Sunday, 30 October 2011

Management Budidaya Tebu

Management  Budidaya  Tebu

 

Yang dimaksud dengan management budidaya tanaman tebu adalah upaya pegelolaan budidaya tanaman tebu secara benar dan efisien.  Budidaya tanaman tebu secara tekhnis sebetulnya tidaklah terlalu sulit, tetapi upaya untuk memperoleh produksi yang optimal itulah yang sering jadi masalah dan rumit.  Untuk memperoleh produksi yang optimal harus ada keseimbangan antara :

a.       Sumber daya manusia

b.      Kultur tekhnis yang benar

c.       Sarana dan prasarana yang memadai

d.      Management operasional yang baik,

-          Memperhatikan kebutuhan operasional produksi

-          Menghargai waktu

-          Mau menerima masukan

-          Efisiensi

A.       Sumberdaya manusia

Seringkali terjadi pimpinan yang duduk dalam top management kurang mempunyai kemampuan dalam pemahaman tekhnis operasional tetapi mempunyai otoritas wewenang yang sangat tinggi, akibatnya seringkali keputusan yang diambil kurang tepat atau kurang produktif.

Demikian juga terhadap tenaga kerja lapangan, sering terjadi kemampuan tekhnis operasionalnya rendah sehingga produktivitasnya juga rendah baik segi kuantitas maupun kualitas.

Adabeberapa hal yang harus diperhatikan yang berkenaan dengan sumberdaya manusia baik sebagi pemimpin maupun sebagai pekerja.

  1. Pemimpin

a.       Jujur

b.      Adil (obyektif)

c.       Cerdas/cakap

-       memahami tekhnis operasional

-       kreatif/inovatif

-       berfikir kritis

d.      Motivator

e.       Bijaksana

f.       Terbuka (mau menerima masukan dari bawah)

g.      Patut jadi teladan

Dalam praktek operasionalnya seorang pemimpin harus mampu membuat program kerja yang baik (jelas dan realistis target yang hendak dicapai, serta mungkin untuk dilaksanakan).  Selain itu mampu mengalokasikan dan mendelegasikan pekerjaan kepada bawahannya secara tepat dan adil.  Mampu memberikan prioritas secara tepat kepada pekerjaan yang memang dirasakan lebih penting dan harus segera diselasaikan.  Serta mampu mengevaluasi setiap tahap pekerjaan secara rinci dan tepat.

  1. Tenaga kerja

a.       Jujur

b.      Disiplin

c.       Rajin

d.      Mudah diarahkan (tanggap)

e.       Tanggung jawab

f.       Patuh        

B.       Kultur tekhnis yang benar

            Untuk mencapai produksi yang baik, maka proses produksi juga harus baik dan benar.  Dalam budidaya tebu proses produksi di kebun yang benar adalah mengikuti kultur tekhnis yang benar.  Kultur tekhnis yang benar meliputi :

a.       Peralatan (traktor, implement)

b.      Material (pupuk, herbisida, insektisida)

c.       Jenis kegiatan (jenis, urutan dan interval kegiatan)

d.      Waktu melaksanakan kegiatan (kondisi lahan, umur tanaman)

e.       Cara melakukan kegiatan (cara aplikasi material, cara pengoperasian unit)

C.       Sarana dan prasarana yang memadai

Untuk memperlancar produksi selain faktor produksi yang bersifat langsung, ada beberapa faktor produksi yang bersifat tidak langsung tetapi ikut berpengaruh dalam hasil produksinya, antara lain :

 

a.       Kantor

b.      Workshop

c.       Warehouse

d.      Housing

e.       Medical

f.       Tempat pendidikan

g.      Tempat ibadah

h.      Bedeng tenaga harian

D.       Management operasional yang baik

Untuk memperoleh hasil kerja yang baik, maka diperlukan pengelolaan operasinal lapangan secara benar sehingga setiap pekerjaan dikerjakan secara benar.  Hal ini meliputi :

a.       Kemampuan SDM

b.      Justifikasi alat (adjustment unit)

c.       Kalibrasi alat dan material

d.      SOP setiap kegiatan

-     Jenis kegiatan

-     Alat yang dipakai

-     Material yang digunakan

-     Waktu melaksanakan kegiatan

-     Cara melaksanakan kegiatan

-     Penanggung jawab kegiatan (pengawas, operator, tenaga kerja)

e.       Evaluasi

-     Memperhatikan kebutuhan operasional produksi (hasil baik dan bisa dilaksanakan)

-     Menghargai waktu (tepat waktu)

-     Mau menerima masukan (siap dikoreksi)

-     Efisiensi (berusaha kearah produksi optimal)

 

 

 

 

Post a Comment