Wednesday, 8 January 2014

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memasuki Lingkungan Baru



Sebenarnya menjadi masyarakat yang bersosial itu tidaklah mudah. Terutama pada keluarga muda dengan daerah yang baru. Tentunya akan membutuhkan banyak adaptasi dan proses. Terkadang di lingkungan baru ada tetangga yang menyambut dengan senang hati dan gembira. Terkadng juga ada tetangga baru yang memiliki perasaan iri dengki erhadap orang baru. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesenjangan antara dua keluarga tersebut. Kesenjangan disini tidak hanya dalam bentuk materi, namun juga pendidikan, kemampuan ataupun persaudaraan. 


Pernahkah anda merasa iri ketika ada tetangga yang di datangi oleh keluarga besarnya. Mereka berkumpul bersama dalam satu waktu untuk sekedar bersilaturahmi ataupun berkunjung. Ingin juga rasanya kita merasakan hal yang sama (ini khusus buat yang merasa iri ya). Tapi bagaimanapun juga, hal tersebut harus di maklumi. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana cara mengontrol emosi kita agar tidak selalu iri dan dengki. Kalau caranya, saya yakin, anda lebih tau caranya.
Kembali ke persoalan menjadi anggota masyarakat sebuah lingkungan yang baru. Sebagai keluarga muda yang baru saja menempati tempat yang baru, tentu akan menyenangkan apabila sambutan yang diterima oleh masyarakat sekitar baik. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara menjaga agar hubungan yang telah dimulai dengan baik tadi tetap menjadi baik selamanya. Berikut cara dan metode menurut penulis :
1. Jangan pernah membanggakan apa yang anda miliki secara berlebihan. Bangga dengan apa yang kita miliki dan dapatkan sah-sah saja, tapi jangan sampai berlebihan, karena nantinya kita akan dicap menjadi seorang yang sombong.
2. Jangan membuat pernyataan yang kontroversial mengenai lingkungan baru secara frontal/blak-blakan. Terkadang ada beberapa kebiasaan masyarakat ditempat yang baru yang berbeda dengan kebiasaan masyarakat ditempat yang lama. Hal teersebut tidaklah layak jika dijadikan sebuah permasalahan, apalagi sampai membuat pernyataan yang menyakiti masyarakat setempat. Sampaikanlah hal-hal tersebut secara elegan, tanpa bermaksud menyalahkan atau membanding-bandingkan, sampaikan juga positif dan negatif dari kebiasaan tersebut. Bisa saja kebiasaan kita yang kurang tepat. Kenapa tidak?
3. Jangan melakukan tindakan yang kurang pantas di wilayah yang baru. Yang namanya kurang pantas, tentu saja juga kurang baik.
4. Berusahalah menjadi tetangga yang baik. Sapalah tetangga anda ketika bertemu di jalan. Datanglah ketika di undang. Dan bantulah ketika diperlukan.
5. Penulis yakin masih banyak hal-hal baik yang bisa dilakukan ketika menjadi tetangga baru di lingkungan yang baru.
Yang menjadi pesan terakhir adalah sesuai dengan kata pepatah, “Lain Ladang Lain Ilalang”. Lain tempat lain pula kebiasaan, adat, sifat, tabiat dan kondisi setempat.
Semoga menjadikan manfat bagi kita semua. Terima kasih.
Post a Comment