Saturday, 29 October 2011

BUDIDAYA TANAMAN TEBU




 

UNSUR

  1. Lahan

  2. Material

  3. Mesin

  4. Man ( Tenaga Kerja )

  5. Infra  struktur

  6. Pabrik

  7. Management

    1. Struktur Organisasi

    2. SOP

    3. Kelengkapan  Administrasi

    4. Tekhnis  budidaya




 

 

 

  1. LAHAN


    1. Struktur  tanah

    2. Tekstur  tanah

    3. Topografi

    4. Sumber  air



 

  1. MATERIAL


    1. Bibit tebu

    2. Pupuk

    3. Herbisida

    4. Insektisida

    5. Dolomit

    6. Gypsum



 

  1. MESIN


    1. Alat  berat

    2. Farm  traktor

    3. Mesin  harvesting

    4. Cargo  truck

    5. Dump  truck

    6. Implement



 

 

  1. MAN  ( TENAGA  KERJA )


    1. Managerial

    2. Staff

    3. Rank and File

    4. Tenaga  Harian



 

  1. INFRA  STRUKTUR


    1. Kantor

    2. Gudang

    3. Workshop

    4. Perumahan

    5. Sekolah

    6. Tempat  Ibadah

    7. Sarana  olahraga

    8. Jalan

    9. Listrik

    10. Air  bersih

    11. Pasar / toko / warung



 

 

  1. PABRIK


 

  1. MANAGEMENT


    1. Struktur  Organisasi



-          Pembagian Departemen / Divisi

-          Job Diskripsi

-          Staffing


    1. SOP



-          Sistim dan Prosedur

-          Petunjuk Tekhnis Pelaksanaan / Operasional


    1. Kelengkapan administrasi



-          Perlengkapan peralatan kantor

-          Peraturan Perusahaan


    1. Tekhnis  budidaya



-          Kultur tekhnis

-          Standar alat

-          SOP

-          Pengawasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAHAN

 

  1. Struktur  tanah

  2. Tekstur  tanah

  3. Topografi

  4. Sumber  air


 

Tanah merupakan modal dasar dari sebuah industri pertanian.  Oleh karenanya pengelolaan lahan pertanian harus benar-benar diperhatikan sehingga faktor-faktor penting tanah itu bisa terjaga dengan baik.  Secara umum faktor yang sangat penting dari tanah adalah Kesuburannya.  Dan secara umum faktor kesuburan ini untuk kesuburuan alami dicerminkan oleh kondisi top soilnya.

Ada beberapa faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap kondisi top soil pada suatu lahan pertanian, antara lain :

  1. Topografi tanah

  2. Tingkat curah hujan

  3. Sistim pengelolaan lahan


Kondisi top soil yang ada dalam permukaan lahan secara umum bisa berkurang atau rusak disebabkan karena adanya erosi yang tinggi.  Berat ringannya erosi sangat dipengaruhi oleh volume dan laju kecepatan airnya dan kondisi struktur lahannya.  Oleh karenanya besar kecilnya tingkat erosi ini sangat dopengaruhi oleh tingkat kemiringan lahan atau topografinya, besarnya tingkat curah hujan dan cara pengelolaan lahannya.  Makin tinggi tinggi tingkat kemiringan lahan maka akan semakin tinggi potensi erosinya.  Makin tinggi tingkat curah hujan juga semakin tinggi potensi erosinya .  Dan semakin tinggi intensitas pengolahan lahan juga akan semakin tinggi potensi erosinya, apalagi kalau pengolahan lahan itu dilakukan pada musim hujan pada lahan yang miring.  Oleh karena itu pengolahan lahan harus benar-benar memperhatikan topografi tanah dan musim hujannya, agar kerusakan top soil oleh erosi bisa diminimalkan.

Selain kesuburan hal lain pada tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah porositas tanah.  Porositas tanah itu penting bagi pertumbuhan tanaman karena berkaitan dengan kemampuan tanah dalam mengikat air dan udara yang ada dalam tanah.  Dan kondisi porositas tanah ini sangat dipengaruhi oleh jenis tekstur tanah, intensitas pengolahan tanah dan kondisi tanah pada saat diolah ( kebasahannya ).  Perbandingan pasir, liat dan debu mempengari potensi kepadatan suatu lahan, makin rendah kandungan pasirnya atau makin tinggi kandungan litany maka makin berat pengolahan lahannya dan makin tinggi potensi kepadatannya.  Makin intensif pengolahan lahan juga akan semakin tinggi potensi pemadatannya.  Demikian pula dengan pengolahan lahan pada saat kondisi basah maka akan semakin tinggi potensi pemadatannya.  Pemadatan tanah berbanding terbalik dengan tingkat porositas tanah, artinya kalau tanah makin padat berarti porositas tanah semakin berkurang  dan semakin tidak baik bagi pertumbuhan tanaman.  Dengan demikian faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga porositas tanah atau meminimalkan pemadatan adalah :

  1. Struktur tanah

  2. Intensitas pengolahan tanah

  3. Kondisi pengolahan tanah ( hindari kondisi basah )


 

Selain kesuburan tanah, porositas tanah, hal lain yang sangat diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhannya adalah masalah air.  Sebagian besar kandungan material dalam batang tebu adalah air, oleh karena itu tanaman tebu untuk pertumbuhannya sangat

membutuhkan air.  Dan memngingat jumlah air yang diperlukan sangat banyak maka perlu adanya persiapan untuk stock air yang cukup, dan juga adanya peralatan yang memadai untuk mensuplai kebutuhan air bagi tanaman tebu.

 

 

MATERIAL

 

  1. Bibit tebu

  2. Pupuk

  3. Herbisida

  4. Insektisida

  5. Dolomit

  6. Gypsum


 

Dalam proses penanaman tebu material utama yang perlu diperhatikan tentu saja adalah bibit tebu. Tebu yang akan digunakan sebagai bibit tentu saja memerlukan persyaratan agar pertumbuhan dan produktivitasnya baik.  Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Varietas

  2. Umur bibit

  3. Kemurnian

  4. Kesehatan


Varietas tebu menunjukkan karekteristik genetik yang memberikan gambaran tentang potensi produksi, meliputi tonage dan kualitas ( rendemen ).  Sifat-sifat umum suatu varietas antara lain meliputi : populasi, pembungaan, TCH, rendemen, ratoon ability dan tingkat ketahanan terhadap hama / penyakit.

Untuk mendapatkan varietas yang baik secara umum ada dua cara.  Pertama melalui seleksi dari hasil persilngan sendiri.  Untuk mendapatkan hasil persilangan yang baik tetntu saja diperlukan tetua-tetua yang potensial.  Cara mendapatkan Varietas baru melaui seleksi persilangan memerlukan waktu yang relatif lama, kira-kira 7 tahun.  Sedangkan cara kedua adalah melalui seleksi introduksi.  Seleksi introduksi yaitu melakukan seleksi terhadap Varietas-varietas yang berasal dari luar, merupakan seleksi adaptasi.

Untuk kebutuhan material lainnya, yaitu pupuk, herbisida, insektisida, dolomit dan gypsum ditentukan berdasarkan dosis / ha dan waktu pemberiannya.  Untuk pupuk, dolomit dan gypsum penentuan dosis berdasarkan hasil analisa tanah, yang merupakan hasil analisa dari kebutuhan tanaman.  Sedangkan untuk dosis herbisida dan insektisida penentuan dosis berdasarkan dosis rekomendasi dari formulatornya dan juga dari hasil percobaan lapangan.  Waktu pemberian masing-masing material biasanya berdasarkan rekomendasi dari hasil percobaan lapangan dan juga memperhatikan faktor tekhnis kemudahan aplikasinya.

 

 

MESIN

 

  1. Alat  berat

  2. Farm  traktor

  3. Mesin  harvesting

  4. Cargo  truck

  5. Dump  truck

  6. Implement


Untuk pengelolaan lahan yang luas maka diperlukan peralatan yang memadai yaitu mekanisasi.  Untuk pengolahan kebun, antara lain mulai dari persiapan lahan, pengendalian gulma, dan pemupukan memerlukan unit traktor dan implement yang sesua.  Type traktor yang diperlukan tentu saja memperhatikan jenis dan beban implement yang akan ditarik.  Dan implement yang diperlukan tergantung dari kebutuhan operasionalnya.  Untuk pengolahan lahan implement yang diperlukan antara lain : bajak, harrow, Ripper dan Furrower.  Untuk pengendalian gulma pre emergence diperlukan implement boom sprayer.  Sedangkan untuk kegiatan pemupukan diperlukan implement fertilizer aplicator.

Untuk perawatan jalan dan pembuatan bendungan untuk stock air irigasi diperlukan peralatan berat yang meliputi Bulldozer, Excavator, Motorgrader, Compactor dan Dump Truck.  Sedangkan untuk transportasi tenaga diperlukan Cargo Truck.

Untuk kegiatan harvesting karena tidak mungkin 100 % menggunakan manual, maka diperlukan peralatan tebang pendamping sehingga kebutuhan suplai tebu ke pabrik bisa dipenuhi sesuai kapasitas giling perharinya.  Peralatan mesin harvesting meliputi Cane Harvester untuk tebang mekanisasi, dan Grab Loader untuk sistim tebang Loose Cane sebagai alat bantu loading ke atas truck atau trailer.

 

 

MAN  ( TENAGA  KERJA )

 

  1. Managerial

  2. Staff

  3. Rank and File

  4. Tenaga  Harian


 

Man, manusia atau tenaga kerja merupakan faktor yang sangat menentukan.  Kualitas sumber daya manusia inilah yang akan menentukan kemajuan persahaan.  Oleh karena masalah mental, skill, ketrampilan dan keahlian karyawan merupakan  faktor yang tidak boleh diabaikan.

Mental karyawan akan sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.  Sedangkan skill, ketrampilan dan keahlian akan sangat berpengaruh terhadp produktivitas dan efisiensi kerja.

Tenaga kerja dalam suatu perusahaan mempunyai tingkatan atau klasifikasi sesuai kerangka dalam Struktur Organisasi, biasanya terdiri dari Managerial, Karyawan Staff, Karyawan Non Staff ( Rank and File ) serta Tenaga Harian.  Tingkat Managerial biasanya pembuat kebijakan, Staff bertanggung jawab pelaksanaan kebijakan dan keberhasilan operasional.

 
Post a Comment