Sunday, 5 January 2014

Plasmanutfah, Perawatan dan Kegunaan pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) - part II



ORGANIZED  COLLECTIONS  FROM  1922-1957

Expedisi berikutnya pada 1928, disponsori oleh USDA dan HSPA, yang mana pertamakali dengan fokus yang berbeda, yaitu mencari spesis liar dari Saccharum, seperti S. Officinarum. Brandes mencoba meneliti bermacam – macam dari sesuatu yang belum jelas di New Guinea dari akhir abad ke 19 sampai awal abad 20 membuat “ Uraian tentang Saccarum digabung dengan kemungkinan asal dan penyebaran tebu New Guinea menjadipusat expedisi ini”.

Sekarang jeswit mempunyai pertimbangan kemungkinan bahwa awal dari S. Officinarum adalah berasal dari S. Spontaneum . Dia juga menerima pembuktian Brandes sebagai referensi kemungkinan lebih dari satu spesis persilang dengan tebu nobel.


Branded dan Jeswit melakukan expedisi dengan pesawat laut dan Boat / melihat penyebaran lebih di daerah – daerah bagian New Guinea bagian daerah yang terbatas tidak dapat dilalui, dijangkau dengan pesawat laut. Expedisi ini berhasil dengan mendapat spesis baru yaitu S. Robustum dikumpulkan 288 clon dengan rincian penuh diberikan oleh Daniels (1977) sekitar 10 – 15 % gagal dikarantina di Sydney.

Brandes menyiapkan klasifikasi 163 klon terdiri dari S. Officinarum (141), S. robustum (10) , S. Spontaneum (7) dan hibrida (5).

Walaupun Branded tidak menyebutkan secara spesifik 28 N 67 dimana klon ini terdiri dari 2 n = 60 dari E arundinaceus ini manarik sebab dia terisolasi dekat danau murray di sekitar sungai.
Brandes menguraikan klon ini secara lebih terinci. Spesies ini satu- satunya yang didapatkan pada expedisi ini, walau Henty memberikan Brass sebagai penelitian E. arundinaceaus pada Fly river sebagai curam, mendiami rawa-rawa sungai sangat berbeda dengan sistem sungai di bagian selatan Irian Jaya.

Ketertarikan pada Saccharum non nobel, mulai pada expedisi 1928 HSPA pada 1929. Pemberton mengumpulkan biji dari S. robustum dekat Rabaul, tapi hanya satu klon yang berhasil pada 1930, HSPA mengumpulkan biji S. robustum dari daerah dekat port Moresby, dan didapatkan ribuan tanaman dari biji ini.

Brandes dan kawan-kawan (1938) merinci dan mendirikan koleksi spesis Saccharum liar dan genus spesis yang berdekatan. Pendirian USDA ini melanjuti expedisi 1928 ini menjadi koleksi plamanutfah tebu dunia USDA bekerja sama dengan pemerintah New Coledonia, telah mengumpulkan 140 klon pada 1935. 138 adalah tebu nobel.

Grasl memcatat kurang dari sepertiga dari jumlah ini menjadi koleksi dunia. Dia menekankan untuk koleksi ulang dari daerah yang dikunjungi sebelumnya, karena ada kemungkinan kunjungan sebelumnya tidak ditemukan atau klon yang ada masih pada saat transit mereka juga melaporkan koleksi material dari bagian daerah yang berbeda. S. Spontaneum dari India, Burma dan Afrika bagian Utara daerah sungai ke Barat dan Timur garis Wallace, Fiji dan Tahiti material ini disaring untuk ketahanan terhadap mosaic dan toleransi cuaca dingin.

Tahun 1937, HSPA mengirim Lennox ke New Guinea, dengan tujuan lebih utama, mengumpulkan biji dari material vegetatif karena pertimbangan karantina dia mengoleksi dari Gazella peninsula New brintain, pulaunya New Ireland dan Louongai, Ramu plateau, dan utara costal river New Guinea. Dikoleksilah S. robustum dan semua lokasi – lokasi seperti halnya S. Spontaneum di Ramu dan bagian utara hibrida dari S. robustum X S. Spontaneum telah diteliti di Ramu 6 klon dikembalikan ke karantina tidak disebutkan adanya pengembalian dari hasil biji .

Koleksi S. Spontaneum dan genus yang berhubungan pada Saccharum complex terorganisir ketika pemulia melakukan hibrida dari S. Spontaneum interspesifik di India. Hal ini dikenal sebagai spontaneum Expedition Schene (SES). Yang melalui explorasi, koleksi dan pelajaran Botany dari karakter dan vanasi tipe-tipe S. Spontaneum dan kerabatnya dalam melengkapi pemuliaan tebu.


Indian mempertimbangkan untuk menyamakan kontribusi Amerika dan Australia dalam pengumpulan S. officinarum dan S robustum dan SES juga mencari untuk memperluas pengetahuan biosistematik di element Saccharum komplex.

Kekomplextasan genera dan spesies saccharum complex dipelajari di India, oleh Panje (1954) koleksi dari tenggara India pada 1948 – 1944 Nepal ( 1950 – 1952). Koleksi tambahan dari Asia (Burma, Thailand dan Malaya). Dan Afrika (Arab, Sudan dan Afrika Timur, Corgo, Gold Coast dan Nigeria) dilaporkan oleh Panje (1957). Koleksi dari Afrika ditambahkan dengan koleksi awal dari Afrika Timur oleh Grassl. 1945 – 1946 ini sebagai tambahan pada koleksi sorgum, karena itu tidak dilaporkan secara rinci.

Di tahun 1956, sejumlah 400 klon tidak dikoleksi atau diimport oleh Schene (Panje, 1956), jumlah tertinggi yang tercatat di literatur adalah SES 606. Rincian klon klasifikasi botani dan daerah koleksi tidak di rinci, tapi tetap ada di daftar SES dan selsksi SES untuk tahun dingin. Katalog di sumber genetik S. Spontaneum dirinci pada klon SES 218 variabel dan adaptasi ekologi dari spontaneum juga diketahui. Keberadaannya dan adaptasi ekologi dari spontaneum juga diketahui, keberadaannya dan tropical dan subtropical Afrika, India, Asia Tenggara, Malaya, Cina, Taiwan, Jepang, Nusantara, Indonesia, Pilipina dan New Guinea kemungkinan ada hubungan analisa Guinea dan halmahera ( Berding dan Koike, 1980).

Expedisi besar ke new guinea di sponsori oleh BSES pada 1951. Dipimpin oleh Buzacott and Hoghes, koleksi kembali disekitar Port moresby. Daerah sekitar Lae ke tenggara lereng – lereng daratan tinggi dan pusat dataran tinggi ke Mt Hagen semuanya hingga ke Barat. Expedisi ini meliputi daerah pelindung yang belum terjangkau sebelumnya, tujuannya antara lain : 2 mengoleksi S. Officinarum yang memiliki karakter masak awal yang akan dijadikan komersil. 2 mengoleksi Saccharum liar yang memilki jenis yang bermacam – macam sebagai material untuk menghasilkan vigor dan kuat, keras pada komersil sejumlah 166 didapat , dimana koleksinya mayoritas dari S. Officinarum (138). S. Robustum (19), S. Spontaneum (4) Miscanthus spp (3) dan digunakan hibrida antara S. officinarum X S robustum (2). Biji juga diambil tapi tidak jelas.

Tahun 1951, CSR tentang memulai koleksi tebu banyak, tebu liar dan kerabat rumput-rumputan dari pulau Fiji upaya ini dilakukan hingga tahun 1962. Daniel (1967 b) mendokuntasikan 64 klon dan dibuat rinciannya.

Mangels dorf membuat koleksi dari biji Saccharum compleks liar di Thailand pada 1955, walaupun kecil koleksi ini menghasilkan suatu kesimpulan yang menarik baik di Hawaii maupun Lousiana. Tujuan Mangeldorf mengumpulkan klon Spontaneum yang sama di Burma Mandalay yang diatas garis lintang Thailand. Biji yang sama dikirimkan ke India dan U.S Mangeldolf (1958 ) menguraikan 15 sample yang berhasil berkecambah yaitu S. Spontaneum (11) Narenga / Sclerostachya spp (3) dan E arundinaceus (1) Price ( 1959) mempelajari citologinya dari biji – biji ini dia juga belajar dari sejumlah kecil individu S. Spontaneum dan E bengelense Arceneaux memulai koleksi di vietnam.

Tahun 1957, warner dan grassl melakukan expedisi yang disponsori oleh HSPA untuk melanjutkan yang perna dilakukan di Papua New Guinea dan Irian Jaya. Tujuannya adalah untuk meliputi semua daerah seluas dan sevariatif mungkin koleksinya S. officinarum (193), S. rebustum (42) S. Spontaneum (20) dan generasi lain Andropogoneae (182) (Warner dan Grassl, 1958). Berdasarkan observasinya di New Guinea tahun 1951–1957 warner 1962 menguraikan kemungkinan tebu asli secara botanical dan anthropologikal.
Post a Comment