Friday, 10 January 2014

Antara Aku dan Dia



Sewaktu kuliah gahulu penulis sering membaca mengenai siapakah yang paling kau pilih untuk hidupmu, atau dengan kalimat yang lain. Intinya, siapakan yang paling cocok untuk menemani anda sampai anda tidak di bumi lagi. Pilihannya biasanya ada 4, yaitu orang tua, istri/suami, anak, atau teman. 


Kemudian para pemirsa atau korban akan digiring untuk memilih suami/ istri. Argumen yang disampaikan adalah, jika orang tua, biasanya akan meninggal lebih dahulu dan tidak akan mampu menemani kita samapi tua. Kemudian anak, jika sudah menikah, maka dia memiliki keluarga baru yang lebih di utamakan. Teman , penulis kira ini tidak perlu dijelaskan lagi alasannya.
Pertanyaannya adalah, apakah hidup sesederhana itu. Coba kita renungkan kembali, siapa yang paling cocok unuk menemani hidup kita di masa muda maupun tua. Jika melihat dari usia, memang istri/suami-lah yang paling lama bersama dengan kita. Dengan syarat, kita nikah di umur muda dan meninggal di umur tua. Nah, kalau umur anda pendek, hanya sampai 10, 20 atau 30 tahun?  Tentu yang paling lama adalah orang ta. (Apalagi sekarang lagi ngetren nikah setelah karirnya baik).
Tapi, sebenarnya ini bukanlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Semua element yang disebutkan di atas memiliki peran yang sama dan sama-sama berarti. Semua saling mengisi, tanpa ada yang melebihi.
Post a Comment