abu-bakar-ash-shidiq-khalifah-rasulullah.html
http://sejarahparatokoh.blogspot.com/2010/12/abu-bakar-as-siddiq.html



Post a Comment